Langsung ke konten utama

PT Equityworld Futures Semarang – Data Kunci Inflasi, Home Depot Melaporkan - Ini yang Gerakkan Pasar


PT Equityworld Futures Semarang – Atensi investor kini tertuju pada angka inflasi AS bulan Oktober yang akan rilis hari Selasa (14/11) ini, yang dapat memberikan kejelasan mengenai rencana suku bunga Federal Reserve. Sementara itu, Home Depot (NYSE:HD) akan mengumumkan laporan keuangan kuartalan terbarunya, mengawali rangkaian laporan keuangan dari beberapa jaringan ritel terbesar di Amerika minggu ini.

1. Inflasi ke depan

Yang menjadi sorotan dalam kalender ekonomi hari Selasa adalah consumer price index (CPI) AS bulan Oktober yang sangat ditunggu-tunggu, dengan investor mencoba memetakan potensi kebijakan moneter Federal Reserve.

Sebagai pengukur inflasi yang sangat diawasi di negara dengan perekonomian terbesar di dunia ini, angka CPI utama diperkirakan akan naik 3,3% basis tahunan. Data month-on-month terlihat naik 0,1%.

Angka inti, kecuali item yang lebih tidak stabil seperti makanan dan energi, terlihat sebesar 4,1% setahun dan 0,3% dari bulan sebelumnya.

Menurunkan inflasi kembali ke 2% telah menjadi tujuan utama dari serangkaian kenaikan suku bunga yang telah berlangsung lama oleh the Fed, sehingga para pengambil kebijakan kemungkinan akan tertarik untuk melihat tanda-tanda bahwa tekanan harga mulai berkurang. Namun, para pejabat telah isyaratkan bahwa mereka mungkin akan melakukan pengetatan lebih lanjut jika inflasi tetap tinggi.

2. Futures stabil dengan data inflasi yang membayangi

Saham futures AS naik tipis pada Selasa dengan investor menunggu publikasi data CPI.

Pukul 16.57 WIB, Dow futures telah naik 39 poin atau 0,1%, S&P 500 futures bertambah 9 poin atau 0,2%, dan Nasdaq 100 futures naik 47 poin atau 0,3%.

Indeks-indeks utama di Wall Street mixed pada akhir sesi sebelumnya. Indeks Dow Jones Industrial Average yang terdiri dari 30 saham naik 0,2%, sementara indeks S&P 500 turun 0,1% dan indeks Nasdaq Composite yang berbasis teknologi turun 0,2%.

Treasury yield 10 tahun yang sangat penting mencapai 4,617%, turun dari puncak satu minggu di 4,696% yang dicapai pada Senin.

Baca Juga : Harga Emas Terjun Tipis Kebawah $1.950, Inflasi Jadi Sorotan Pasar
 

3. Home Depot lapor keuangan

Sejumlah perusahaan ritel besar AS akan melaporkan pendapatan kuartalan minggu ini, dimulai dengan Home Depot pada Selasa.

Hasil dari jaringan toko perlengkapan rumah tangga ini akan menjadi indikasi apakah suku bunga yang lebih tinggi dan inflasi tinggi telah membuat konsumen Amerika waspada berbelanja dalam jumlah besar untuk proyek-proyek besar menjelang musim belanja liburan.

Home Depot yang berbasis di Atlanta diprediksi kantongi laba $3,76 per saham, menurut estimasi konsensus Bloomberg. Penjualan yang sebanding diperkirakan turun 3,31%.

Pada kuartal kedua, income per saham perusahaan sebesar $4,65 melampaui proyeksi, sementara kepala eksekutif Ted Decker mengatakan bahwa ada "banyak hal positif" dalam prospek ekonomi makro. Pada saat itu, Home Depot juga mempertahankan proyeksi keuangan setahun penuh yang telah diturunkan sebelumnya, dan Decker mengatakan kepada analis bahwa "kami masih melihat cukup banyak ketidakpastian [...] untuk tidak merevisi proyeksi kami."

4. Yellen berpidato di KTT APEC

Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengatakan bahwa para menteri keuangan dari negara-negara Kerjasama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) menegaskan sebuah tujuan untuk mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan di ekonomi mereka masing-masing.

Berbicara setelah pertemuan para menteri di KTT APEC di San Francisco, Yellen mengatakan bahwa para anggota kelompok - yang meliputi AS dan China - mendukung "kepentingan bersama dalam mengejar kebijakan-kebijakan yang memperluas kapasitas produktif ekonomi kita sambil juga mencapai hasil-hasil seperti mengurangi ketidaksetaraan dan melindungi lingkungan hidup."

Ia menambah bahwa negara-negara APEC lainnya "menyadari potensi" dari dorongan legislatif oleh pemerintahan Presiden AS Joe Biden untuk meningkatkan investasi di berbagai bidang seperti infrastruktur, energi bersih, dan semikonduktor.

Pertemuan para menteri keuangan APEC ini diadakan sebelum pertemuan penting antara Biden dan Presiden China, Xi Jinping, dengan bayang ketegangan tinggi antara dua negara dua perekonomian terbesar di dunia ini dalam berbagai isu, mulai dari Taiwan hingga perdagangan.

5. Harga minyak stabil

Harga minyak flat pada Selasa dan traders bersiap untuk mencermati data inflasi AS terbaru yang bisa berdampak pada prospek permintaan di negara konsumen minyak terbesar di dunia.

Pukul 16.58 WIB, minyak WTI sedikit naik 0,1% di $78,33 per barel, sementara minyak Brent naik tipis 0,02% menjadi $82,54 per barel.

Angka CPI yang lebih tinggi dari yang diantisipasi "akan memperkuat narasi suku bunga yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama," analis di ING menyatakan dalam sebuah catatan, menambah bahwa "setiap kejutan peningkatan kemungkinan akan memberi tekanan pada aset berisiko, termasuk komoditas." Secara teori, naiknya biaya pinjaman dapat membebani aktivitas ekonomi yang lebih luas, sehingga berpotensi mengurangi permintaan.

Di lain sisi, Badan Energi Internasional memperkirakan bahwa pasar minyak dapat kembali surplus awal tahun depan meskipun pemangkasan produksi oleh Arab Saudi diperpanjang. IEA mengatakan bahwa penurunan stok minyak baru-baru ini yang dipicu oleh pengurangan produksi Arab Saudi dapat mulai berubah arah karena pertumbuhan ekonomi yang lambat.

Pengamat minyak ini menambahkan: "Untuk saat ini, dengan permintaan yang masih melebihi pasokan yang tersedia menjelang musim dingin di belahan bumi utara, keseimbangan pasar akan tetap rentan terhadap peningkatan risiko ekonomi dan geopolitik."

PT Equityworld Futures Semarang

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Equityworld Futures Semarang : OPEC Beri Sinyal Kembali Pangkas Produksi Dorong Harga Minyak Naik

Equityworld Futures Semarang -  Harga minyak  mentah dunia naik hampir 3 persen, terangkat dari posisi terendahnya dalam lima bulan pada pekan ini. Kenaikan harga terjadi setelah Arab Saudi mengatakan OPEC hampir menyetujui untuk memperpanjang pengurangan produksi di luar Juni serta Wall Street yang tercatat menguat. Melansir laman  Reuters , Sabtu ( 8/6/2019 ), harga minyak mentah berjangka Brent naik USD 1,62, atau 2,6 persen menjadi USD 63,29 per barel. Harga minyak mentah West Texas Intermediate ( WTI ) AS berakhir USD 53,99 per barel, naik USD 1,40, atau 2,7 persen. kunjungi  PT. Equityworld Futures | Perusahaan Investasi Berjangka Harga minyak Brent membukukan penurunan mingguan ketiga, yang turun hampir 2 persen. Sementara harga WTI naik sekitar 1 persen pada pekan ini. Pada hari Rabu, kedua tolok ukur minyak dunia tersebut mencapai titik terendah sejak Januari. Menteri Energi Saudi Khalid al-Falih mengatakan dalam konferensi Pers di Rusia,...

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Diproyeksi Menguat pada Selasa (18/11/2025), Cek Rekomendasi Saham dari Analis

  PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,55% ke level 8.416,88 pada akhir perdagangan Senin (17/11/2025). Penguatan ini terutama ditopang lonjakan saham-saham berkapitalisasi besar serta blue chips perbankan yang kembali mencatat kenaikan signifikan. Penguatan IHSG diprediksi masih akan berlanjut pada perdagangan Selasa (18/11/2025). Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata menilai, penguatan IHSG pada Senin (17/11/2025) sebagian besar berasal dari saham-saham penggerak indeks. “Market cap besar yang naik itu BBCA naik 1,78%, DSSA 6,58%, TPIA 1,43%, BBRI 1,03%. Belum lagi BMRI naik 1,47% dan TLKM naik 1,69%. CUAN juga naik 2,33%. Kenaikan saham-saham big caps dan blue chips ini menjadi index mover utama,” ujar Liza kepada Kontan, Senin (17/11/2025). Dari eksternal, ia menyoroti bahwa meski pemerintah Amerika Serikat sudah keluar dari masa government shutdown, data ekonomi tidak akan langsung tersedia. ...

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Diramal Lanjut Menguat, Cermati Rekomendasi Saham untuk Jumat (24/10)

  PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat (24/10/2025). Sentimen global masih akan mendominasi pergerakan harga indeks. Pada perdagangan Kamis (23/10/2025) kemarin, IHSG ditutup melonjak 1,49% ke level 8.274 pada akhir perdagangan Kamis (23/10/2025). Indeks juga sempat mencapai level intraday tertinggi baru di level 8.292. Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang menilai, sumber penguatan IHSG kemarin datang dari kabar rencana Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk membentuk perusahaan pengelola aset baru hasil penggabungan entitas anak PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Jika berhasil, perusahaan ini diperkirakan memiliki dana kelolaan sekitar US$ 8 miliar.  Aksi korporasi ini ditaksir akan rampung pada semester I tahun 2026, namun belum ada keputusan final terkait hal ini....