PT Equityworld Futures Semarang – Dolar AS sedikit melemah di awal perdagangan Eropa hari Rabu (06/12), tetapi masih mendekati level tertinggi dua minggu, menjelang data ketenagakerjaan utama, sementara euro turun setelah lemahnya factory orders Jerman.
Pukul 16.35 WIB, Indeks Dolar, yang melacak greenback terhadap enam mata uang lainnya, diperdagangkan turun tipis 0,1% di 103,925, setelah naik 0,3% sebelumnya.
Indeks naik 0,5% bulan ini, setelah jatuh 3% di bulan November, penurunan bulanan paling tajam dalam setahun.
Data pasar tenaga kerja menjadi fokus
Data terbaru secara umum indikasi perlambatan ekonomi AS, meskipun tanda-tanda masih menunjukkan kemungkinan soft landing.
Rilis hari Selasa menunjukkan lowongan pekerjaan AS jatuh ke level terendah 2,5 tahun di bulan Oktober, tanda terkuat bahwa suku bunga yang lebih tinggi mengurangi permintaan pekerja.
Pasar tenaga kerja akan tetap menjadi fokus pada hari Rabu. Pasalnya akan hadir Laporan ketenagakerjaan ADP sebelum pengumuman payrolls bulanan pada hari Jumat.
"Kami menduga pasar mengambil sikap yang lebih berhati-hati saat kita menuju ke angka-angka payrolls utama AS pada hari Jumat dan rapat The Fed minggu depan, di mana ada kemungkinan besar FOMC akan menyampaikan protes terhadap ekspektasi penurunan suku bunga - terutama jika data gagal berubah lebih rendah," ungkap analis di ING, dalam sebuah catatan.
Euro terus melemah.
Baca: Mata Uang Asia Stabil Di Perdagangan Asia Kamis (07/12)
Di Eropa, EUR/USD turun tipis ke 1,0794, mendekati level terendah tiga minggu di hari Selasa, setelah factory orders Jerman merosot 3,7% dalam satu bulan di bulan Oktober, sebuah penurunan tajam setelah naik 0,7% di bulan sebelumnya.
Data terbaru isyarat bahwa zona euro akan mengalami resesi pada kuartal terakhir tahun ini, karena ekonominya mengalami kontraksi 0,1% pada kuartal ketiga, menurut data resmi.
Retail sales zona Euro terlihat naik 0,2% secara bulanan pada bulan Oktober di sesi ini, penurunan tahunan sebesar 1,1%, saat konsumen di wilayah tersebut terus kesulitan, menjelang periode perayaan.
Perlambatan ekonomi ini, ditambah dengan inflasi di seluruh zona euro yang turun lebih cepat dari yang diantisipasi, telah membuat banyak orang berpikir bahwa Bank Sentral Eropa dapat memberikan penurunan suku bunga pertama pada bulan Maret.
"Posisi short euro tampaknya menjadi salah satu yang paling populer di FX saat ini," tambah ING.
GBP/USD naik 0,1% menjadi 1,2604, menjelang rilis terbaru laporan stabilitas keuangan Bank of England.
Yuan turun oleh downgrade peringkat Moody's
Di Asia, AUD/USD naik 0,4% menjadi 0,6576, pulih dari penurunan tajam selama dua hari bahkan ketika data menunjukkan ekonomi Australia tumbuh kurang dari yang diharapkan pada kuartal ketiga, terutama terpukul oleh turunnya permintaan ekspor di China.
USD/JPY diperdagangkan naik 0,1% ke 147,21, stabil setelah yen mencatat pemulihan tajam terhadap dolar dalam beberapa sesi terakhir.
USD/CNY diperdagangkan menguat 0,2% ke 7,1589, dengan sentimen terhadap yuan terpukul oleh lembaga pemeringkat Moody's, yang menurunkan outlook kredit negara tersebut menjadi negatif dan menandai peningkatan risiko ekonomi dari turunnya pasar properti.

Komentar
Posting Komentar