Langsung ke konten utama

PT Equityworld Futures Semarang – Mata Uang Asia Turun sebelum Sinyal Inflasi; Kiwi Lemah Imbas RBNZ Less Hawkish


PT Equityworld Futures Semarang – Mata uang Asia mayoritas bergerak dalam kisaran datar hingga turun pada hari Rabu (28/02), sedangkan dolar naik lagi kala pasar bersiap untuk lebih banyak isyarat tentang ekonomi AS dan suku bunga yang akan dirilis pekan ini.

Dolar Selandia Baru berkinerja terburuk pada hari ini setelah Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) memberikan sinyal yang kurang hawkish dalam sebuah rapat pada hari Rabu.

Sebagian besar mata uang regional lainnya juga mayoritas berada dalam range perdagangan yang ketat yang terbentuk selama dua minggu terakhir, saat sejumlah pejabat Federal Reserve mengisyaratkan bahwa bank tidak terburu-buru untuk mulai menurunkan suku bunga.

Dolar stabil di dekat level tertinggi tiga bulan, inflasi PCE mendekat
Indeks dolar dan indeks dolar berjangka masing-masing naik 0,1% di perdagangan Asia, kala traders terus menarik ekspektasi penurunan suku bunga awal oleh the Fed.

Fokus minggu ini tertuju pada data Indeks harga PCE - pengukur inflasi yang lebih disukai Fed, untuk mendapat lebih banyak isyarat tentang kapan bank sentral berpotensi mulai memangkas suku bunga.

Namun, data ini diperkirakan akan menunjukkan inflasi yang tetap tinggi di bulan Januari, dengan inflasi yang membandel menjadi poin utama perdebatan bagi the Fed.

Sebelum data PCE, angka kedua PDB kuartal keempat akan dirilis pada hari Rabu.

Dolar Selandia Baru jatuh pasca RBNZ keluarkan pernyataan dovish
Dolar Selandia Baru sejauh ini merupakan mata uang terburuk di antara mata uang lainnya pada hari Rabu, jatuh 1% ke level terendah dua minggu.

Reserve Bank of New Zealand RBNZ mempertahankan suku bunga tetap sebesar 5,5%, tetapi sinyal ada lebih banyak kemajuan dalam inflasi yang bergerak menuju target tahunan 1% hingga 3%.

Meskipun bank masih mengisyaratkan bahwa mereka akan mempertahankan suku bunga lebih tinggi lebih lama dalam waktu dekat, komentar-komentarnya membuat traders sebagian besar mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga lagi, yang telah menjadi titik fokus pada rapat hari Rabu.

Analis Westpac mengatakan bahwa RBNZ kemungkinan akan mempertahankan suku bunga hingga tahun 2025.

Dolar Australia turun, inflasi yang stabil mematahkan spekulasi kenaikan suku bunga
Dolar Australia turun 0,4% usai data indeks harga konsumen menunjukkan inflasi tetap berada di posisi terendah selama lebih dari dua tahun di bulan Januari.

Angka ini mengimbangi peringatan terbaru dari Reserve Bank of Australia bahwa inflasi yang stabil dapat mengundang lebih banyak kenaikan suku bunga pada tahun 2024.

Namun, angka tersebut masih berada di atas target tahunan RBA sebesar 2% hingga 3%, yang kemungkinan akan membuat bank mempertahankan suku bunga lebih tinggi untuk waktu lebih lama.

Mata uang Asia lainnya cenderung melemah. Yen Jepang melemah lebih jauh melampaui level 150, meskipun penurunan yang lebih besar dibatasi oleh prospek kenaikan suku bunga lebih awal dan intervensi pemerintah.

Yuan China flat menjelang data utama purchasing managers index untuk bulan Februari, yang akan dirilis hari Jumat ini.

Won Korea Selatan turun 0,3%, sementara dolar Singapura turun 0,1%.

Rupee India stabil di sekitar 82,9 terhadap dolar, tetapi sebagian besar terjebak pada kisaran perdagangan yang baru saja terbentuk.

Mata Uang Asia Turun sebelum Sinyal Inflasi; Kiwi Lemah Imbas RBNZ Less Hawkish.

PT Equityworld Futures Semarang

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Equityworld Futures Semarang : OPEC Beri Sinyal Kembali Pangkas Produksi Dorong Harga Minyak Naik

Equityworld Futures Semarang -  Harga minyak  mentah dunia naik hampir 3 persen, terangkat dari posisi terendahnya dalam lima bulan pada pekan ini. Kenaikan harga terjadi setelah Arab Saudi mengatakan OPEC hampir menyetujui untuk memperpanjang pengurangan produksi di luar Juni serta Wall Street yang tercatat menguat. Melansir laman  Reuters , Sabtu ( 8/6/2019 ), harga minyak mentah berjangka Brent naik USD 1,62, atau 2,6 persen menjadi USD 63,29 per barel. Harga minyak mentah West Texas Intermediate ( WTI ) AS berakhir USD 53,99 per barel, naik USD 1,40, atau 2,7 persen. kunjungi  PT. Equityworld Futures | Perusahaan Investasi Berjangka Harga minyak Brent membukukan penurunan mingguan ketiga, yang turun hampir 2 persen. Sementara harga WTI naik sekitar 1 persen pada pekan ini. Pada hari Rabu, kedua tolok ukur minyak dunia tersebut mencapai titik terendah sejak Januari. Menteri Energi Saudi Khalid al-Falih mengatakan dalam konferensi Pers di Rusia,...

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Diproyeksi Menguat pada Selasa (18/11/2025), Cek Rekomendasi Saham dari Analis

  PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,55% ke level 8.416,88 pada akhir perdagangan Senin (17/11/2025). Penguatan ini terutama ditopang lonjakan saham-saham berkapitalisasi besar serta blue chips perbankan yang kembali mencatat kenaikan signifikan. Penguatan IHSG diprediksi masih akan berlanjut pada perdagangan Selasa (18/11/2025). Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata menilai, penguatan IHSG pada Senin (17/11/2025) sebagian besar berasal dari saham-saham penggerak indeks. “Market cap besar yang naik itu BBCA naik 1,78%, DSSA 6,58%, TPIA 1,43%, BBRI 1,03%. Belum lagi BMRI naik 1,47% dan TLKM naik 1,69%. CUAN juga naik 2,33%. Kenaikan saham-saham big caps dan blue chips ini menjadi index mover utama,” ujar Liza kepada Kontan, Senin (17/11/2025). Dari eksternal, ia menyoroti bahwa meski pemerintah Amerika Serikat sudah keluar dari masa government shutdown, data ekonomi tidak akan langsung tersedia. ...

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Diramal Lanjut Menguat, Cermati Rekomendasi Saham untuk Jumat (24/10)

  PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat (24/10/2025). Sentimen global masih akan mendominasi pergerakan harga indeks. Pada perdagangan Kamis (23/10/2025) kemarin, IHSG ditutup melonjak 1,49% ke level 8.274 pada akhir perdagangan Kamis (23/10/2025). Indeks juga sempat mencapai level intraday tertinggi baru di level 8.292. Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang menilai, sumber penguatan IHSG kemarin datang dari kabar rencana Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk membentuk perusahaan pengelola aset baru hasil penggabungan entitas anak PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Jika berhasil, perusahaan ini diperkirakan memiliki dana kelolaan sekitar US$ 8 miliar.  Aksi korporasi ini ditaksir akan rampung pada semester I tahun 2026, namun belum ada keputusan final terkait hal ini....