Langsung ke konten utama

PT Equityworld Futures Semarang – Bursa Asia Melemah dan Saham China Anjlok; Rally Nikkei Reda


PT Equityworld Futures Semarang – Mayoritas bursa saham Asia jatuh pada hari Jumat (22/03) dan pasar China motori kerugian besar dalam meningkatnya kekhawatiran atas perlambatan ekonomi, sementara rally indeks Nikkei 225 di Jepang mereda setelah data inflasi yang kuat.

Pasar global dikejutkan oleh pemangkasan suku bunga yang tidak terduga oleh Swiss National Bank. Langkah ini memicu aliran dana besar-besaran ke dalam dolar, menekan aset-aset berbasis risiko di luar AS.

Hal ini membuat pasar Asia sebagian besar mengabaikan sinyal positif dari Wall Street, yang ditutup pada rekor tertinggi hari Kamis. Saham-saham futures AS juga memangkas penguatan awal dan diperdagangkan sideways di perdagangan Asia.
Saham China turun saat pendapatan fiskal turun dan dukungan stimulus pudar

Indeks Shanghai Shenzhen CSI 300 dan Shanghai Composite China anjlok 1,6% pada hari Jumat, dan merupakan salah satu yang berkinerja terburuk di Asia. Kerugian saham-saham teknologi dan saham-saham China daratan menekan indeks Hang Seng Hong Kong anjlok 2,6%.

Ketiga indeks akan alami kerugian mingguan setelah turun pada hari Jumat, yang terjadi tanpa katalis yang jelas. Namun tanda-tanda perlambatan pertumbuhan ekonomi dan langkah-langkah stimulus yang mengecewakan terus berlanjut.

Data pemerintah menunjukkan pendapatan fiskal China turun 2,3% dalam dua bulan pertama tahun 2024, sementara People's Bank of China mengatakan masih memiliki ruang untuk memangkas rasio persyaratan cadangan/RRR - memberikan lebih banyak stimulus moneter. Tetapi langkah-langkah stimulus moneter sejauh ini hanya memberikan sedikit dukungan kepada ekonomi China.
Rally Nikkei mendingin setelah sempat naik tembus 41.000; Inflasi naik

Indeks Nikkei 225 Jepang flat pada hari Jumat setelah sempat naik sebesar 1% ke rekor tertinggi di atas 41.000 poin.

Namun peningkatan Nikkei hanya bertahan sebentar karena data menunjukkan inflasi indeks harga konsumen (IHK) Jepang meningkat tajam di bulan Februari. Angka ini muncul hanya beberapa hari setelah kenaikan suku bunga bersejarah dari Bank of Japan (BOJ), dan memberikan kepercayaan lebih lanjut pada pandangan hawkish BOJ.

Para analis di Citi mengatakan bahwa Nikkei kemungkinan akan tetap berada dalam kisaran 41.000 poin, di tengah sepinya katalis langsung untuk dorongan bergerak naik kembali, serta pengetatan kebijakan oleh BOJ.

Pasar Asia yang lebih luas melemah. Indeks ASX 200 Australia turun 0,5% setelah naik mendekati rekor tertinggi di awal minggu.

Lemahnya saham-saham teknologi bessar membuat indeks KOSPI Korea Selatan turun 0,4%.

Indeks futures Nifty 50 India lemah, setelah indeks rebound tajam dari penurunan baru-baru ini hari Kamis. Nifty dibuka di atas level 22.000.

PT Equityworld Futures Semarang

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Equityworld Futures Semarang : OPEC Beri Sinyal Kembali Pangkas Produksi Dorong Harga Minyak Naik

Equityworld Futures Semarang -  Harga minyak  mentah dunia naik hampir 3 persen, terangkat dari posisi terendahnya dalam lima bulan pada pekan ini. Kenaikan harga terjadi setelah Arab Saudi mengatakan OPEC hampir menyetujui untuk memperpanjang pengurangan produksi di luar Juni serta Wall Street yang tercatat menguat. Melansir laman  Reuters , Sabtu ( 8/6/2019 ), harga minyak mentah berjangka Brent naik USD 1,62, atau 2,6 persen menjadi USD 63,29 per barel. Harga minyak mentah West Texas Intermediate ( WTI ) AS berakhir USD 53,99 per barel, naik USD 1,40, atau 2,7 persen. kunjungi  PT. Equityworld Futures | Perusahaan Investasi Berjangka Harga minyak Brent membukukan penurunan mingguan ketiga, yang turun hampir 2 persen. Sementara harga WTI naik sekitar 1 persen pada pekan ini. Pada hari Rabu, kedua tolok ukur minyak dunia tersebut mencapai titik terendah sejak Januari. Menteri Energi Saudi Khalid al-Falih mengatakan dalam konferensi Pers di Rusia,...

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Diproyeksi Menguat pada Selasa (18/11/2025), Cek Rekomendasi Saham dari Analis

  PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,55% ke level 8.416,88 pada akhir perdagangan Senin (17/11/2025). Penguatan ini terutama ditopang lonjakan saham-saham berkapitalisasi besar serta blue chips perbankan yang kembali mencatat kenaikan signifikan. Penguatan IHSG diprediksi masih akan berlanjut pada perdagangan Selasa (18/11/2025). Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata menilai, penguatan IHSG pada Senin (17/11/2025) sebagian besar berasal dari saham-saham penggerak indeks. “Market cap besar yang naik itu BBCA naik 1,78%, DSSA 6,58%, TPIA 1,43%, BBRI 1,03%. Belum lagi BMRI naik 1,47% dan TLKM naik 1,69%. CUAN juga naik 2,33%. Kenaikan saham-saham big caps dan blue chips ini menjadi index mover utama,” ujar Liza kepada Kontan, Senin (17/11/2025). Dari eksternal, ia menyoroti bahwa meski pemerintah Amerika Serikat sudah keluar dari masa government shutdown, data ekonomi tidak akan langsung tersedia. ...

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Diramal Lanjut Menguat, Cermati Rekomendasi Saham untuk Jumat (24/10)

  PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat (24/10/2025). Sentimen global masih akan mendominasi pergerakan harga indeks. Pada perdagangan Kamis (23/10/2025) kemarin, IHSG ditutup melonjak 1,49% ke level 8.274 pada akhir perdagangan Kamis (23/10/2025). Indeks juga sempat mencapai level intraday tertinggi baru di level 8.292. Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang menilai, sumber penguatan IHSG kemarin datang dari kabar rencana Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk membentuk perusahaan pengelola aset baru hasil penggabungan entitas anak PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Jika berhasil, perusahaan ini diperkirakan memiliki dana kelolaan sekitar US$ 8 miliar.  Aksi korporasi ini ditaksir akan rampung pada semester I tahun 2026, namun belum ada keputusan final terkait hal ini....