Langsung ke konten utama

Equityworld Futures Semarang - Harga Emas bergeser Tipis, Fed Indikasikan Kebijakan yang Dovish


Equityworld Futures Semarang -
Harga emas stabil di sekitar level tertinggi lebih dari satu minggu pada hari Rabu (11/10) dan dolar juga bergerak tipis setelah beberapa petinggi Federal Reserve AS menyarankan bahwa lonjakan Treasury yields baru-baru ini dapat membuat kenaikan suku bunga lebih lanjut menjadi tidak terlalu diperlukan.

Harga Emas Stabil di Level Tertinggi: Harga emas spot tetap stabil di sekitar level tertinggi lebih dari satu minggu pada hari Rabu, dengan kenaikan tipis sebesar 0,01% ke $1.860,62 per ons. Pada hari sebelumnya, harga emas mencapai level tertinggi sejak 29 September. Harga emas berjangka mengalami penurunan 0,08% ke level $1.873,75 per ons. 

Dampak Treasury Yields dan Pernyataan Pejabat Federal Reserve: Pernyataan beberapa pejabat Federal Reserve AS, termasuk Presiden Fed Minneapolis Neel Kashkari dan Presiden Fed Atlanta Raphael Bostic, yang menyiratkan bahwa kenaikan Treasury yields mungkin tidak memerlukan kenaikan suku bunga lebih lanjut, berdampak positif pada harga emas. Treasury yields yang lebih tinggi membuat investasi emas yang tidak menghasilkan bunga tampak lebih menarik.

Baca juga : Equityworld Futures Semarang

Pelemahan Dolar: Dolar AS turun ke level terendahnya dalam dua minggu terhadap beberapa mata uang, seiring dengan penurunan Treasury yields. Dolar yang lebih lemah cenderung mendukung harga emas, karena emas dihargai dalam dolar dan menjadi lebih terjangkau bagi investor dengan mata uang lain.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Harga Emas: Harga emas telah mendapatkan dukungan dari ketegangan di Timur Tengah yang memicu permintaan sebagai safe haven. Namun, pergerakan selanjutnya harga emas akan sangat dipengaruhi oleh data inflasi AS yang dijadwalkan untuk dirilis, karena data tersebut akan memengaruhi kebijakan suku bunga Federal Reserve di masa depan. Risalah rapat Federal Reserve bulan September juga akan diamati untuk mencari petunjuk lebih lanjut tentang kebijakan suku bunga.

Kinerja Komoditas Lainnya: Selain emas, harga perak, platinum, dan paladium juga mengalami kenaikan. Ini menunjukkan bahwa sentimen positif terhadap logam mulia juga berdampak pada logam industri seperti platinum dan paladium.

Harga emas dan komoditas lainnya tetap menjadi fokus investor, terutama dalam konteks perubahan dalam ekspektasi suku bunga dan kondisi ekonomi global.

Equityworld Futures Semarang

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Equityworld Futures Semarang : OPEC Beri Sinyal Kembali Pangkas Produksi Dorong Harga Minyak Naik

Equityworld Futures Semarang -  Harga minyak  mentah dunia naik hampir 3 persen, terangkat dari posisi terendahnya dalam lima bulan pada pekan ini. Kenaikan harga terjadi setelah Arab Saudi mengatakan OPEC hampir menyetujui untuk memperpanjang pengurangan produksi di luar Juni serta Wall Street yang tercatat menguat. Melansir laman  Reuters , Sabtu ( 8/6/2019 ), harga minyak mentah berjangka Brent naik USD 1,62, atau 2,6 persen menjadi USD 63,29 per barel. Harga minyak mentah West Texas Intermediate ( WTI ) AS berakhir USD 53,99 per barel, naik USD 1,40, atau 2,7 persen. kunjungi  PT. Equityworld Futures | Perusahaan Investasi Berjangka Harga minyak Brent membukukan penurunan mingguan ketiga, yang turun hampir 2 persen. Sementara harga WTI naik sekitar 1 persen pada pekan ini. Pada hari Rabu, kedua tolok ukur minyak dunia tersebut mencapai titik terendah sejak Januari. Menteri Energi Saudi Khalid al-Falih mengatakan dalam konferensi Pers di Rusia,...

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Diproyeksi Menguat pada Selasa (18/11/2025), Cek Rekomendasi Saham dari Analis

  PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,55% ke level 8.416,88 pada akhir perdagangan Senin (17/11/2025). Penguatan ini terutama ditopang lonjakan saham-saham berkapitalisasi besar serta blue chips perbankan yang kembali mencatat kenaikan signifikan. Penguatan IHSG diprediksi masih akan berlanjut pada perdagangan Selasa (18/11/2025). Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata menilai, penguatan IHSG pada Senin (17/11/2025) sebagian besar berasal dari saham-saham penggerak indeks. “Market cap besar yang naik itu BBCA naik 1,78%, DSSA 6,58%, TPIA 1,43%, BBRI 1,03%. Belum lagi BMRI naik 1,47% dan TLKM naik 1,69%. CUAN juga naik 2,33%. Kenaikan saham-saham big caps dan blue chips ini menjadi index mover utama,” ujar Liza kepada Kontan, Senin (17/11/2025). Dari eksternal, ia menyoroti bahwa meski pemerintah Amerika Serikat sudah keluar dari masa government shutdown, data ekonomi tidak akan langsung tersedia. ...

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Diramal Lanjut Menguat, Cermati Rekomendasi Saham untuk Jumat (24/10)

  PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat (24/10/2025). Sentimen global masih akan mendominasi pergerakan harga indeks. Pada perdagangan Kamis (23/10/2025) kemarin, IHSG ditutup melonjak 1,49% ke level 8.274 pada akhir perdagangan Kamis (23/10/2025). Indeks juga sempat mencapai level intraday tertinggi baru di level 8.292. Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang menilai, sumber penguatan IHSG kemarin datang dari kabar rencana Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk membentuk perusahaan pengelola aset baru hasil penggabungan entitas anak PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Jika berhasil, perusahaan ini diperkirakan memiliki dana kelolaan sekitar US$ 8 miliar.  Aksi korporasi ini ditaksir akan rampung pada semester I tahun 2026, namun belum ada keputusan final terkait hal ini....