Langsung ke konten utama

Equityworld Futures Semarang : Penjualan aluminium Q3 Rusal turun karena sistem transportasi yang tegang


Equityworld Futures Semarang –
Produsen aluminium Rusia Rusal mengatakan pada Rabu bahwa penjualan kuartal ketiganya turun 9,2% YoY menjadi 915.000 ton karena sistem transportasi yang tegang di Rusia dan luar negeri.

Lonjakan biaya pengiriman laut telah mendorong produsen China untuk mengirim lebih banyak barang ke Eropa dengan kereta api melalui Rusia, menciptakan kemacetan dan membebani jaringan kereta api Rusia, kata para analis bulan ini.

“Dinamika penjualan aluminium sebagian besar dapat dijelaskan oleh peningkatan barang dalam perjalanan yang diakui sebagai persediaan, yang disebabkan antara lain oleh pembatasan kapasitas pada rute transportasi domestik, serta rantai pasokan secara global,” kata Rusal dalam sebuah pernyataan.

Rusal yang terdaftar di Hong Kong, produsen aluminium terbesar di dunia di luar China, menjual logam tersebut, yang digunakan dalam konstruksi dan elektronik, ke Eropa, Amerika Serikat, dan Asia.

Ia berencana untuk meningkatkan pasokan ke China, pembeli utama dunia, pada tahun 2022 di tengah pembatasan produksi lokal.

Rusal, produsen aluminium terbesar ketiga di dunia setelah Chinalco dan Hongqiao, menambahkan bahwa produksinya naik 0,4% menjadi 943.000 ton pada Juli-September.

Sahamnya turun 2,2% di Hong Kong pada hari Rabu di tengah aksi jual luas saham di China yang dipimpin oleh perusahaan batubara. Indeks Perdagangan & Industri Hang Seng Hong Kong turun 2,6%.

Rusal tidak menyebutkan efek penjualannya dari pajak ekspor Rusia yang dikenakan pada aluminium dan logam lainnya untuk Agustus-Desember.

Sebelumnya diperkirakan pajak ekspor 15% untuk ekspor aluminium, atau minimal $ 254 per ton, akan menelan biaya beberapa ratus juta dolar tahun ini, berpotensi menyebabkan penjualan 2021 lebih rendah.


 

News edited by Equityworld Futures Semarang

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Equityworld Futures Semarang : OPEC Beri Sinyal Kembali Pangkas Produksi Dorong Harga Minyak Naik

Equityworld Futures Semarang -  Harga minyak  mentah dunia naik hampir 3 persen, terangkat dari posisi terendahnya dalam lima bulan pada pekan ini. Kenaikan harga terjadi setelah Arab Saudi mengatakan OPEC hampir menyetujui untuk memperpanjang pengurangan produksi di luar Juni serta Wall Street yang tercatat menguat. Melansir laman  Reuters , Sabtu ( 8/6/2019 ), harga minyak mentah berjangka Brent naik USD 1,62, atau 2,6 persen menjadi USD 63,29 per barel. Harga minyak mentah West Texas Intermediate ( WTI ) AS berakhir USD 53,99 per barel, naik USD 1,40, atau 2,7 persen. kunjungi  PT. Equityworld Futures | Perusahaan Investasi Berjangka Harga minyak Brent membukukan penurunan mingguan ketiga, yang turun hampir 2 persen. Sementara harga WTI naik sekitar 1 persen pada pekan ini. Pada hari Rabu, kedua tolok ukur minyak dunia tersebut mencapai titik terendah sejak Januari. Menteri Energi Saudi Khalid al-Falih mengatakan dalam konferensi Pers di Rusia,...

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Diproyeksi Menguat pada Selasa (18/11/2025), Cek Rekomendasi Saham dari Analis

  PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,55% ke level 8.416,88 pada akhir perdagangan Senin (17/11/2025). Penguatan ini terutama ditopang lonjakan saham-saham berkapitalisasi besar serta blue chips perbankan yang kembali mencatat kenaikan signifikan. Penguatan IHSG diprediksi masih akan berlanjut pada perdagangan Selasa (18/11/2025). Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata menilai, penguatan IHSG pada Senin (17/11/2025) sebagian besar berasal dari saham-saham penggerak indeks. “Market cap besar yang naik itu BBCA naik 1,78%, DSSA 6,58%, TPIA 1,43%, BBRI 1,03%. Belum lagi BMRI naik 1,47% dan TLKM naik 1,69%. CUAN juga naik 2,33%. Kenaikan saham-saham big caps dan blue chips ini menjadi index mover utama,” ujar Liza kepada Kontan, Senin (17/11/2025). Dari eksternal, ia menyoroti bahwa meski pemerintah Amerika Serikat sudah keluar dari masa government shutdown, data ekonomi tidak akan langsung tersedia. ...

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Diramal Lanjut Menguat, Cermati Rekomendasi Saham untuk Jumat (24/10)

  PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat (24/10/2025). Sentimen global masih akan mendominasi pergerakan harga indeks. Pada perdagangan Kamis (23/10/2025) kemarin, IHSG ditutup melonjak 1,49% ke level 8.274 pada akhir perdagangan Kamis (23/10/2025). Indeks juga sempat mencapai level intraday tertinggi baru di level 8.292. Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang menilai, sumber penguatan IHSG kemarin datang dari kabar rencana Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk membentuk perusahaan pengelola aset baru hasil penggabungan entitas anak PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Jika berhasil, perusahaan ini diperkirakan memiliki dana kelolaan sekitar US$ 8 miliar.  Aksi korporasi ini ditaksir akan rampung pada semester I tahun 2026, namun belum ada keputusan final terkait hal ini....