Langsung ke konten utama

Equityworld Futures Semarang : Sentuh US$ 1.930/Oz, Emas Rekor Termahal Sepanjang Sejarah

 

Equityworld Futures Semarang - Harga emas dunia kembali melesat pada perdagangan Senin (27/7/2020) pagi, hingga mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah. Indeks dolar AS yang terus merosot serta rencana stimulus fiskal lagi di Amerika Serikat menjadi pendorong kenaikan logam mulia pada hari ini.

Berdasarkan data Refinitiv, emas pada pagi ini melesat 1,15% ke US$ 1.922,86/troy ons, 

readyviewed
 yang mematahkan rekor tertinggi sepanjang masa sebelumnya US$ 1.920,3/troy ons yang dicetak nyaris 9 tahun yang lalu, tepatnya pada 6 September 2011. Lalu naik lagi ke level US$ 1.930,15 menguat 1,54%

Ambrolnya indeks dolar AS membuat harga emas dunia terus melesat. Maklum saja, berdenominasi dolar AS, harga emas akan menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya kala dolar AS melemah, sehingga permintaannya akan meningkat dan harganya pun melesat. Apalagi di tengah kondisi perekonomian yang sedang merosot ke jurang resesi akibat pandemi penyakit virus corona (Covid-19).

kunjungi PT. Equityworld Futures | Perusahaan Investasi Berjangka

Indeks dolar AS kembali turun ke 94,117 yang merupakan level terendah sejak September 2018.

Sementara itu dari AS, Penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow mengatakan Amerika Serikat (AS) kembali meluncurkan paket stimulus untuk bisnis dan warganya yang terdampak pandemi virus corona (COVID-19).

Dalam wawancara di program "State of the Union" CNN pada Minggu (26/7/2020), Kudlow mengatakan Partai Republik telah menyelesaikan RUU stimulus baru yang bernilai sekitar US$ 1 triliun (Rp 14.000 triliun). Mereka akan mengumumkannya pada Senin, 7 Juli 2020.

Stimulus tambahan tersebut tentunya semakin membuat perekonomian banjir likuiditas. Sebelumnya Pemerintah AS juga mengucurkan stimulus fiskal senilai US$ 2 triliun, belum lagi bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) dengan stimulus moneter jumbonya, serta bank sentral dan pemerintah di negara-negara lain, yang menjadi "besin" bagi emas untuk mencetak rekor tertinggi. 

news edited by Equityworld Futures Semarang

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Equityworld Futures Semarang : OPEC Beri Sinyal Kembali Pangkas Produksi Dorong Harga Minyak Naik

Equityworld Futures Semarang -  Harga minyak  mentah dunia naik hampir 3 persen, terangkat dari posisi terendahnya dalam lima bulan pada pekan ini. Kenaikan harga terjadi setelah Arab Saudi mengatakan OPEC hampir menyetujui untuk memperpanjang pengurangan produksi di luar Juni serta Wall Street yang tercatat menguat. Melansir laman  Reuters , Sabtu ( 8/6/2019 ), harga minyak mentah berjangka Brent naik USD 1,62, atau 2,6 persen menjadi USD 63,29 per barel. Harga minyak mentah West Texas Intermediate ( WTI ) AS berakhir USD 53,99 per barel, naik USD 1,40, atau 2,7 persen. kunjungi  PT. Equityworld Futures | Perusahaan Investasi Berjangka Harga minyak Brent membukukan penurunan mingguan ketiga, yang turun hampir 2 persen. Sementara harga WTI naik sekitar 1 persen pada pekan ini. Pada hari Rabu, kedua tolok ukur minyak dunia tersebut mencapai titik terendah sejak Januari. Menteri Energi Saudi Khalid al-Falih mengatakan dalam konferensi Pers di Rusia,...

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Diproyeksi Menguat pada Selasa (18/11/2025), Cek Rekomendasi Saham dari Analis

  PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,55% ke level 8.416,88 pada akhir perdagangan Senin (17/11/2025). Penguatan ini terutama ditopang lonjakan saham-saham berkapitalisasi besar serta blue chips perbankan yang kembali mencatat kenaikan signifikan. Penguatan IHSG diprediksi masih akan berlanjut pada perdagangan Selasa (18/11/2025). Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata menilai, penguatan IHSG pada Senin (17/11/2025) sebagian besar berasal dari saham-saham penggerak indeks. “Market cap besar yang naik itu BBCA naik 1,78%, DSSA 6,58%, TPIA 1,43%, BBRI 1,03%. Belum lagi BMRI naik 1,47% dan TLKM naik 1,69%. CUAN juga naik 2,33%. Kenaikan saham-saham big caps dan blue chips ini menjadi index mover utama,” ujar Liza kepada Kontan, Senin (17/11/2025). Dari eksternal, ia menyoroti bahwa meski pemerintah Amerika Serikat sudah keluar dari masa government shutdown, data ekonomi tidak akan langsung tersedia. ...

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Diramal Lanjut Menguat, Cermati Rekomendasi Saham untuk Jumat (24/10)

  PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat (24/10/2025). Sentimen global masih akan mendominasi pergerakan harga indeks. Pada perdagangan Kamis (23/10/2025) kemarin, IHSG ditutup melonjak 1,49% ke level 8.274 pada akhir perdagangan Kamis (23/10/2025). Indeks juga sempat mencapai level intraday tertinggi baru di level 8.292. Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang menilai, sumber penguatan IHSG kemarin datang dari kabar rencana Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk membentuk perusahaan pengelola aset baru hasil penggabungan entitas anak PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Jika berhasil, perusahaan ini diperkirakan memiliki dana kelolaan sekitar US$ 8 miliar.  Aksi korporasi ini ditaksir akan rampung pada semester I tahun 2026, namun belum ada keputusan final terkait hal ini....