Langsung ke konten utama

PT Equityworld Futures Semarang – Dolar AS 'Bisa Mencapai Titik Terendah' - JPMorgan


PT Equityworld Futures Semarang – Dolar AS "bisa jadi mencapai titik terendahnya," menurut catatan riset terbaru analis JPMorgan pada hari Senin (06/02) kemarin.

Analis tersebut mengatakan kepada investor dalam Chartbook Februari-nya bahwa perdagangan jangka panjang bakal konsolidasi. Selain itu, perusahaan tersebut mengatakan untuk tetap memilih growth vs value dalam jangka panjang, sementara mereka lebih memilih aset AS daripada Zona Euro, tetap Overweight untuk Jepang, dan berhati-hati di aset China.

"Sepanjang tahun ini, AS berada di depan Internasional, Growth mengungguli Value, saham-saham large caps kembali mengalahkan saham-saham kecil - Russell2000 turun 3% tahun ini, dan China terus kesulitan," tulis para analis. "Kami yakini bahwa hal ini, yang pada akhirnya tidak sehat, konsentrasi tinggi dan kepemimpinan yang sempit akan terus berlanjut hingga ada sesuatu yang pecah."

JPMorgan juga percaya bahwa pemotongan suku bunga Federal Reserve mungkin masih terlalu dini meskipun ada perubahan hawkish baru-baru ini dan kemungkinan inflasi akan meningkat lagi.

"Kami yakin bahwa perkiraan durasi panjang kami yang dibuat di bulan Oktober akan memiliki dasar di tahun 2024, tetapi kami berpendapat awal tahun ini bahwa yields kemungkinan akan berkonsolidasi dalam waktu dekat, dan USD dapat mencapai titik terendahnya," kata para analis. "Secara regional, kami lebih memilih saham AS daripada saham internasional sejak Mei tahun lalu dan belum melihat hal itu berubah."

Para analis juga menegaskan kembali downgrade peringkat Bank-Bank menjadi Underweight.

PT Equityworld Futures Semarang

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Equityworld Futures Semarang : OPEC Beri Sinyal Kembali Pangkas Produksi Dorong Harga Minyak Naik

Equityworld Futures Semarang -  Harga minyak  mentah dunia naik hampir 3 persen, terangkat dari posisi terendahnya dalam lima bulan pada pekan ini. Kenaikan harga terjadi setelah Arab Saudi mengatakan OPEC hampir menyetujui untuk memperpanjang pengurangan produksi di luar Juni serta Wall Street yang tercatat menguat. Melansir laman  Reuters , Sabtu ( 8/6/2019 ), harga minyak mentah berjangka Brent naik USD 1,62, atau 2,6 persen menjadi USD 63,29 per barel. Harga minyak mentah West Texas Intermediate ( WTI ) AS berakhir USD 53,99 per barel, naik USD 1,40, atau 2,7 persen. kunjungi  PT. Equityworld Futures | Perusahaan Investasi Berjangka Harga minyak Brent membukukan penurunan mingguan ketiga, yang turun hampir 2 persen. Sementara harga WTI naik sekitar 1 persen pada pekan ini. Pada hari Rabu, kedua tolok ukur minyak dunia tersebut mencapai titik terendah sejak Januari. Menteri Energi Saudi Khalid al-Falih mengatakan dalam konferensi Pers di Rusia,...

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Diproyeksi Menguat pada Selasa (18/11/2025), Cek Rekomendasi Saham dari Analis

  PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,55% ke level 8.416,88 pada akhir perdagangan Senin (17/11/2025). Penguatan ini terutama ditopang lonjakan saham-saham berkapitalisasi besar serta blue chips perbankan yang kembali mencatat kenaikan signifikan. Penguatan IHSG diprediksi masih akan berlanjut pada perdagangan Selasa (18/11/2025). Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata menilai, penguatan IHSG pada Senin (17/11/2025) sebagian besar berasal dari saham-saham penggerak indeks. “Market cap besar yang naik itu BBCA naik 1,78%, DSSA 6,58%, TPIA 1,43%, BBRI 1,03%. Belum lagi BMRI naik 1,47% dan TLKM naik 1,69%. CUAN juga naik 2,33%. Kenaikan saham-saham big caps dan blue chips ini menjadi index mover utama,” ujar Liza kepada Kontan, Senin (17/11/2025). Dari eksternal, ia menyoroti bahwa meski pemerintah Amerika Serikat sudah keluar dari masa government shutdown, data ekonomi tidak akan langsung tersedia. ...

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Diramal Lanjut Menguat, Cermati Rekomendasi Saham untuk Jumat (24/10)

  PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat (24/10/2025). Sentimen global masih akan mendominasi pergerakan harga indeks. Pada perdagangan Kamis (23/10/2025) kemarin, IHSG ditutup melonjak 1,49% ke level 8.274 pada akhir perdagangan Kamis (23/10/2025). Indeks juga sempat mencapai level intraday tertinggi baru di level 8.292. Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang menilai, sumber penguatan IHSG kemarin datang dari kabar rencana Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk membentuk perusahaan pengelola aset baru hasil penggabungan entitas anak PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Jika berhasil, perusahaan ini diperkirakan memiliki dana kelolaan sekitar US$ 8 miliar.  Aksi korporasi ini ditaksir akan rampung pada semester I tahun 2026, namun belum ada keputusan final terkait hal ini....