Langsung ke konten utama

PT Equityworld Futures Semarang – Harga Minyak Bergerak Tipis sebelum Data Inflasi Konsumen dan Laporan OPEC


PT Equityworld Futures Semarang – Harga minyak bergerak tipis di perdagangan Asia pada hari Selasa (13/02) dan traders menjadi berhati-hati menjelang data inflasi utama AS yang diperkirakan akan mempengaruhi tingkat suku bunga, sementara laporan bulanan OPEC juga menjadi fokus.

Harga berada dalam range untuk sesi kedua berturut-turut saat reli rebound minyak terbaru ini tampaknya mulai kehabisan tenaga. Harga minyak telah naik tajam minggu lalu setelah potensi gencatan senjata Israel-Hamas ditolak oleh Israel.

Israel tetap melanjutkan serangannya terhadap kelompok Palestina tersebut, sementara kelompok Houthi Yaman terus menyerang kapal-kapal di Laut Merah. Yang terakhir ini merupakan tanda paling jelas bahwa perang Israel-Hamas berpotensi berdampak pada pasokan minyak global, karena pengiriman minyak melalui wilayah tersebut dialihkan dan ditunda.

Minyak Brent yang akan berakhir April naik 0,1% ke $82,06 per barel, sementara minyak WTI naik 0,1% di $76,89 per barel pukul 08.58 WIB. Keduanya mendekati level tertinggi dalam dua minggu, meskipun volume perdagangan tertahan oleh libur selama seminggu di China.
Data inflasi dan laporan OPEC akan beri banyak isyarat penurunan suku bunga

Fokus saat ini tertuju data inflasi indeks harga konsumen (IHK) AS yang akan dirilis hari Selasa. Angka ini diperkirakan akan menunjukkan bahwa inflasi menurun lebih lanjut di bulan Januari, namun tetap berada di atas target tahunan Federal Reserve sebesar 2%.

Bank sentral baru-baru ini me-warning bahwa inflasi yang tinggi kemungkinan akan membuat suku bunga lebih tinggi lebih lama, yang menyiratkan tekanan berkelanjutan pada ekonomi dalam beberapa bulan mendatang - sebuah tren yang berpotensi mengurangi permintaan minyak.

Prospek suku bunga yang tinggi juga mendorong naiknya dolar, yang pada akhirnya menekan harga minyak. Dolar yang tinggi mengurangi permintaan minyak dengan membuat minyak lebih mahal bagi para pembeli internasional.

Data inflasi dari Inggris dan PDB dari zona euro juga akan terbit minggu ini, dengan data yang terakhir diperkirakan akan turun berkelanjutan di negara dengan ekonomi terbesar ketiga di dunia ini. Melambatnya pertumbuhan ekonomi di Eropa juga telah menimbulkan ketidakpastian atas permintaan minyak di tahun-tahun mendatang.

Sebuah laporan bulanan dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) akan hadir pada hari Selasa, dan diharapkan akan memberi lebih banyak petunjuk mengenai ekspektasi grup ini terhadap permintaan.

Grup ini telah mempertahankan tingkat produksinya tetap stabil selama pertemuan baru-baru ini, dan juga mengatakan bahwa mereka memperkirakan permintaan minyak akan meningkat secara substansial dalam dua tahun ke depan.

Setelah laporan OPEC, laporan bulanan
    
Laporan Bulanan IEA
Rilis Mendatang:
15/02/2024
dari International Energy Agency juga akan dirilis pada hari Kamis.

PT Equityworld Futures Semarang

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Equityworld Futures Semarang : OPEC Beri Sinyal Kembali Pangkas Produksi Dorong Harga Minyak Naik

Equityworld Futures Semarang -  Harga minyak  mentah dunia naik hampir 3 persen, terangkat dari posisi terendahnya dalam lima bulan pada pekan ini. Kenaikan harga terjadi setelah Arab Saudi mengatakan OPEC hampir menyetujui untuk memperpanjang pengurangan produksi di luar Juni serta Wall Street yang tercatat menguat. Melansir laman  Reuters , Sabtu ( 8/6/2019 ), harga minyak mentah berjangka Brent naik USD 1,62, atau 2,6 persen menjadi USD 63,29 per barel. Harga minyak mentah West Texas Intermediate ( WTI ) AS berakhir USD 53,99 per barel, naik USD 1,40, atau 2,7 persen. kunjungi  PT. Equityworld Futures | Perusahaan Investasi Berjangka Harga minyak Brent membukukan penurunan mingguan ketiga, yang turun hampir 2 persen. Sementara harga WTI naik sekitar 1 persen pada pekan ini. Pada hari Rabu, kedua tolok ukur minyak dunia tersebut mencapai titik terendah sejak Januari. Menteri Energi Saudi Khalid al-Falih mengatakan dalam konferensi Pers di Rusia,...

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Diproyeksi Menguat pada Selasa (18/11/2025), Cek Rekomendasi Saham dari Analis

  PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,55% ke level 8.416,88 pada akhir perdagangan Senin (17/11/2025). Penguatan ini terutama ditopang lonjakan saham-saham berkapitalisasi besar serta blue chips perbankan yang kembali mencatat kenaikan signifikan. Penguatan IHSG diprediksi masih akan berlanjut pada perdagangan Selasa (18/11/2025). Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata menilai, penguatan IHSG pada Senin (17/11/2025) sebagian besar berasal dari saham-saham penggerak indeks. “Market cap besar yang naik itu BBCA naik 1,78%, DSSA 6,58%, TPIA 1,43%, BBRI 1,03%. Belum lagi BMRI naik 1,47% dan TLKM naik 1,69%. CUAN juga naik 2,33%. Kenaikan saham-saham big caps dan blue chips ini menjadi index mover utama,” ujar Liza kepada Kontan, Senin (17/11/2025). Dari eksternal, ia menyoroti bahwa meski pemerintah Amerika Serikat sudah keluar dari masa government shutdown, data ekonomi tidak akan langsung tersedia. ...

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Diramal Lanjut Menguat, Cermati Rekomendasi Saham untuk Jumat (24/10)

  PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat (24/10/2025). Sentimen global masih akan mendominasi pergerakan harga indeks. Pada perdagangan Kamis (23/10/2025) kemarin, IHSG ditutup melonjak 1,49% ke level 8.274 pada akhir perdagangan Kamis (23/10/2025). Indeks juga sempat mencapai level intraday tertinggi baru di level 8.292. Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang menilai, sumber penguatan IHSG kemarin datang dari kabar rencana Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk membentuk perusahaan pengelola aset baru hasil penggabungan entitas anak PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Jika berhasil, perusahaan ini diperkirakan memiliki dana kelolaan sekitar US$ 8 miliar.  Aksi korporasi ini ditaksir akan rampung pada semester I tahun 2026, namun belum ada keputusan final terkait hal ini....