Langsung ke konten utama

PT Equityworld Futures Semarang – Ekonomi Global di 2024 Lebih Kuat dari Perkiraan, kata Citi

Perlambatan Ekonomi Global dan Respon Kebijakan

PT Equityworld Futures Semarang – Analis Citi mengatakan mereka memperkirakan ekonomi global akan berkinerja lebih baik pada tahun 2024 daripada yang diperkirakan sebelumnya di tengah pelonggaran suku bunga dan momentum yang kuat di beberapa negara berkembang.

Pertumbuhan di negara maju seperti AS, Inggris, dan Kanada diperkirakan akan "jauh lebih lembut" daripada yang terlihat pada paruh pertama tahun ini, sementara China juga diperkirakan akan melambat di tengah langkah-langkah stimulus yang lamban dari pemerintah.

Namun, suku bunga yang lebih rendah di negara-negara maju diperkirakan akan memacu siklus pelonggaran yang lebih luas di pasar-pasar negara berkembang, sehingga membantu memfasilitasi pertumbuhan.

Ekonomi global diperkirakan akan tumbuh sekitar 2,5% pada 2024, sedikit di bawah pertumbuhan yang terlihat pada tahun sebelumnya, kata Citi.

Pialang ini memperkirakan pertumbuhan agregat di pasar negara maju akan "lenyap" pada tahun 2024 karena pelemahan di Jerman dan stagnasi yang lebih luas di zona euro.

Prospek AS juga masih belum pasti, meskipun ketahanan belanja konsumen dan siklus pelonggaran yang lebih dalam oleh The Fed diperkirakan akan menghasilkan kekuatan dalam pertumbuhan, kata Citi.

Namun, pasar tenaga kerja yang mendingin tetap menjadi sumber ketidakpastian utama, terutama karena indikator-indikator terbaru menunjukkan kemerosotan yang stabil di sektor ini.

Di Jepang, Citi mengatakan bahwa mereka memperkirakan kontraksi ringan pada produk domestik bruto untuk tahun 2024, meskipun belanja konsumen diperkirakan akan meningkat, yang juga mendorong inflasi lebih tinggi.

Bank of Japan juga diperkirakan akan menaikkan suku bunga lebih lanjut pada bulan Desember, dengan Citi menyatakan bahwa bank sentral memiliki "ruang untuk memilih kapan akan menaikkan suku bunga."

China menjadi titik kelemahan di tengah lemahnya sentimen konsumen

Citi mengatakan bahwa China tetap menjadi titik perhatian utama atas perlambatan pertumbuhan, terutama karena belanja konsumen dan sentimen yang terus mengecewakan.

Broker ini mencatat bahwa aktivitas sektor manufaktur dan jasa telah kehilangan momentum dalam beberapa bulan terakhir, sementara penurunan yang berkepanjangan di sektor properti menunjukkan sedikit tanda-tanda mereda.

"Yang mencolok adalah bahwa pihak berwenang lambat dalam memberikan dukungan kebijakan. Pekerjaan terbaru yang telah kami lakukan menimbulkan keraguan apakah kebijakan fiskal secara netto telah menjadi stimulatif tahun ini," kata para analis Citi.

Broker ini memperkirakan PDB China akan tumbuh 4,7% tahun ini, di bawah target tahunan pemerintah sebesar 5%. 

PT Equityworld Futures Semarang

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Equityworld Futures Semarang : OPEC Beri Sinyal Kembali Pangkas Produksi Dorong Harga Minyak Naik

Equityworld Futures Semarang -  Harga minyak  mentah dunia naik hampir 3 persen, terangkat dari posisi terendahnya dalam lima bulan pada pekan ini. Kenaikan harga terjadi setelah Arab Saudi mengatakan OPEC hampir menyetujui untuk memperpanjang pengurangan produksi di luar Juni serta Wall Street yang tercatat menguat. Melansir laman  Reuters , Sabtu ( 8/6/2019 ), harga minyak mentah berjangka Brent naik USD 1,62, atau 2,6 persen menjadi USD 63,29 per barel. Harga minyak mentah West Texas Intermediate ( WTI ) AS berakhir USD 53,99 per barel, naik USD 1,40, atau 2,7 persen. kunjungi  PT. Equityworld Futures | Perusahaan Investasi Berjangka Harga minyak Brent membukukan penurunan mingguan ketiga, yang turun hampir 2 persen. Sementara harga WTI naik sekitar 1 persen pada pekan ini. Pada hari Rabu, kedua tolok ukur minyak dunia tersebut mencapai titik terendah sejak Januari. Menteri Energi Saudi Khalid al-Falih mengatakan dalam konferensi Pers di Rusia,...

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Diproyeksi Menguat pada Selasa (18/11/2025), Cek Rekomendasi Saham dari Analis

  PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,55% ke level 8.416,88 pada akhir perdagangan Senin (17/11/2025). Penguatan ini terutama ditopang lonjakan saham-saham berkapitalisasi besar serta blue chips perbankan yang kembali mencatat kenaikan signifikan. Penguatan IHSG diprediksi masih akan berlanjut pada perdagangan Selasa (18/11/2025). Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata menilai, penguatan IHSG pada Senin (17/11/2025) sebagian besar berasal dari saham-saham penggerak indeks. “Market cap besar yang naik itu BBCA naik 1,78%, DSSA 6,58%, TPIA 1,43%, BBRI 1,03%. Belum lagi BMRI naik 1,47% dan TLKM naik 1,69%. CUAN juga naik 2,33%. Kenaikan saham-saham big caps dan blue chips ini menjadi index mover utama,” ujar Liza kepada Kontan, Senin (17/11/2025). Dari eksternal, ia menyoroti bahwa meski pemerintah Amerika Serikat sudah keluar dari masa government shutdown, data ekonomi tidak akan langsung tersedia. ...

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Diramal Lanjut Menguat, Cermati Rekomendasi Saham untuk Jumat (24/10)

  PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat (24/10/2025). Sentimen global masih akan mendominasi pergerakan harga indeks. Pada perdagangan Kamis (23/10/2025) kemarin, IHSG ditutup melonjak 1,49% ke level 8.274 pada akhir perdagangan Kamis (23/10/2025). Indeks juga sempat mencapai level intraday tertinggi baru di level 8.292. Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang menilai, sumber penguatan IHSG kemarin datang dari kabar rencana Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk membentuk perusahaan pengelola aset baru hasil penggabungan entitas anak PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Jika berhasil, perusahaan ini diperkirakan memiliki dana kelolaan sekitar US$ 8 miliar.  Aksi korporasi ini ditaksir akan rampung pada semester I tahun 2026, namun belum ada keputusan final terkait hal ini....