Langsung ke konten utama

Equityworld Futures Semarang : Bursa Asia Menghijau, IHSG Naik 16,38 Poin


Equityworld Futures Semarang - Gerak Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) mampu bertahan di zona hijau usai sempat melemah.

Pada penutupan perdagangan saham, Selasa ( 11/6/2019 ), IHSG menguat 16,38 poin atau 0,26 persen ke posisi 6.305,99. Indeks saham LQ45 naik 0,03 persen ke posisi 1.002,31. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.

Sebanyak 218 saham menguat sehingga mengangkat IHSG ke zona hijau. 185 saham melemah dan 141 saham diam di tempat. Pada Selasa pekan ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.310 dan terendah 6.255.

Total frekuensi perdagangan saham 474.114 kali dengan volume perdagangan saham 11,6 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 8 triliun. Investor asing beli saham Rp 229,95 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat ( AS ) berada di kisaran Rp 14.238.
kunjungi PT. Equityworld Futures | Perusahaan Investasi Berjangka
Sebagian besar sektor saham menghijau kecuali sektor saham pertanian turun 0,02 persen, sektor saham aneka industri melemah 0,54 persen, sektor saham industri dasar susut 0,41 persen dan sektor saham konstruksi merosot 0,12 persen.

Sektor saham tambang naik 0,64 persen, dan bukukan penguatan terbesar. Disusul sektor saham infrastruktur naik 0,55 persen dan sektor saham barang konsumsi menguat 0,53 persen.

Saham-saham yang menguat antara lain saham FITT naik 69,61 persen ke posisi Rp 173 per saham, saham CSIS melonjak 28,40 persen ke posisi Rp 104, dan saham ERTX mendaki 20,72 persen ke posisi Rp 134 per saham.

Sedangkan saham-saham yang melemah antara lain saham ARTO merosot 14,45 persen ke posisi Rp 148 per saham, saham KBLV tergelincir 13,93 persen ke posisi Rp 420 per saham, dan saham FIRE terpangkas 10,48 persen ke posisi Rp 5.550 per saham.

Bursa saham Asia kompak menguat. Indeks saham Hong Kong Hang Seng naik 0,76 persen, indeks saham Korea Selatan Kospi mendaki 0,59 persen, dan indeks saham Jepang Nikkei menguat 0,33 persen.

Selain itu, indeks saham Shanghai mendaki 2,58 persen, dan catatkan penguatan terbesar. Disusul indeks saham Singapura menanjak 0,60 persen dan indeks saham Taiwan menguat 0,39 persen.

Analis PT Binaartha Sekuritas, Nafan Aji menuturkan, IHSG sudah berada dalam jenuh beli. Akan tetapi, stabilitas fundamental makroekonomi domestik yang inklusif dan berkesinambungan merupakan sentimen positif bagi IHSG.

Adapun para pelaku pasar mengapresiasi penetapan S&P menaikkan peringkat outlook ekonomi Indonesia dari BBB- menjadi BBB di atas level layak investasi.

Di sisi lain, International for Management Development ( IMD ) memberikan peringkat daya saing Indonesia semula berada pada posisi 43 menjadi 32.

"Sedangkan dari internasional, kita memasuki era di mana sejumlah bank sentral di berbagai negara berencana untuk menurunkan suku bunga acuan sebagai antisipasi perlambatan pertumbuhan ekonomi," kata dia.

Ia mengatakan, hal-hal ini yang sangat diapresiasi para pelaku pasar sehingga memberikan katalis positif untuk IHSG.
news edited by Equityworld Futures Semarang

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Equityworld Futures Semarang : OPEC Beri Sinyal Kembali Pangkas Produksi Dorong Harga Minyak Naik

Equityworld Futures Semarang -  Harga minyak  mentah dunia naik hampir 3 persen, terangkat dari posisi terendahnya dalam lima bulan pada pekan ini. Kenaikan harga terjadi setelah Arab Saudi mengatakan OPEC hampir menyetujui untuk memperpanjang pengurangan produksi di luar Juni serta Wall Street yang tercatat menguat. Melansir laman  Reuters , Sabtu ( 8/6/2019 ), harga minyak mentah berjangka Brent naik USD 1,62, atau 2,6 persen menjadi USD 63,29 per barel. Harga minyak mentah West Texas Intermediate ( WTI ) AS berakhir USD 53,99 per barel, naik USD 1,40, atau 2,7 persen. kunjungi  PT. Equityworld Futures | Perusahaan Investasi Berjangka Harga minyak Brent membukukan penurunan mingguan ketiga, yang turun hampir 2 persen. Sementara harga WTI naik sekitar 1 persen pada pekan ini. Pada hari Rabu, kedua tolok ukur minyak dunia tersebut mencapai titik terendah sejak Januari. Menteri Energi Saudi Khalid al-Falih mengatakan dalam konferensi Pers di Rusia,...

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Diproyeksi Menguat pada Selasa (18/11/2025), Cek Rekomendasi Saham dari Analis

  PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,55% ke level 8.416,88 pada akhir perdagangan Senin (17/11/2025). Penguatan ini terutama ditopang lonjakan saham-saham berkapitalisasi besar serta blue chips perbankan yang kembali mencatat kenaikan signifikan. Penguatan IHSG diprediksi masih akan berlanjut pada perdagangan Selasa (18/11/2025). Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata menilai, penguatan IHSG pada Senin (17/11/2025) sebagian besar berasal dari saham-saham penggerak indeks. “Market cap besar yang naik itu BBCA naik 1,78%, DSSA 6,58%, TPIA 1,43%, BBRI 1,03%. Belum lagi BMRI naik 1,47% dan TLKM naik 1,69%. CUAN juga naik 2,33%. Kenaikan saham-saham big caps dan blue chips ini menjadi index mover utama,” ujar Liza kepada Kontan, Senin (17/11/2025). Dari eksternal, ia menyoroti bahwa meski pemerintah Amerika Serikat sudah keluar dari masa government shutdown, data ekonomi tidak akan langsung tersedia. ...

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Diramal Lanjut Menguat, Cermati Rekomendasi Saham untuk Jumat (24/10)

  PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat (24/10/2025). Sentimen global masih akan mendominasi pergerakan harga indeks. Pada perdagangan Kamis (23/10/2025) kemarin, IHSG ditutup melonjak 1,49% ke level 8.274 pada akhir perdagangan Kamis (23/10/2025). Indeks juga sempat mencapai level intraday tertinggi baru di level 8.292. Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang menilai, sumber penguatan IHSG kemarin datang dari kabar rencana Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk membentuk perusahaan pengelola aset baru hasil penggabungan entitas anak PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Jika berhasil, perusahaan ini diperkirakan memiliki dana kelolaan sekitar US$ 8 miliar.  Aksi korporasi ini ditaksir akan rampung pada semester I tahun 2026, namun belum ada keputusan final terkait hal ini....