Langsung ke konten utama

PT Equityworld Futures Semarang – Harga Emas Stabil setelah Turun ke "Zona Merah" Awal Pekan


PT Equityworld Futures Semarang – Harga emas stabil pada Selasa (23/01) pagi ini setelah ditutup di zona merah di awal pekan Senin (22/01) kemarin.

Harga emas spot stabil di sekitar level $2.022,55/oz atau naik tipis 0,02% dan harga emas berjangka sedikit turun 0,01% di $2.021,49/oz menurut data Investing.com pukul 07.11 WIB. Kedua instrumen ditutup melemah lebih 0,34% pada perdagangan Senin (22/01) kemarin.

Emas kemungkinan akan mendapat support di $2.004,60 dan resistance di $2.041,90.

Indeks Dolar AS yang memantau kinerja greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,07% dan diperdagangkan di $103,14.

Sementara itu di Comex Senin, Perak untuk penyerahan Maret sempat jatuh 2,35% dan diperdagangkan di $22,18/oz sedangkan Tembaga untuk penyerahan Maret jatuh 0,97% dan diperdagangkan ke $3,75 per pon.

Memasuki sesi awal pekan, harga emas turun di perdagangan Asia pada hari Senin (22/01) di tengah meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menahan suku bunga lebih tinggi lebih lama, meskipun beberapa permintaan safe haven dan pelemahan dolar dalam waktu dekat membuat logam mulia ini tetap berada di atas level kunci.

Harga emas ditekan oleh aksi profit taking besar pada bulan Januari saat traders membatalkan ekspektasi bahwa The Fed akan mulai memangkas suku bunga paling cepat Maret 2024. Pelemahan ini mencapai puncaknya pada akhir pekan lalu ketika logam mulia ini hampir menembus level di bawah $2.000/oz.

Namun emas menyentuh support kuat pada level tersebut, terutama dibantu oleh peningkatan permintaan safe haven dalam menghadapi konflik yang memburuk di Timur Tengah. Beberapa aksi profit taking jangka pendek dolar, yang jatuh dari level terendah lebih dari satu bulan pada hari Senin, juga membantu harga emas.

Namun emas tetap berada di bawah tekanan dari potensi kenaikan suku bunga AS yang lebih tinggi.

Fedwatch tool dari CME menunjukkan hari Senin bahwa traders kini memperkirakan peluang yang lebih besar bahwa Fed akan menahan suku bunga pada bulan Maret, berlawanan dengan ekspektasi awal untuk pemotongan.

Tool ini menunjukkan peluang 52,9% bagi Fed untuk mempertahankan suku bunga, naik tajam dari peluang 19% yang terlihat minggu lalu. Traders juga memperkirakan 46,2% peluang untuk pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin, turun tajam dari 76,3% peluang yang terlihat seminggu yang lalu.

Pergeseran ekspektasi ini terjadi di tengah sejumlah pejabat the Fed yang menyatakan bahwa masih terlalu dini bagi bank sentral untuk mempertimbangkan penurunan suku bunga, terutama karena inflasi masih tetap tinggi. Bank sentral AS juga secara luas diperkirakan akan menahan suku bunga ketika bertemu minggu depan.

Namun sebelum itu, sejumlah data ekonomi utama AS akan terbit minggu ini. Data PDB kuartal keempat akan hadir pada hari Kamis, sementara data Indeks harga PCE - yang merupakan pengukur inflasi pilihan The Fed - akan terbit pada hari Jumat.

Kedua data tersebut secara luas diperkirakan akan menjadi faktor penentu dalam rencana suku bunga The Fed tahun ini. Meskipun emas pada akhirnya akan mendapat keuntungan dari penurunan suku bunga The Fed, waktu dan skala potensi penurunan suku bunga masih belum pasti.

PT Equityworld Futures Semarang

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Equityworld Futures Semarang : OPEC Beri Sinyal Kembali Pangkas Produksi Dorong Harga Minyak Naik

Equityworld Futures Semarang -  Harga minyak  mentah dunia naik hampir 3 persen, terangkat dari posisi terendahnya dalam lima bulan pada pekan ini. Kenaikan harga terjadi setelah Arab Saudi mengatakan OPEC hampir menyetujui untuk memperpanjang pengurangan produksi di luar Juni serta Wall Street yang tercatat menguat. Melansir laman  Reuters , Sabtu ( 8/6/2019 ), harga minyak mentah berjangka Brent naik USD 1,62, atau 2,6 persen menjadi USD 63,29 per barel. Harga minyak mentah West Texas Intermediate ( WTI ) AS berakhir USD 53,99 per barel, naik USD 1,40, atau 2,7 persen. kunjungi  PT. Equityworld Futures | Perusahaan Investasi Berjangka Harga minyak Brent membukukan penurunan mingguan ketiga, yang turun hampir 2 persen. Sementara harga WTI naik sekitar 1 persen pada pekan ini. Pada hari Rabu, kedua tolok ukur minyak dunia tersebut mencapai titik terendah sejak Januari. Menteri Energi Saudi Khalid al-Falih mengatakan dalam konferensi Pers di Rusia,...

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Diproyeksi Menguat pada Selasa (18/11/2025), Cek Rekomendasi Saham dari Analis

  PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,55% ke level 8.416,88 pada akhir perdagangan Senin (17/11/2025). Penguatan ini terutama ditopang lonjakan saham-saham berkapitalisasi besar serta blue chips perbankan yang kembali mencatat kenaikan signifikan. Penguatan IHSG diprediksi masih akan berlanjut pada perdagangan Selasa (18/11/2025). Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata menilai, penguatan IHSG pada Senin (17/11/2025) sebagian besar berasal dari saham-saham penggerak indeks. “Market cap besar yang naik itu BBCA naik 1,78%, DSSA 6,58%, TPIA 1,43%, BBRI 1,03%. Belum lagi BMRI naik 1,47% dan TLKM naik 1,69%. CUAN juga naik 2,33%. Kenaikan saham-saham big caps dan blue chips ini menjadi index mover utama,” ujar Liza kepada Kontan, Senin (17/11/2025). Dari eksternal, ia menyoroti bahwa meski pemerintah Amerika Serikat sudah keluar dari masa government shutdown, data ekonomi tidak akan langsung tersedia. ...

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Diramal Lanjut Menguat, Cermati Rekomendasi Saham untuk Jumat (24/10)

  PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat (24/10/2025). Sentimen global masih akan mendominasi pergerakan harga indeks. Pada perdagangan Kamis (23/10/2025) kemarin, IHSG ditutup melonjak 1,49% ke level 8.274 pada akhir perdagangan Kamis (23/10/2025). Indeks juga sempat mencapai level intraday tertinggi baru di level 8.292. Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang menilai, sumber penguatan IHSG kemarin datang dari kabar rencana Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk membentuk perusahaan pengelola aset baru hasil penggabungan entitas anak PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Jika berhasil, perusahaan ini diperkirakan memiliki dana kelolaan sekitar US$ 8 miliar.  Aksi korporasi ini ditaksir akan rampung pada semester I tahun 2026, namun belum ada keputusan final terkait hal ini....