Langsung ke konten utama

PT Equityworld Futures Semarang – Minyak Turun setelah Saudi Pangkas Harga dan Ketegangan di Timur Tengah


PT Equityworld Futures Semarang – Harga minyak turun di perdagangan Asia pada hari Senin (08/01) setelah Arab Saudi memangkas harga ekspor minyak Asia ke posisi terendah dalam lebih dari dua tahun terakhir, meskipun kerugiannya terbatas lantaran traders masih mengamati potensi gangguan pasokan dari Timur Tengah.

Eskalasi dalam konflik Israel-Hamas, ditambah dengan berlanjutnya gangguan pada aktivitas pengiriman di Laut Merah, membuat harga minyak meraih minggu pertama yang kuat di tahun 2024.

Tetapi peningkatan yang lebih besar tertahan oleh rebound dolar, sementara kekhawatiran atas permintaan juga tetap ada setelah putaran data ekonomi yang lemah dari China.

Turunnya harga Arab Saudi itu juga memberikan tanda pelemahan lain di pasar, pasalnya eksportir minyak terbesar di dunia ini bergulat dengan perlambatan permintaan, terutama di Asia.

Minyak Brent untuk penyerahan Maret turun 0,4% menjadi $78,48 per barel, dan minyak WTI turun 0,4% di $73,57 per barel pukul 01.02 WIB.

Kendati harga minyak mengalami beberapa kenaikan selama seminggu terakhir, harga minyak juga masih mengalami kerugian lebih dari 10% hingga 2023. Suku bunga yang tinggi dan lambatnya aktivitas ekonomi diperkirakan akan membebani permintaan tahun ini, sementara pasar minyak juga diperkirakan akan tetap dipasok dengan baik.
Arab Saudi pangkas harga ekspor minyak di tengah pelemahan pasar

Arab Saudi memangkas harga minyak mentah unggulannya, Arab Light, untuk pelanggan Asia ke level terendah dalam 27 bulan terakhir, produsen negara Saudi Aramco (TADAWUL:2222) mengatakan pada hari Minggu.

Harga pengiriman Arab Light ke Asia untuk bulan Februari dipangkas $2 di bawah benchmark regional Oman/Dubai, sementara harga minyak yang dipasok ke beberapa wilayah Eropa dan Mediterania juga dipangkas sebanyak $2 sedikit di atas benchmark Brent.

Langkah ini diambil karena negara ini menghadapi peningkatan persaingan atas ekspor minyak dari permintaan yang terbatas dan peningkatan produksi minyak oleh produsen-produsen Timur Tengah lainnya.

Turunnya harga juga terjadi sekitar sebulan setelah pengurangan produksi baru dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya (OPEC+) untuk tahun 2024 yang sebagian besar mengecewakan pasar. Pemangkasan tersebut, ditambah dengan rekor produksi AS yang mencapai rekor tertinggi, gagal meyakinkan pasar bahwa pasokan minyak global akan mengetat signifikan pada paruh pertama 2024.

Meskipun konflik Israel-Hamas memberikan beberapa tantangan terhadap prospek ini, dampak aktualnya terhadap pasokan minyak sejauh ini masih terbatas. AS juga telah turun tangan untuk mengisi kekurangan pasokan utama dalam perdagangan minyak Atlantik.
Pasar tunggu sinyal lanjutan pangkas suku bunga dan inflasi

Pasar minyak juga gelisah sebelum rilis serangkaian data ekonomi utama AS dan Asia minggu ini. Data inflasi dari Jepang, Australia, China dan AS akan dirilis minggu ini, dan diharapkan bisa memberi lebih banyak isyarat mengenai kekuatan ekonomi dan jalur suku bunga.

Nonfarm payrolls AS yang lebih kuat dari perkiraan pada hari Jumat membuat pasar kuat mengurangi ekspektasi bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga pada awal tahun ini - sebuah skenario yang menandai dukungan terbatas untuk harga minyak.

China, negara importir minyak terbesar di dunia, juga diperkirakan akan menunjukkan disinflasi selama satu bulan lagi di bulan Desember, memberikan prospek yang lemah untuk permintaan minyak global saat negara ini menghadapi pemulihan ekonomi yang lamban.

PT Equityworld Futures Semarang

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Equityworld Futures Semarang : OPEC Beri Sinyal Kembali Pangkas Produksi Dorong Harga Minyak Naik

Equityworld Futures Semarang -  Harga minyak  mentah dunia naik hampir 3 persen, terangkat dari posisi terendahnya dalam lima bulan pada pekan ini. Kenaikan harga terjadi setelah Arab Saudi mengatakan OPEC hampir menyetujui untuk memperpanjang pengurangan produksi di luar Juni serta Wall Street yang tercatat menguat. Melansir laman  Reuters , Sabtu ( 8/6/2019 ), harga minyak mentah berjangka Brent naik USD 1,62, atau 2,6 persen menjadi USD 63,29 per barel. Harga minyak mentah West Texas Intermediate ( WTI ) AS berakhir USD 53,99 per barel, naik USD 1,40, atau 2,7 persen. kunjungi  PT. Equityworld Futures | Perusahaan Investasi Berjangka Harga minyak Brent membukukan penurunan mingguan ketiga, yang turun hampir 2 persen. Sementara harga WTI naik sekitar 1 persen pada pekan ini. Pada hari Rabu, kedua tolok ukur minyak dunia tersebut mencapai titik terendah sejak Januari. Menteri Energi Saudi Khalid al-Falih mengatakan dalam konferensi Pers di Rusia,...

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Diproyeksi Menguat pada Selasa (18/11/2025), Cek Rekomendasi Saham dari Analis

  PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,55% ke level 8.416,88 pada akhir perdagangan Senin (17/11/2025). Penguatan ini terutama ditopang lonjakan saham-saham berkapitalisasi besar serta blue chips perbankan yang kembali mencatat kenaikan signifikan. Penguatan IHSG diprediksi masih akan berlanjut pada perdagangan Selasa (18/11/2025). Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata menilai, penguatan IHSG pada Senin (17/11/2025) sebagian besar berasal dari saham-saham penggerak indeks. “Market cap besar yang naik itu BBCA naik 1,78%, DSSA 6,58%, TPIA 1,43%, BBRI 1,03%. Belum lagi BMRI naik 1,47% dan TLKM naik 1,69%. CUAN juga naik 2,33%. Kenaikan saham-saham big caps dan blue chips ini menjadi index mover utama,” ujar Liza kepada Kontan, Senin (17/11/2025). Dari eksternal, ia menyoroti bahwa meski pemerintah Amerika Serikat sudah keluar dari masa government shutdown, data ekonomi tidak akan langsung tersedia. ...

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Diramal Lanjut Menguat, Cermati Rekomendasi Saham untuk Jumat (24/10)

  PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat (24/10/2025). Sentimen global masih akan mendominasi pergerakan harga indeks. Pada perdagangan Kamis (23/10/2025) kemarin, IHSG ditutup melonjak 1,49% ke level 8.274 pada akhir perdagangan Kamis (23/10/2025). Indeks juga sempat mencapai level intraday tertinggi baru di level 8.292. Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang menilai, sumber penguatan IHSG kemarin datang dari kabar rencana Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk membentuk perusahaan pengelola aset baru hasil penggabungan entitas anak PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Jika berhasil, perusahaan ini diperkirakan memiliki dana kelolaan sekitar US$ 8 miliar.  Aksi korporasi ini ditaksir akan rampung pada semester I tahun 2026, namun belum ada keputusan final terkait hal ini....