Langsung ke konten utama

PT Equityworld Futures Semarang – Harga Emas Stabil di $2.050, Dolar Turun sebelum Data Kunci Payrolls


PT Equityworld Futures Semarang – Harga emas stabil di sekitar level tertinggi dua minggu pada hari Jumat (02/02), melewati level kunci dalam spekulasi yang tak tergoyahkan yakni pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve memberi tekanan pada dolar, dengan data nonfarm payrolls yang akan dirilis hari ini akan memberikan lebih banyak isyarat untuk dipelajari.

Logam kuning sebagian besar menepis sinyal dari the Fed bahwa penurunan suku bunga akan datang lebih lambat dari yang diharapkan tahun ini, malah memanfaatkan kerugian dolar dan bergerak lebih dekat menuju level puncak 2024.

Namun penguatan harga emas melambat menuju koreksi pada hari Jumat karena pasar menunggu data payrolls, yang sebagian besar diperkirakan akan menjadi faktor penentu dalam rencana suku bunga Fed.

Emas spot naik 0,1% ke $2.056,20/oz - menembus level $2.050 untuk pertama kalinya dalam dua minggu, sementara emas berjangka yang akan berakhir Maret naik 0,1% di $2.073,35/oz pukul 12.47 WIB. Keduanya juga naik sekitar 1,9% minggu ini, dan bersiap untuk menghentikan penurunan selama dua minggu berturut-turut.

Pemulihan emas juga terjadi setelah awal tahun 2024 yang sulit, pasalnya logam kuning sempat turun 1,2% saat pasar mulai memperkirakan ekspektasi penurunan suku bunga di bulan Maret.
Posisi pasar untuk pemangkasan suku bunga Mei sebelum data payrolls

Sementara The Fed sebagian besar memangkas ekspektasi pemotongan suku bunga pada bulan Maret, CME Fedwatch tool mengindikasi traders kini memperhitungkan kemungkinan penurunan 25 basis poin pada bulan Mei - yang menguntungkan harga emas.

Bank sentral juga diperkirakan akan memangkas suku bunga setidaknya empat kali lagi setelah Mei, menurut analis Goldman Sachs.

Saat suku bunga AS diperkirakan akan tetap tinggi dalam waktu dekat, potensi pemangkasan suku bunga pada akhirnya - yang juga diisyaratkan oleh Ketua Fed Jerome Powell dalam rapatnya pekan ini - menjadi pertanda baik untuk harga emas.

Namun, The Fed belum memberikan indikasi yang jelas mengenai waktu dan cakupan penurunan suku bunga yang direncanakan, dan telah menyajikan pendekatan yang sebagian besar didasarkan data yang masuk untuk setiap penurunan suku bunga.

Untuk itu, data nonfarm payrolls yang akan terbit pada hari Jumat diperkirakan akan menjadi faktor utama dalam pandangan Fed. Bank sentral telah menyiratkan bahwa pasar tenaga kerja yang mendingin juga akan dipertimbangkan ketika memangkas suku bunga.

Data hari Jumat akan menunjukkan beberapa pendinginan di pasar tenaga kerja hingga Januari. Namun, hasil rilis secara konsisten mengejutkan malah naik.
Harga tembaga turun, menuju kerugian mingguan akibat kesulitan China

Di antara logam industri, harga tembaga turun pada hari Jumat dan akan mengakhiri minggu ini melemah, di tengah kekhawatiran yang terus berlanjut atas pemulihan ekonomi yang lamban di negara importir utama China.

Tembaga untuk penyerahan Maret turun 0,5% menjadi $3,8342 per pon, dan turun 0,3% minggu ini.

Kerugian tembaga terutama didorong oleh data purchasing managers index yang mengecewakan dari China, setelah data resmi mengungkap aktivitas manufaktur tetap mengalami kontraksi hingga Januari. Hal ini menambah kekhawatiran atas perlambatan permintaan di negara tersebut.

PT Equityworld Futures Semarang

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Equityworld Futures Semarang : OPEC Beri Sinyal Kembali Pangkas Produksi Dorong Harga Minyak Naik

Equityworld Futures Semarang -  Harga minyak  mentah dunia naik hampir 3 persen, terangkat dari posisi terendahnya dalam lima bulan pada pekan ini. Kenaikan harga terjadi setelah Arab Saudi mengatakan OPEC hampir menyetujui untuk memperpanjang pengurangan produksi di luar Juni serta Wall Street yang tercatat menguat. Melansir laman  Reuters , Sabtu ( 8/6/2019 ), harga minyak mentah berjangka Brent naik USD 1,62, atau 2,6 persen menjadi USD 63,29 per barel. Harga minyak mentah West Texas Intermediate ( WTI ) AS berakhir USD 53,99 per barel, naik USD 1,40, atau 2,7 persen. kunjungi  PT. Equityworld Futures | Perusahaan Investasi Berjangka Harga minyak Brent membukukan penurunan mingguan ketiga, yang turun hampir 2 persen. Sementara harga WTI naik sekitar 1 persen pada pekan ini. Pada hari Rabu, kedua tolok ukur minyak dunia tersebut mencapai titik terendah sejak Januari. Menteri Energi Saudi Khalid al-Falih mengatakan dalam konferensi Pers di Rusia,...

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Diproyeksi Menguat pada Selasa (18/11/2025), Cek Rekomendasi Saham dari Analis

  PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,55% ke level 8.416,88 pada akhir perdagangan Senin (17/11/2025). Penguatan ini terutama ditopang lonjakan saham-saham berkapitalisasi besar serta blue chips perbankan yang kembali mencatat kenaikan signifikan. Penguatan IHSG diprediksi masih akan berlanjut pada perdagangan Selasa (18/11/2025). Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata menilai, penguatan IHSG pada Senin (17/11/2025) sebagian besar berasal dari saham-saham penggerak indeks. “Market cap besar yang naik itu BBCA naik 1,78%, DSSA 6,58%, TPIA 1,43%, BBRI 1,03%. Belum lagi BMRI naik 1,47% dan TLKM naik 1,69%. CUAN juga naik 2,33%. Kenaikan saham-saham big caps dan blue chips ini menjadi index mover utama,” ujar Liza kepada Kontan, Senin (17/11/2025). Dari eksternal, ia menyoroti bahwa meski pemerintah Amerika Serikat sudah keluar dari masa government shutdown, data ekonomi tidak akan langsung tersedia. ...

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Diramal Lanjut Menguat, Cermati Rekomendasi Saham untuk Jumat (24/10)

  PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat (24/10/2025). Sentimen global masih akan mendominasi pergerakan harga indeks. Pada perdagangan Kamis (23/10/2025) kemarin, IHSG ditutup melonjak 1,49% ke level 8.274 pada akhir perdagangan Kamis (23/10/2025). Indeks juga sempat mencapai level intraday tertinggi baru di level 8.292. Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang menilai, sumber penguatan IHSG kemarin datang dari kabar rencana Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk membentuk perusahaan pengelola aset baru hasil penggabungan entitas anak PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Jika berhasil, perusahaan ini diperkirakan memiliki dana kelolaan sekitar US$ 8 miliar.  Aksi korporasi ini ditaksir akan rampung pada semester I tahun 2026, namun belum ada keputusan final terkait hal ini....