PT Equityworld Futures Semarang – Minyak Sedikit Bergerak sebelum Minggu Penuh Data; Kegelisahan di Timteng Berlanjut
PT Equityworld Futures Semarang – Harga minyak tidak banyak bergerak di perdagangan Asia pada hari Senin (15/01) dan pasar menunggu perkembangan baru dalam konflik Timur Tengah, sementara antisipasi terhadap beberapa data ekonomi utama AS dan China minggu ini membuat sentimen tetap terjaga.
Harga minyak telah mengalami kenaikan yang kuat menjelang akhir pekan lalu, setelah serangan AS dan Inggris terhadap Kelompok Houthi yang didukung Iran menambah kekhawatiran atas konflik yang lebih luas di Timur Tengah, yang, ditambah dengan perang Israel-Hamas, mengancam untuk mengganggu pasokan minyak dari wilayah tersebut.
Pasar kini menunggu potensi balasan oleh Houthi atas serangan minggu lalu, setelah kelompok ini mengatakan akan terus menargetkan kapal-kapal yang menuju ke Israel.
Namun, meskipun konflik ini membuat beberapa operator pelayaran menangguhkan rute melalui Laut Merah, konflik tersebut belum menyebabkan gangguan nyata pada pasokan minyak global. Otoritas Terusan Suez juga mencatat minggu lalu bahwa lalu lintas melalui rute utama tetap teratur.
Harga minyak juga mengalami awal yang lemah pada tahun 2024 setelah jatuh lebih dari 10% pada tahun lalu, lantaran pasar tetap yakin bahwa permintaan minyak global akan mengalami sedikit peningkatan tahun ini di tengah tekanan dari suku bunga yang tinggi, pertumbuhan ekonomi yang mendingin, dan inflasi tinggi.
Minyak Brent yang akan berakhir bulan Maret turun 0,1% ke $78,23 per barel, sementara minyak WTI turun 0,1% menjadi $72,73 per barel pukul 07.48 WIB. Hari libur pasar AS akan membuat volume perdagangan tetap tipis.
Data China dan AS ditunggu untuk mendapat lebih banyak isyarat permintaan
Fokus saat ini tertuju data ekonomi utama yang akan datang dari AS dan China minggu ini, untuk mendapat lebih banyak isyarat tentang potensi permintaan.
Bank sentral China diperkirakan akan memangkas suku bunga pinjaman jangka menengah pada hari Senin, seiring dengan upaya untuk menopang pemulihan ekonomi yang melambat.
Data produk domestik bruto kuartal keempat China akan dirilis hari Rabu, dan berpotensi menentukan arah ekonomi China pada tahun 2024. PDB diperkirakan akan sedikit melampaui target tahunan 5% dari pemerintah, tetapi peningkatan tersebut juga berasal dari dasar perbandingan yang lebih rendah dari tahun sebelumnya.
Permintaan bahan bakar di negara tersebut tampaknya telah membaik, saat data perdagangan pada hari Jumat menunjukkan impor minyak China mencapai rekor tertinggi pada tahun 2023. Tetapi prospek permintaan China tetap tidak pasti dalam menghadapi persediaan yang tinggi dan pelemahan yang terus-menerus di mesin ekonomi terbesar di negara itu.
Di AS, pasar akan mengamati pidato dari serangkaian pejabat Federal Reserve untuk mencari lebih banyak isyarat tentang kapan bank sentral berencana untuk mulai memangkas suku bunga tahun ini. Data retail sales juga diharap bisa memberi lebih banyak isyarat tentang inflasi, setelah data minggu lalu menunjukkan inflasi indeks harga konsumen (IHK) tumbuh lebih besar dari yang diperkirakan pada bulan Desember.
Inflasi yang tetap tinggi diperkirakan berpotensi menunda rencana the Fed untuk mulai memangkas suku bunga. dolar menemukan beberapa kekuatan dari gagasan ini, yang juga membebani harga minyak.

Komentar
Posting Komentar