PT Equityworld Futures Semarang – Partisipasi Irak dalam OPEC+ untuk membatasi produksi minyak dapat memengaruhi harga minyak, dan beberapa faktor dapat diperhitungkan, Harga minyak mentah dunia dibuka beragam pada perdagangan hari ini Senin (13/11/2023) setelah kenaikan dua hari beruntun efek aksi pemboman Israel ke rumah sakit Indonesia di Gaza dan Irak mendukung pengurangan produksi OPEC.
Berikut adalah poin-poin kunci yang dapat diambil dari laporan tersebut:
Pergerakan Harga Minyak:
- Harga minyak mentah dunia dibuka beragam pada perdagangan Senin setelah kenaikan dua hari sebelumnya. Minyak mentah WTI dibuka turun 0,03% menjadi US$77,15 per barel, sedangkan minyak mentah Brent dibuka stagnan di US$81,43 per barel.
- Pada perdagangan Jumat sebelumnya, harga minyak naik sekitar 2%, didukung oleh aksi pemboman Israel ke rumah sakit Indonesia di Gaza dan Irak, yang berpotensi mendukung pengurangan produksi OPEC+.
Faktor Penggerak Harga:
- Komentar positif dari Irak, dukungan untuk pengurangan minyak OPEC+, dan pemangkasan jumlah rig minyak di AS menjadi faktor-faktor yang mempengaruhi pergerakan harga minyak.
- Perusahaan energi di AS memangkas jumlah rig minyak yang beroperasi selama dua minggu berturut-turut ke level terendah sejak Januari 2022.
Kekhawatiran Terhadap Permintaan:
- Kekhawatiran terhadap permintaan minyak meningkat, terutama setelah data ekonomi China yang lemah pada pekan sebelumnya. Pabrik penyulingan di China, pembeli terbesar minyak mentah dari Arab Saudi, meminta pengurangan pasokan untuk bulan Desember.
Sentimen Global:
- Sentimen konsumen AS turun selama empat bulan berturut-turut di November, dan ekspektasi rumah tangga terhadap inflasi meningkat.
- Perekonomian Inggris mengalami stagnasi pada periode Juli hingga September, menghindari resesi.
Pertemuan OPEC+:
- OPEC+ dijadwalkan bertemu pada 26 November mendatang. Irak menyatakan keterlibatan Baghdad dalam perjanjian OPEC+ untuk menentukan tingkat produksi.
Proyeksi Harga Minyak:
- Analis di Capital Economics memperkirakan bahwa OPEC+ mungkin akan mengurangi pasokan lebih lanjut jika harga terus turun. Mereka tetap berpegang pada perkiraan harga minyak Brent berada dalam kisaran US$85 per barel pada akhir tahun ini dan tahun depan.
Dampak Suku Bunga:
- Pernyataan dari Presiden The Federal Reserve Bank AS, Mary Daly, dan Ketua Fed Jerome Powell tentang kebijakan suku bunga yang lebih tinggi dapat mempengaruhi permintaan minyak dengan memperlambat pertumbuhan ekonomi.
Pertimbangan Terkait Pasar Minyak:
- Terdapat pertimbangan bahwa kekhawatiran pasar terhadap permintaan China dan prospek makro global lebih luas dapat memotivasi Arab Saudi untuk memperpanjang pengurangan produksinya hingga kuartal pertama 2024.
Poin-poin ini memberikan gambaran menyeluruh tentang faktor-faktor yang mempengaruhi harga minyak mentah saat ini dan faktor-faktor yang mungkin memainkan peran penting dalam pergerakan pasar di masa mendatang.

Komentar
Posting Komentar