PT Equityworld Futures Semarang – Bursa Asia Rally usai Fed Jaga Harapan Turunkan Rate; Nikkei Kembali Rekor
PT Equityworld Futures Semarang – Bursa saham Asia rally pada hari Kamis (21/03). Indeks Nikkei 225 di Jepang pun mencapai rekor setelah Federal Reserve menahan suku bunga dan menyatakan masih mempertimbangkan setidaknya tiga penurunan suku bunga pada tahun 2024.
Pasar regional mendapat dorongan kuat dari Wall Street pasca indeks-indeks benchmark AS berakhir di rekor tertinggi pada hari Rabu setelah rapat Fed. Saham futures AS juga naik di perdagangan Asia.
The Fed menjaga tingkat suku bunga tetap stabil pada Rabu setempat, dengan Ketua Jerome Powell menyatakan bahwa inflasi masih tetap berada di jalur menuju target tahunan 2% Fed. Para pejabat Fed juga mempertahankan perkiraan untuk pemangkasan suku bunga sebesar 75 basis poin tahun ini.
Traders kini memperkirakan ada lebih dari 70% peluang Fed akan memulai siklus kenaikan suku bunga paling cepat bulan Juni, menurut CME Fedwatch tool.
Nikkei Jepang di rekor baru, abaikan naiknya suku bunga BOJ
Indeks Nikkei 225 adalah salah satu yang berkinerja terbaik di Asia pada hari Kamis, naik sebesar 2,2% ke rekor tertinggi baru 40.802 poin. Indeks TOPIX yang lebih luas juga melonjak 1,6% dan mencapai rekor tertinggi intraday.
Keuntungan luas ini terjadi karena sentimen terhadap saham Jepang juga didorong oleh sinyal dovish dari Bank of Japan.
Sementara bank sentral menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam 17 tahun terakhir dan mengakhiri program pengendalian kurva imbal hasilnya, Gubernur Kazuo Ueda mengatakan bahwa kondisi moneter akan tetap akomodatif dalam waktu dekat, dengan alasan ketidakpastian ekonomi Jepang.
Skenario ini diharapkan bisa memberikan dukungan yang berkelanjutan untuk ekuitas Jepang dalam waktu dekat. Namun, para analis memperingatkan bahwa Nikkei dapat berbalik ke dalam range setelah mencapai 41.000 poin, terutama jika ekonomi Jepang membaik dan kebijakan moneter mengetat lebih lanjut tahun ini.
Sektor tekno Asia melonjak, hype AI terus berlanjut
Saham-saham teknologi Asia melanjutkan rally terbarunya di tengah bangkitnya hype atas kecerdasan buatan, utamanya setelah Nvidia (NASDAQ:NVDA) meluncurkan lini baru chip AI minggu ini.
Bursa-bursa yang dipenuhi oleh teknologi, seperti KOSPI di Korea Selatan dan indeks Hang Seng Hong Kong, masing-masing naik 2,1% dan 1,7%, menyusul peningkatan besar NASDAQ Composite.
Hang Seng secara khusus didorong oleh Tencent Holdings Ltd (HK:0700), setelah raksasa internet ini naik 1,4% usai raih pendapatan kuartalan yang kuat. Saham-saham e-commerce termasuk Alibaba (HK:9988) dan JD.com (HK:9618) naik mengikuti hasil pendapatan yang kuat dari pemilik Temu, PDD Holdings (NASDAQ:PDD).
Sebagian besar pasar Asia yang lebih luas juga naik. ASX 200 Australia melesat 0,9% dan dekat dengan rekor tertinggi, bahkan ketika tanda-tanda ketahanan di pasar kerja negara tersebut menunjukkan prospek suku bunga yang tinggi untuk waktu yang lebih lama.
Indeks futures Nifty 50 India positif, dengan saham-saham teknologi besar lokal cenderung mengikuti pergerakan saham-saham global.
Saham China turun, PMI ditunggu
Di sisi lain, indeks Shanghai Shenzhen CSI 300 dan Shanghai Composite China tertinggal dari indeks-indeks lainnya, masing-masing turun sekitar 0,1%. Rebound di pasar China sekarang tampaknya telah kehabisan tenaga, di tengah kurangnya sinyal positif perekonomian.
Fokus saat ini tertuju sejumlah angka kunci purchasing managers index (PMI) dari China untuk mendapat lebih banyak isyarat mengenai ekonomi terbesar di Asia ini. Data PMI sejauh ini pada tahun 2024 sebagian besar mengecewakan.

Komentar
Posting Komentar