PT Equityworld Futures Semarang – Yen Jepang Kian Turun Pada Hari Selasa Setelah Bank of Japan Tidak Memberikan Sinyal Pivot
PT Equityworld Futures Semarang – Yen Jepang kian turun pada hari Selasa setelah Bank of Japan mempertahankan sikap ultra-dovish dan tidak memberikan sinyal tentang pivot yang direncanakan, sementara mata uang Asia yang lebih luas tenang kala rally pasca Federal Reserve mendingin.
Ketahanan dalam dolar juga menekan mata uang regional, lantaran beberapa pejabat Fed meremehkan antusiasme bahwa penurunan suku bunga oleh bank sentral sudah dekat.
Yen Jepang lemah usai BOJ pertahankan kebijakan dovish, tetap bungkam soal pivot
Yen adalah pemain terburuk di Asia untuk hari ini, melemah 0,6% setelah BOJ mempertahankan suku bunga pada tingkat negatif dan tidak menawarkan isyarat mengenai kapan berencana untuk mulai mengetatkan kebijakan.
Namun, bank sentral memperingatkan bahwa inflasi Jepang kemungkinan akan tetap tinggi dalam beberapa bulan mendatang - sebuah tren yang dapat membuat bank berada di bawah tekanan yang semakin besar untuk mengetatkan kebijakan.
Meskipun Gubernur Kazuo Ueda telah memberikan beberapa sinyal terkait potensi pengetatan kebijakan pada tahun 2024, ia menegaskan perlunya kebijakan ultra-longgar dalam waktu dekat, dengan mengutip peningkatan risiko ekonomi terhadap Jepang. BOJ menekankan sikap ini pada hari Selasa.
Namun, yen tetap mendekati level tertinggi lima bulan terakhir terhadap dolar, setelah pulih tajam menyusul sinyal dovish dari the Fed minggu lalu.
Sebagian besar mata uang Asia, meskipun sedikit melemah pada hari Selasa, juga mengalami penguatan terhadap dolar selama seminggu terakhir, setelah the Fed mengatakan bahwa mereka telah selesai menaikkan suku bunga dan akan mempertimbangkan penurunan suku bunga di tahun mendatang.
Dolar Australia naik 0,2%, tetap mendekati level tertinggi dalam lima bulan. Notulen rapat Bank Sentralnya bulan Desember menunjukkan meskipun bank telah mempertimbangkan untuk menaikkan suku bunga, mereka tetap menahannya untuk mengantisipasi lebih banyak sinyal ekonomi.
Yuan China turun 0,1% sebelum keputusan People's Bank of China soal loan prime rates/LPR minggu ini. Bank sentral secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pada rekor terendah, tatkala bank sentral berjuang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sambil mendukung yuan.
Kekhawatiran terhadap China masih membuat sentimen terhadap pasar Asia tetap goyah, menyusul serangkaian rilis ekonomi yang suram untuk bulan November.
Won Korea Selatan turun 0,1%, sementara rupee India datar tetapi diperdagangkan di atas rekor terendah yang dicapai bulan lalu.
Dolar temukan pijakannya lantaran pejabat Fed abaikan harapan penurunan suku bunga
Indeks dolar dan indeks dolar berjangka diperdagangkan flat di perdagangan Asia pada hari Selasa, tetapi telah mengalami rebound dari posisi terendah empat bulan dalam dua sesi terakhir.
Sejumlah pejabat The Fed mengatakan bahwa meskipun bank akan memangkas suku bunga pada tahun 2024, spekulasi mengenai pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat tidak berdasar.
Presiden Fed Chicago Austan Goolsbee mengatakan bahwa bank tidak berkomitmen untuk segera memangkas suku bunga, bergabung dengan beberapa pejabat lainnya dalam menolak ekspektasi akan berakhirnya suku bunga tinggi secara tiba-tiba.
Namun, Fed Fund futures menunjukkan peluang hampir 63% untuk pemangkasan suku bunga pada Maret 2024.
Analis Goldman Sachs juga mengatakan pada hari Selasa bahwa bank sentral akan memangkas suku bunga lima kali pada tahun 2024, dengan sebagian besar bias pemangkasan ke paruh pertama tahun ini.

Komentar
Posting Komentar