Langsung ke konten utama

PT Equityworld Futures Semarang – Analis Ungkap Alasan 'Minggu Ini Terpenting untuk Peristiwa Risiko dalam Beberapa Tahun'


PT Equityworld Futures Semarang – Ini bisa menjadi minggu terbesar untuk "peristiwa risiko" dalam beberapa tahun terakhir ini, analis di Argus berpendapat dalam sebuah catatan riset kepada klien pada hari Senin (29/01).

Perusahaan menjelaskan bahwa sebagai permulaan, MSFT dan GOOGL melaporkan laba setelah penutupan hari Selasa (30/01), sementara AAPL, AMZN, dan META (NASDAQ:META) melaporkannya setelah tutup perdagangan hari Kamis. Perusahaan-perusahaan tersebut mewakili hampir 23% dari S&P 500 dan 32% dari Nasdaq 100.

Selain itu, The Fed menyimpulkan rapat dua harinya pada Rabu setempat "dengan sedikit keunggulan dalam probabilitas bahwa mereka akan membiarkan fed fund tetap dalam rapat 20 Maret dan melakukan pemangkasan suku bunga pertama pada tanggal 1 Mei," sementara pada hari Jumat, laporan ketenagakerjaan bulan Januari dirilis.

"Dengan S&P 500, S&P 100, dan QQQ di level tertinggi sepanjang masa (ATH), tidak ada resistance grafik atau supply level di atas harga saat ini," ungkap Argus. "Dengan kata lain, semua orang yang berinvestasi dalam indeks-indeks ini tengah menikmati keuntungan. Sebagian besar keuntungan besar pasar saham terjadi setelah indeks dan saham-saham individual menembus ATH."

"Indeks-indeks mega-cap telah menciptakan apa yang kami sebut sebagai platform untuk bergerak lebih tinggi," tambahnya. "Namun, kami akan lalai jika kami tidak mengungkapkan beberapa kekhawatiran mengenai momentum overbought dan divergen, meluasnya overbought, dan indikator-indikator sentimen tertentu yang jelas-jelas melebar."

Argus mencatat bahwa meskipun tidak ada resistance di grafik, ada trendline resistance untuk S&P 500 di dekat area 5.000 hingga 5.100, sementara menurut Goldman Sachs, dua minggu terakhir bulan Februari adalah "secara historis dua minggu terburuk dalam setahun sejak tahun 1928."

Perusahaan ini netral dalam jangka menengah dan jangka panjang dan melihat teknologi dan layanan komunikasi sebagai sektor-sektor yang menguat dan utilitas serta real estat sebagai sektor-sektor yang melemah.

PT Equityworld Futures Semarang

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Equityworld Futures Semarang : OPEC Beri Sinyal Kembali Pangkas Produksi Dorong Harga Minyak Naik

Equityworld Futures Semarang -  Harga minyak  mentah dunia naik hampir 3 persen, terangkat dari posisi terendahnya dalam lima bulan pada pekan ini. Kenaikan harga terjadi setelah Arab Saudi mengatakan OPEC hampir menyetujui untuk memperpanjang pengurangan produksi di luar Juni serta Wall Street yang tercatat menguat. Melansir laman  Reuters , Sabtu ( 8/6/2019 ), harga minyak mentah berjangka Brent naik USD 1,62, atau 2,6 persen menjadi USD 63,29 per barel. Harga minyak mentah West Texas Intermediate ( WTI ) AS berakhir USD 53,99 per barel, naik USD 1,40, atau 2,7 persen. kunjungi  PT. Equityworld Futures | Perusahaan Investasi Berjangka Harga minyak Brent membukukan penurunan mingguan ketiga, yang turun hampir 2 persen. Sementara harga WTI naik sekitar 1 persen pada pekan ini. Pada hari Rabu, kedua tolok ukur minyak dunia tersebut mencapai titik terendah sejak Januari. Menteri Energi Saudi Khalid al-Falih mengatakan dalam konferensi Pers di Rusia,...

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Diproyeksi Menguat pada Selasa (18/11/2025), Cek Rekomendasi Saham dari Analis

  PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,55% ke level 8.416,88 pada akhir perdagangan Senin (17/11/2025). Penguatan ini terutama ditopang lonjakan saham-saham berkapitalisasi besar serta blue chips perbankan yang kembali mencatat kenaikan signifikan. Penguatan IHSG diprediksi masih akan berlanjut pada perdagangan Selasa (18/11/2025). Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata menilai, penguatan IHSG pada Senin (17/11/2025) sebagian besar berasal dari saham-saham penggerak indeks. “Market cap besar yang naik itu BBCA naik 1,78%, DSSA 6,58%, TPIA 1,43%, BBRI 1,03%. Belum lagi BMRI naik 1,47% dan TLKM naik 1,69%. CUAN juga naik 2,33%. Kenaikan saham-saham big caps dan blue chips ini menjadi index mover utama,” ujar Liza kepada Kontan, Senin (17/11/2025). Dari eksternal, ia menyoroti bahwa meski pemerintah Amerika Serikat sudah keluar dari masa government shutdown, data ekonomi tidak akan langsung tersedia. ...

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Diramal Lanjut Menguat, Cermati Rekomendasi Saham untuk Jumat (24/10)

  PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat (24/10/2025). Sentimen global masih akan mendominasi pergerakan harga indeks. Pada perdagangan Kamis (23/10/2025) kemarin, IHSG ditutup melonjak 1,49% ke level 8.274 pada akhir perdagangan Kamis (23/10/2025). Indeks juga sempat mencapai level intraday tertinggi baru di level 8.292. Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang menilai, sumber penguatan IHSG kemarin datang dari kabar rencana Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk membentuk perusahaan pengelola aset baru hasil penggabungan entitas anak PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Jika berhasil, perusahaan ini diperkirakan memiliki dana kelolaan sekitar US$ 8 miliar.  Aksi korporasi ini ditaksir akan rampung pada semester I tahun 2026, namun belum ada keputusan final terkait hal ini....