PT Equityworld Futures Semarang – Dolar AS naik tipis di awal perdagangan Eropa hari Selasa (28/11), tetapi tetap mendekati level terendah 3 bulan dan traders menunggu data inflasi utama di tengah meningkatnya keyakinan bahwa Federal Reserve telah menyelesaikan siklus kenaikan suku bunganya.
Pukul 16.20 WIB, Indeks Dolar, yang melacak greenback terhadap enam mata uang lainnya, naik 0,1% menjadi 103,130, diperdagangkan sedikit di atas level terendah sejak 31 Agustus.
Dolar berada di jalur untuk mengalami penurunan lebih dari 3% di bulan November, performa bulanan terburuknya dalam setahun terakhir.
Data inflasi PCE menjadi fokus
Dolar turun pada hari Senin setelah data menunjukkan new home sales turun 5,6% pada bulan Oktober, yang isyarat perlambatan ekonomi AS, dan mendukung spekulasi bahwa Federal Reserve dapat mulai memangkas suku bunga pada paruh pertama tahun depan setelah mengakhiri siklus kenaikan di awal bulan ini.
Namun, teori ini kemungkinan akan diuji dengan dirilisnya laporan inflasi AS pada hari Kamis.
Pengukur inflasi pilihan Fed, indeks harga personal consumption expenditures/PCE, diperkirakan naik 0,1% di bulan November, turun dari 0,4% di bulan September.
Angka inti, yang mengeluarkan biaya makanan dan bahan bakar dan dianggap sebagai pengukur yang lebih baik dari inflasi yang mendasarinya, diperkirakan telah meningkat 3,5% basis year-over-year, turun dari 3,7% bulan sebelumnya, dan level terendah sejak pertengahan 2021.
Kepercayaan konsumen Eropa kembali
Di Eropa, EUR/USD turun 0,1% menjadi 1,0947, tetapi masih mendekati level tertinggi pertengahan Agustus dengan data kepercayaan konsumen dari Jerman dan Prancis menunjukkan sedikit peningkatan.
Data inflasi Uni Eropa terbaru akan hadir minggu ini, dan diperkirakan akan menunjukkan pelonggaran tekanan.
Meskipun begitu, perjuangan untuk menahan pertumbuhan harga belum selesai, Presiden ECB Christine Lagarde mengatakan pada hari Senin.
"Ini bukan waktunya untuk mulai menyatakan kemenangan," Lagarde mengatakan pada pertemuan anggota parlemen Uni Eropa di Brussels. "Kita harus tetap memperhatikan berbagai kekuatan yang mempengaruhi inflasi dan tetap fokus pada mandat kita untuk menjaga stabilitas harga."
GBP/USD naik sedikit ke 1,2626, diperdagangkan di dekat level tertinggi lebih dari dua bulan.
Yen menguat jelang rilis data
Di Asia, USD/JPY diperdagangkan sedikit lebih rendah di 148,64, dengan yen terbantu oleh berlanjutnya pelemahan dolar.
Namun, mata uang Jepang ini kemungkinan akan mengalami gejolak tergantung pada hasil data inflasi minggu ini dari Amerika Serikat, serta angka produksi industri dan retail sales dari Jepang.
USD/CNY diperdagangkan flat di 7,1526, dengan fokus minggu ini yakni PMI untuk bulan November, yang akan terbit pada hari Kamis. Angka-angka tersebut diperkirakan akan menunjukkan berlanjutnya pelemahan dalam aktivitas bisnis setelah serangkaian angka yang mengecewakan di bulan Oktober.
AUD/USD naik tipis ke 0,6607, setelah retail sales Australia tanpa diduga menyusut di bulan Oktober, memacu beberapa spekulasi bahwa inflasi akan cenderung lebih rendah dalam beberapa bulan mendatang.

Komentar
Posting Komentar