Langsung ke konten utama

PT Equityworld Futures Semarang – Citi Merevisi Proyeksi Pemangkasan Fed Merespon Data Inflasi Kemarin

Exclusive: Citi hit by new Fed rebuke, setbacks on consent orders | Reuters

PT Equityworld Futures Semarang – Analis Citigroup telah merevisi perkiraan penurunan suku bunga AS menyusul data inflasi AS terbaru, dan kini memperkirakan bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan pekan depan.

Menyusul data non-farm payroll minggu lalu, Citi mengatakan bahwa mereka "semakin yakin bahwa the Fed akan melakukan beberapa pemangkasan dalam jumlah yang lebih besar karena pasar tenaga kerja yang terus mendingin."

Namun, saat ini pandangan tersebut telah bergeser, terutama didorong oleh data inflasi tempat tinggal yang lebih kuat dari perkiraan.

Para analis mencatat bahwa inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) inti naik 0,281% dari bulan ke bulan di bulan Juni, melebihi ekspektasi. Komponen yang paling mengejutkan, menurut bank, adalah harga sewa yang setara dengan pemilik (OER), yang meningkat 0,50%, angka terkuat sejak Januari.

Meskipun hal ini menunjukkan potensi kenaikan inflasi perumahan, Citi percaya bahwa hal ini lebih mungkin merupakan sebuah kejutan sementara daripada sebuah tren jangka panjang.

Meskipun data OER lebih kuat, analis Citi berpendapat bahwa inflasi inti masih cukup lambat untuk menjustifikasi penurunan suku bunga.

"[Kenaikan] kenaikan harga sewa ekuivalen pemilik (OER) mungkin cukup untuk meyakinkan FOMC untuk memangkas 25bp dan bukannya 50bp pada pertemuan minggu depan," tulis Citi.

IHK inti tiga bulan yang disetahunkan saat ini berada di 2,07%, dan para analis memproyeksikan angka inflasi Pengeluaran Konsumsi Pribadi (Personal Consumption Expenditure/PCE) inti bulan ke bulan sebesar 0,19% untuk bulan Agustus.

Pasar tenaga kerja akan terus menjadi fokus utama bagi the Fed. Analis Citi memperkirakan penurunan suku bunga sebesar 125 basis poin tahun ini, dengan 50 basis poin di bulan November dan Desember.

Meskipun data OER yang lebih kuat dapat menyebabkan pendekatan yang lebih hati-hati terhadap penurunan suku bunga, Citi percaya bahwa gambaran ekonomi secara keseluruhan masih mendukung penurunan suku bunga.

Revisi perkiraan Citi menunjukkan bahwa the Fed kemungkinan akan mengambil pendekatan yang lebih bertahap dalam menurunkan suku bunga, dimulai dengan penurunan 25 basis poin minggu depan.

PT Equityworld Futures Semarang

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Equityworld Futures Semarang : OPEC Beri Sinyal Kembali Pangkas Produksi Dorong Harga Minyak Naik

Equityworld Futures Semarang -  Harga minyak  mentah dunia naik hampir 3 persen, terangkat dari posisi terendahnya dalam lima bulan pada pekan ini. Kenaikan harga terjadi setelah Arab Saudi mengatakan OPEC hampir menyetujui untuk memperpanjang pengurangan produksi di luar Juni serta Wall Street yang tercatat menguat. Melansir laman  Reuters , Sabtu ( 8/6/2019 ), harga minyak mentah berjangka Brent naik USD 1,62, atau 2,6 persen menjadi USD 63,29 per barel. Harga minyak mentah West Texas Intermediate ( WTI ) AS berakhir USD 53,99 per barel, naik USD 1,40, atau 2,7 persen. kunjungi  PT. Equityworld Futures | Perusahaan Investasi Berjangka Harga minyak Brent membukukan penurunan mingguan ketiga, yang turun hampir 2 persen. Sementara harga WTI naik sekitar 1 persen pada pekan ini. Pada hari Rabu, kedua tolok ukur minyak dunia tersebut mencapai titik terendah sejak Januari. Menteri Energi Saudi Khalid al-Falih mengatakan dalam konferensi Pers di Rusia,...

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Diproyeksi Menguat pada Selasa (18/11/2025), Cek Rekomendasi Saham dari Analis

  PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,55% ke level 8.416,88 pada akhir perdagangan Senin (17/11/2025). Penguatan ini terutama ditopang lonjakan saham-saham berkapitalisasi besar serta blue chips perbankan yang kembali mencatat kenaikan signifikan. Penguatan IHSG diprediksi masih akan berlanjut pada perdagangan Selasa (18/11/2025). Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata menilai, penguatan IHSG pada Senin (17/11/2025) sebagian besar berasal dari saham-saham penggerak indeks. “Market cap besar yang naik itu BBCA naik 1,78%, DSSA 6,58%, TPIA 1,43%, BBRI 1,03%. Belum lagi BMRI naik 1,47% dan TLKM naik 1,69%. CUAN juga naik 2,33%. Kenaikan saham-saham big caps dan blue chips ini menjadi index mover utama,” ujar Liza kepada Kontan, Senin (17/11/2025). Dari eksternal, ia menyoroti bahwa meski pemerintah Amerika Serikat sudah keluar dari masa government shutdown, data ekonomi tidak akan langsung tersedia. ...

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Diramal Lanjut Menguat, Cermati Rekomendasi Saham untuk Jumat (24/10)

  PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat (24/10/2025). Sentimen global masih akan mendominasi pergerakan harga indeks. Pada perdagangan Kamis (23/10/2025) kemarin, IHSG ditutup melonjak 1,49% ke level 8.274 pada akhir perdagangan Kamis (23/10/2025). Indeks juga sempat mencapai level intraday tertinggi baru di level 8.292. Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang menilai, sumber penguatan IHSG kemarin datang dari kabar rencana Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk membentuk perusahaan pengelola aset baru hasil penggabungan entitas anak PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Jika berhasil, perusahaan ini diperkirakan memiliki dana kelolaan sekitar US$ 8 miliar.  Aksi korporasi ini ditaksir akan rampung pada semester I tahun 2026, namun belum ada keputusan final terkait hal ini....