Langsung ke konten utama

PT Equityworld Futures Semarang – Dow Futures Melemah, Harga Minyak Mengalami Kenaikan


PT Equityworld Futures Semarang – Futures lemah setelah pidato Powell Saham futures AS turun lebih rendah pada hari Jumat, menuju penurunan mingguan dan investor khawatir atas naiknya yields obligasi dan potensi dampak perang. Pukul 16.00 WIB, Dow futures turun 25 poin atau 0,1%, S&P 500 futures turun 3 poin atau 0,1%, dan Nasdaq 100 futures turun 18 poin atau 0,1%. Indeks utama ditutup melemah pada hari Kamis setelah Treasury yield 10 tahun naik ke level yang tidak terlihat sejak krisis keuangan 2007 [lihat di atas] pasca Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan bahwa bank sentral AS "melanjutkan dengan hati-hati" dalam keputusan kebijakan moneter sambil mengakui bahwa tanda-tanda pertumbuhan ekonomi yang berlangsung dapat menjamin pengetatan kebijakan lebih jauh.

Baca Juga : https://equity-world-futures-semarang.com/2023/10/20/pt-equityworld-futures-semarang-pasar-saham-asia-melanjutkan-penurunan-tajam-pada-hari-jumat-20-oktober-karena-tekanan-dari-pasar-obligasi-global-yang-semakin-melemah/

Futures Saham AS Melemah: Saham futures AS mengalami penurunan pada hari Jumat dengan Dow futures turun 25 poin, S&P 500 futures turun 3 poin, dan Nasdaq 100 futures turun 18 poin. Investor khawatir terkait naiknya yields obligasi dan potensi dampak perang di Timur Tengah setelah pidato Jerome Powell dan pertumbuhan Treasury yield 10 tahun.

Retail Sales Inggris Turun: Penjualan ritel di Inggris turun 0,9% pada bulan September dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Penurunan ini disebabkan oleh tekanan biaya hidup yang berlanjut dan cuaca yang tidak sesuai dengan musimnya, mengurangi penjualan pakaian musim gugur.

China Evergrande Merespons Krisis Utang: China Evergrande Group mengumumkan revisi terhadap kesepakatan restrukturisasi utang luar negeri mereka. Ini terjadi setelah rencana restrukturisasi sebelumnya gagal memenuhi persyaratan peraturan, dan ini bisa berdampak besar pada krisis real estat China dan pemulihan ekonomi lebih luas.

Harga Minyak Naik: Harga minyak mengalami kenaikan pada hari Jumat karena meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan rencana AS untuk mengisi ulang Cadangan Minyak Strategis (SPR). Minyak WTI naik 1,4%, mencapai $89,61 per barel, dan minyak Brent naik 1,3% menjadi $93,56 per barel. Presiden AS Joe Biden mengumumkan rencana untuk mengisi ulang SPR dalam upaya menstabilkan harga bensin.

Pidato Jerome Powell mencerminkan tantangan yang dihadapi Federal Reserve dalam mengelola perekonomian yang berubah-ubah. Mereka harus mempertimbangkan faktor ekonomi yang kuat dan risiko yang muncul. Kebijakan suku bunga Federal Reserve selanjutnya akan sangat tergantung pada data ekonomi dan perkembangan yang terus berubah di tingkat global dan domestik.

PT Equityworld Futures Semarang

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Equityworld Futures Semarang : OPEC Beri Sinyal Kembali Pangkas Produksi Dorong Harga Minyak Naik

Equityworld Futures Semarang -  Harga minyak  mentah dunia naik hampir 3 persen, terangkat dari posisi terendahnya dalam lima bulan pada pekan ini. Kenaikan harga terjadi setelah Arab Saudi mengatakan OPEC hampir menyetujui untuk memperpanjang pengurangan produksi di luar Juni serta Wall Street yang tercatat menguat. Melansir laman  Reuters , Sabtu ( 8/6/2019 ), harga minyak mentah berjangka Brent naik USD 1,62, atau 2,6 persen menjadi USD 63,29 per barel. Harga minyak mentah West Texas Intermediate ( WTI ) AS berakhir USD 53,99 per barel, naik USD 1,40, atau 2,7 persen. kunjungi  PT. Equityworld Futures | Perusahaan Investasi Berjangka Harga minyak Brent membukukan penurunan mingguan ketiga, yang turun hampir 2 persen. Sementara harga WTI naik sekitar 1 persen pada pekan ini. Pada hari Rabu, kedua tolok ukur minyak dunia tersebut mencapai titik terendah sejak Januari. Menteri Energi Saudi Khalid al-Falih mengatakan dalam konferensi Pers di Rusia,...

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Diproyeksi Menguat pada Selasa (18/11/2025), Cek Rekomendasi Saham dari Analis

  PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,55% ke level 8.416,88 pada akhir perdagangan Senin (17/11/2025). Penguatan ini terutama ditopang lonjakan saham-saham berkapitalisasi besar serta blue chips perbankan yang kembali mencatat kenaikan signifikan. Penguatan IHSG diprediksi masih akan berlanjut pada perdagangan Selasa (18/11/2025). Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata menilai, penguatan IHSG pada Senin (17/11/2025) sebagian besar berasal dari saham-saham penggerak indeks. “Market cap besar yang naik itu BBCA naik 1,78%, DSSA 6,58%, TPIA 1,43%, BBRI 1,03%. Belum lagi BMRI naik 1,47% dan TLKM naik 1,69%. CUAN juga naik 2,33%. Kenaikan saham-saham big caps dan blue chips ini menjadi index mover utama,” ujar Liza kepada Kontan, Senin (17/11/2025). Dari eksternal, ia menyoroti bahwa meski pemerintah Amerika Serikat sudah keluar dari masa government shutdown, data ekonomi tidak akan langsung tersedia. ...

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Diramal Lanjut Menguat, Cermati Rekomendasi Saham untuk Jumat (24/10)

  PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat (24/10/2025). Sentimen global masih akan mendominasi pergerakan harga indeks. Pada perdagangan Kamis (23/10/2025) kemarin, IHSG ditutup melonjak 1,49% ke level 8.274 pada akhir perdagangan Kamis (23/10/2025). Indeks juga sempat mencapai level intraday tertinggi baru di level 8.292. Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang menilai, sumber penguatan IHSG kemarin datang dari kabar rencana Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk membentuk perusahaan pengelola aset baru hasil penggabungan entitas anak PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Jika berhasil, perusahaan ini diperkirakan memiliki dana kelolaan sekitar US$ 8 miliar.  Aksi korporasi ini ditaksir akan rampung pada semester I tahun 2026, namun belum ada keputusan final terkait hal ini....