PT Equityworld Futures Semarang – Harga Emas Berusaha Pulih sebelum Data Inflasi & Sinyal Fed; Tembaga Catat Pekan Kuat
PT Equityworld Futures Semarang – Harga emas juga bergerak dalam range ketat pada hari Jumat (26/01) dan menuju pekan kedua berturut-turut di zona merah dalam antisipasi isyarat lain tentang suku bunga AS membuat traders ragu-ragu, dengan fokus sekarang yaitu data inflasi utama dan rapat Federal Reserve.
Di sisi lain, harga tembaga menuju kinerja mingguan yang kuat setelah negara importir utama China meluncurkan lebih banyak langkah stimulus, sehingga menambah harapan bahwa permintaan untuk logam merah akan tetap kuat.
Langkah-langkah stimulus China menunjukkan beberapa peningkatan dalam risk appetite yang, ditambah dengan serangkaian capaian rekor tertinggi di Wall Street, semakin menekan permintaan emas.
Penguatan dolar - menyusul data produk domestik bruto yang lebih kuat dari perkiraan - juga membebani harga emas, menjaganya tetap dalam range perdagangan $2.000 - $2.050 yang terbentuk selama seminggu terakhir.
Emas spot stabil di $2.021,41/oz, sementara emas berjangka yang akan berakhir Februari naik 0.2% ke $2.021,10/oz pukul 11.46 WIB. Kedua instrumen turun sekitar 0,3% minggu ini.
Namun, penurunan yang lebih besar logam mulia ini tertahan oleh beberapa permintaan safe haven, pasalnya perang Israel-Hamas dan konflik yang semakin memburuk di Timur Tengah.
Inflasi PCE dan rapat Fed menjadi fokus
Pasar saat ini sedang menunggu sinyal baru mengenai kebijakan moneter AS, dimulai dengan data Indeks harga PCE - pengukur inflasi pilihan Fed - yang akan terbit pada hari Jumat. Data ini diperkirakan akan menegaskan kembali bahwa inflasi tetap tinggi di bulan Desember.
Inflasi yang tetap tinggi, ditambah dengan meningkatnya tanda-tanda ketahanan dalam ekonomi AS, memberikan ruang bagi the Fed untuk mempertahankan suku bunga lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama. Gagasan ini diperkirakan akan membatasi peningkatan besar dalam emas selama beberapa bulan mendatang.
The Fed akan bertemu minggu depan, dan secara luas diperkirakan akan menahan tingkat suku bunga. Pasar juga terlihat menetapkan peluang tahan suku bunga oleh bank sentral selama rapat bulan Maret, membalikkan ekspektasi sebelumnya untuk pemangkasan 25 basis poin.
Prospek suku bunga AS yang lebih tinggi untuk waktu lebih lama menjadi pertanda buruk bagi harga emas, mengingat suku bunga yang tinggi mendorong naiknya biaya peluang untuk berinvestasi dalam logam mulia.
Harga tembaga turun tetapi siap catat minggu yang kuat karena optimisme China
Tembaga yang akan berakhir bulan Maret turun 0,2% ke $3,8617 per pon, tetapi akan bertambah lebih dari 2% minggu ini setelah naik ke level tertinggi tiga minggu.
Naiknya tembaga utamanya ditopang oleh stimulus moneter tambahan di negara importir utama China, yang membantu meredakan kekhawatiran atas perlambatan permintaan yang membayangi.
Namun analis masih mempertanyakan seberapa besar dukungan ekonomi yang akan diberikan oleh stimulus moneter, mengingat China sedang bergulat dengan perlambatan parah dalam belanja konsumen dan bisnis. Pemulihan ekonomi pasca-COVID juga gagal terwujud pada tahun 2023, dan membuat sentimen terhadap China sebagian besar negatif.
Fokus saat ini beralih ke data purchasing managers yang akan datang dari negara tersebut, yang akan dirilis minggu depan, untuk mendapat lebih banyak petunjuk tentang ekonomi.

Komentar
Posting Komentar