Langsung ke konten utama

PT Equityworld Futures Semarang – Dow Futures Bergerak Turun, Laba Teknologi dan Keputusan Fed Menjadi Fokus


PT Equityworld Futures Semarang – Saham futures AS diperdagangkan turun pada hari Senin (29/01), kala investor mengalihkan perhatian kepada laporan pendapatan teknologi utama serta keputusan suku bunga Federal Reserve.

Pada pukul 06.15 WIB, Dow Jones Futures turun 0,2% sementara S&P 500 Futures dan Nasdaq 100 Futures masing-masing turun 0,3%.

Minggu perdagangan sebelumnya melihat ketiga indeks utama naik, didukung oleh data ekonomi yang positif. ekonomi AS menampilkan pertumbuhan yang lebih kuat dari perkiraan di Q4, sementara inflasi inti tahunan lebih rendah dari prediksi para ekonom, isyaratkan kemungkinan perlambatan kenaikan harga. Namun, peningkatan pasar agak lemah dibandingkan dengan rally minggu sebelumnya, menyusul laporan pendapatan yang mengecewakan dari perusahaan-perusahaan besar seperti Intel (NASDAQ:INTC) dan Tesla (NASDAQ:TSLA).

Minggu ini akan menjadi minggu yang penting, dengan agenda rapat kebijakan pertama Federal Reserve di tahun ini, disertai dengan rilis data yang signifikan seperti nonfarm payrolls, PMI Manufaktur ISM, dan Lowongan pekerjaan JOLTs. The Fed diantisipasi akan menahan suku bunga di level tertinggi 23 tahun, dengan investor tertarik untuk melihat apa pun sinyal tentang waktu pemangkasan suku bunga tahun ini.

Dari sisi data, diperkirakan non-farm payrolls akan meningkat sebesar 162k di bulan Januari, melambat dari peningkatan 216k di bulan Desember. Tingkat pengangguran diperkirakan akan tetap stabil sebesar 3,7% untuk periode kedua, sementara pertumbuhan upah bulanan kemungkinan akan turun menjadi 0,3% dari 0,4%. ISM PMI akan terus menandakan kontraksi di sektor manufaktur pada awal tahun.

Investor juga akan terus memantau perubahan pekerjaan ADP, produktivitas tenaga kerja dan biaya tenaga kerja Q4, factory orders, dan indeks industri regional seperti Chicago PMI dan Indeks Manufaktur Fed Dallas.

Musim laporan keuangan yang tengah berlangsung akan terus menjadi berita utama. Daftar perusahaan-perusahaan besar yang akan melaporkan jadi sorotan, termasuk raksasa teknologi seperti Apple Inc (NASDAQ:AAPL), Amazon.com Inc (NASDAQ:AMZN), Alphabet (NASDAQ:GOOGL) Inc (NASDAQ:GOOG), Microsoft Corporation (NASDAQ:MSFT), Meta Platforms Inc (NASDAQ:META), dan lainnya seperti Advanced Micro Devices Inc (NASDAQ:AMD), Automatic Data Processing Inc (NASDAQ:ADP), Boeing Co (NYSE:BA), Chevron Corp (NYSE:CVX), Exxon Mobil Corp (NYSE:XOM), Mastercard Inc (NYSE:MA), Merck & Company Inc (NYSE:MRK), Pfizer Inc (NYSE:PFE), General Motors Company (NYSE:GM), Novo Nordisk A / S (NYSE:NVO), dan Starbucks Corporation (NASDAQ:SBUX).


Pada perdagangan reguler hari Jumat lalu, Dow Jones Industrial Average bertambah 60,3 poin atau 0,2% menjadi 38.109,4, sementara S&P 500 turun 3,2 poin atau 0,1% ke 4.891, dan NASDAQ Composite turun 55,1 poin atau 0,4% menjadi 15.455,4.

Di pasar obligasi, yields 10 tahun mencapai 4,137%.

PT Equityworld Futures Semarang

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Equityworld Futures Semarang : OPEC Beri Sinyal Kembali Pangkas Produksi Dorong Harga Minyak Naik

Equityworld Futures Semarang -  Harga minyak  mentah dunia naik hampir 3 persen, terangkat dari posisi terendahnya dalam lima bulan pada pekan ini. Kenaikan harga terjadi setelah Arab Saudi mengatakan OPEC hampir menyetujui untuk memperpanjang pengurangan produksi di luar Juni serta Wall Street yang tercatat menguat. Melansir laman  Reuters , Sabtu ( 8/6/2019 ), harga minyak mentah berjangka Brent naik USD 1,62, atau 2,6 persen menjadi USD 63,29 per barel. Harga minyak mentah West Texas Intermediate ( WTI ) AS berakhir USD 53,99 per barel, naik USD 1,40, atau 2,7 persen. kunjungi  PT. Equityworld Futures | Perusahaan Investasi Berjangka Harga minyak Brent membukukan penurunan mingguan ketiga, yang turun hampir 2 persen. Sementara harga WTI naik sekitar 1 persen pada pekan ini. Pada hari Rabu, kedua tolok ukur minyak dunia tersebut mencapai titik terendah sejak Januari. Menteri Energi Saudi Khalid al-Falih mengatakan dalam konferensi Pers di Rusia,...

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Diproyeksi Menguat pada Selasa (18/11/2025), Cek Rekomendasi Saham dari Analis

  PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,55% ke level 8.416,88 pada akhir perdagangan Senin (17/11/2025). Penguatan ini terutama ditopang lonjakan saham-saham berkapitalisasi besar serta blue chips perbankan yang kembali mencatat kenaikan signifikan. Penguatan IHSG diprediksi masih akan berlanjut pada perdagangan Selasa (18/11/2025). Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata menilai, penguatan IHSG pada Senin (17/11/2025) sebagian besar berasal dari saham-saham penggerak indeks. “Market cap besar yang naik itu BBCA naik 1,78%, DSSA 6,58%, TPIA 1,43%, BBRI 1,03%. Belum lagi BMRI naik 1,47% dan TLKM naik 1,69%. CUAN juga naik 2,33%. Kenaikan saham-saham big caps dan blue chips ini menjadi index mover utama,” ujar Liza kepada Kontan, Senin (17/11/2025). Dari eksternal, ia menyoroti bahwa meski pemerintah Amerika Serikat sudah keluar dari masa government shutdown, data ekonomi tidak akan langsung tersedia. ...

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Diramal Lanjut Menguat, Cermati Rekomendasi Saham untuk Jumat (24/10)

  PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat (24/10/2025). Sentimen global masih akan mendominasi pergerakan harga indeks. Pada perdagangan Kamis (23/10/2025) kemarin, IHSG ditutup melonjak 1,49% ke level 8.274 pada akhir perdagangan Kamis (23/10/2025). Indeks juga sempat mencapai level intraday tertinggi baru di level 8.292. Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang menilai, sumber penguatan IHSG kemarin datang dari kabar rencana Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk membentuk perusahaan pengelola aset baru hasil penggabungan entitas anak PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Jika berhasil, perusahaan ini diperkirakan memiliki dana kelolaan sekitar US$ 8 miliar.  Aksi korporasi ini ditaksir akan rampung pada semester I tahun 2026, namun belum ada keputusan final terkait hal ini....