Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan, realisasi investasi migas sampai April 2019 masih di bawah target Anggaran Pendapatan Belanja Negara ( APBN ) 2019 sebesar USD 14,79 miliar. "Realisasi investasi masih di bawah target," kata Dwi, di Jakarta, Kamis ( 9/5/2019 ).
kunjungi PT. Equityworld Futures | Perusahaan Investasi Berjangka
Meski realisasi investasi di bawah target, namun masih ada tambahan investasi dari komitmen kerja pasti ( KKP ) di wilayah kerja Jambi Merang pada tahun ini sejumlah USD 38,1 juta.
Secara kumulatif, tambahan investasi dari KKP dan komitmen pasti ( KP ) hingga tahun 2026 adalah sebesar USD 2,16 miliar untuk kegiatan eksplorasi dan eksploitasi.
“Khusus untuk kegiatan eksplorasi, dalam KKP dan KP sudah dialokasikan sebesar US$1,14 miliar untuk meningkatkan penemuan eksplorasi,” ujar Dwi.
Menurut dia, SKK Migas berupaya meningkatkan investasi dan mencari investor baru dalam kegiatan eksplorasi.
Sejak tahun 2018 SKK Migas mencanangkan Exploration Roadshow, ke enam negara dengan mempromosikan sepuluh lapangan migas dengan potensi cadangan besar (area giant field).
Tidak hanya itu, SKK Migas gencar mendorong kegiatan eksplorasi yang masif dengan membentuk Indonesia Oil and Gas Institute (IOGI) pada 30 April lalu.
"Langkah ini merupakan bukti keseriusan SKK Migas untuk mencari potensi giant discovery," tandasnya.
news edited by Equityworld Futures Semarang

Komentar
Posting Komentar