Bursa saham Asia mayoritas mengalami kenaikan pada hari Senin. Penguatan
ini terjadi menyusul rebound di pasar China yang didukung oleh janji
lanjutan pemerintah terkait langkah-langkah stimulus ekonomi. Nikkei 225
Jepang juga mencapai level tertinggi dalam 33 tahun.
People's Bank of China (PBOC) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga
loan prime rate di dekat rekor terendah. PBOC juga menyuntik likuiditas
sekitar 80 miliar yuan ke pasar. Rebound saham-saham properti di China
mendukung pasar saham di sana.
Baca : Harga Emas Flat Pada Hari Senin (20/11), Tembaga Naik
ASX 200 Australia naik 0,2%, dengan beberapa penguatan saham-saham komoditas. Fokus tertuju pada notulen rapat Reserve Bank of Australia untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut tentang kebijakan moneter. Indeks KOSPI Korea Selatan menguat 0,7%. Pasar Asia berhati-hati menjelang notulen rapat Federal Reserve akhir Oktober yang dijadwalkan pada hari Selasa. Notulen tersebut diharapkan memberikan isyarat mengenai arah kebijakan suku bunga AS.
Nikkei 225 Jepang mencapai level tertinggi dalam 33 tahun. Kinerja positif ini dipengaruhi oleh laporan keuangan yang kuat dan harapan terkait kebijakan Bank of Japan yang tetap dovish.Saham-saham produsen chip Asia, seperti Advantest Corp Jepang, SK Hynix Inc Korea Selatan, dan TSMC (Taiwan Semiconductor Manufacturing Company), menjadi sorotan menjelang laporan keuangan kuartalan dari Nvidia yang dijadwalkan pada Selasa.Investor menyoroti laporan keuangan Nvidia yang dijadwalkan pada hari Selasa. Laporan tersebut diharapkan memberikan isyarat tentang kinerja perusahaan, terutama terkait dengan lonjakan permintaan yang dipicu oleh kecerdasan buatan (AI).
Pasar Asia mengalami sejumlah peristiwa penting, termasuk tindakan stimulus pemerintah China, kebijakan Bank of Japan, dan antisipasi terhadap laporan keuangan perusahaan teknologi seperti Nvidia. Keputusan PBOC dan notulen rapat Federal Reserve AS menjadi faktor-faktor yang mempengaruhi sentimen pasar.

Komentar
Posting Komentar