Equityworld Futures Semarang - Mata uang negara berkembang Asia tertekuk di bawah dolar yang lebih kuat pada hari Selasa setelah imbal hasil obligasi AS ditetapkan tertinggi baru 14 bulan, sementara pasar saham di Indonesia dan itu Filipina turun sekitar 1%. Benchmark 10-tahun US Treasuries naik seiring sebanyak 1,7630% di akhir perdagangan Asia, mendukung greenback, yang juga mendapat dukungan dari kekhawatiran default hedge fund yang mengguncang saham perbankan global pada hari Senin. “Masih ada sejumlah investor yang khawatir tentang lonjakan lebih lanjut di UST, "kata analis Morgan Stanley di perhatikan, menambahkan bahwa kejutan data ekonomi AS dapat mendorong imbal hasil lebih tinggi. "Oleh karena itu, investor ini terus memposisikan diri secara defensif." Saham di Jakarta memimpin penurunan di Asia, jatuh 1,2%. Imbal hasil obligasi patokan 10-tahun naik 3,69 basis poin menjadi 6,793%, sementara rupiah merosot. Obligasi...