Langsung ke konten utama

Equityworld Futures Semarang : Harga Batu Bara Naik Nyaris 5%


Equityworld Futures Semarang -
Tidak mau berdiam lama-lama, harga batu bara kembali meroket pada Selasa (19/4/2022). Kemarin, harga batu bara kontrak Mei ditutup di US$ 336 per ton. Menguat 4,97% dibandingkan hari sebelumnya.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan penutupan perdagangan Senin (18/4/2022) di mana harga batu bara tidak mengalami pergerakan harga. Kenaikan harga batu bara pada Selasa juga memperpanjang level harga di atas US$ 300 yang sudah tercatat sejak sepekan lalu.

Secara keseluruhan, harga batu bara masih naik 0,42% point to point dalam sepekan. Dalam sebulan, harga batu bara melonjak 40% dan melesat 258% dalam setahun.

Kenaikan harga batu bara masih dipicu ketatnya pasokan. Keputusan Uni Eropa dan Jepang yang melarang impor batu bara dari Rusia membuat persaingan untuk mendapatkan pasokan semakin meningkat. Padahal, tanpa larangan impor pun, pasokan batu bara sebelumnya sudah ketat karena produsen utama seperti Indonesia, Australia, dan Afrika Selatan mengalami persoalan produksi karena cuaca dan logistik.

China sebagai salah satu produsen batu bara juga dikhawatirkan mengalami gangguan produksi karena lockdown. Produksi batu bara China memang meningkat 14,8% (year on year/YoY) di Maret menjadi 395,79 juta ton. Namun, lockdown dalam periode lama dikhawatirkan akan mengganggu pasokan ke depan.

Pasokan batu bara juga diperkirakan semakin ketat karena banyaknya negara yang beralih ke batu bara setelah harga gas melonjak tajam. Negara-negara di kawasan Balkan yang berada di Eropa tenggara seperti Macedonia Utara kini memperbanyak penggunaan batu bara untuk pembangkit listrik setelah harga gas melambung.

Meskipun harga batu bara meroket, harganya terbilang masih murah dibandingkan gas. Harga gas alam Amerika Serikat melonjak 10% menjadi US$ 8,05 per MMBTU.

"Dengan energi krisis ini, bukan hanya negara kami tetapi hampir semua negara Eropa tiba--tiba meningkatkan penggunaan batu bara untuk pembangkit mereka karena batu bara adalah sumber energi paling murah," tutur Vasko Kovacevski, CEO odari pembangkit listrik milik negara di Macedonia Utara, Elektrani na Severna Makedonija (ESM), seperti dikutip dari Reuters.

Euracoal mencatat total pasokan batu bara energi tinggi di Uni Eropa mencapai 146 juta ton di 2020, 57 juta ton diproduksi sendiri sementara 89 juta diimpor.

 

Read More EWF PRO - Portal News

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Equityworld Futures Semarang : OPEC Beri Sinyal Kembali Pangkas Produksi Dorong Harga Minyak Naik

Equityworld Futures Semarang -  Harga minyak  mentah dunia naik hampir 3 persen, terangkat dari posisi terendahnya dalam lima bulan pada pekan ini. Kenaikan harga terjadi setelah Arab Saudi mengatakan OPEC hampir menyetujui untuk memperpanjang pengurangan produksi di luar Juni serta Wall Street yang tercatat menguat. Melansir laman  Reuters , Sabtu ( 8/6/2019 ), harga minyak mentah berjangka Brent naik USD 1,62, atau 2,6 persen menjadi USD 63,29 per barel. Harga minyak mentah West Texas Intermediate ( WTI ) AS berakhir USD 53,99 per barel, naik USD 1,40, atau 2,7 persen. kunjungi  PT. Equityworld Futures | Perusahaan Investasi Berjangka Harga minyak Brent membukukan penurunan mingguan ketiga, yang turun hampir 2 persen. Sementara harga WTI naik sekitar 1 persen pada pekan ini. Pada hari Rabu, kedua tolok ukur minyak dunia tersebut mencapai titik terendah sejak Januari. Menteri Energi Saudi Khalid al-Falih mengatakan dalam konferensi Pers di Rusia,...

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Diproyeksi Menguat pada Selasa (18/11/2025), Cek Rekomendasi Saham dari Analis

  PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,55% ke level 8.416,88 pada akhir perdagangan Senin (17/11/2025). Penguatan ini terutama ditopang lonjakan saham-saham berkapitalisasi besar serta blue chips perbankan yang kembali mencatat kenaikan signifikan. Penguatan IHSG diprediksi masih akan berlanjut pada perdagangan Selasa (18/11/2025). Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata menilai, penguatan IHSG pada Senin (17/11/2025) sebagian besar berasal dari saham-saham penggerak indeks. “Market cap besar yang naik itu BBCA naik 1,78%, DSSA 6,58%, TPIA 1,43%, BBRI 1,03%. Belum lagi BMRI naik 1,47% dan TLKM naik 1,69%. CUAN juga naik 2,33%. Kenaikan saham-saham big caps dan blue chips ini menjadi index mover utama,” ujar Liza kepada Kontan, Senin (17/11/2025). Dari eksternal, ia menyoroti bahwa meski pemerintah Amerika Serikat sudah keluar dari masa government shutdown, data ekonomi tidak akan langsung tersedia. ...

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Diramal Lanjut Menguat, Cermati Rekomendasi Saham untuk Jumat (24/10)

  PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat (24/10/2025). Sentimen global masih akan mendominasi pergerakan harga indeks. Pada perdagangan Kamis (23/10/2025) kemarin, IHSG ditutup melonjak 1,49% ke level 8.274 pada akhir perdagangan Kamis (23/10/2025). Indeks juga sempat mencapai level intraday tertinggi baru di level 8.292. Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang menilai, sumber penguatan IHSG kemarin datang dari kabar rencana Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk membentuk perusahaan pengelola aset baru hasil penggabungan entitas anak PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Jika berhasil, perusahaan ini diperkirakan memiliki dana kelolaan sekitar US$ 8 miliar.  Aksi korporasi ini ditaksir akan rampung pada semester I tahun 2026, namun belum ada keputusan final terkait hal ini....