Langsung ke konten utama

PT Equityworld Futures Semarang – Bagaimana Proyeksi Ekonomi Global untuk 2025?

 Bank Dunia Pangkas Pertumbuhan Ekonomi Global 2024 Jadi 2,4% -  Dataindonesia.id

PT Equityworld Futures Semarang – Menjelang tahun 2025, analis Capital Economics mengatakan dalam sebuah catatan minggu ini bahwa mereka memperkirakan pemulihan moderat untuk sebagian besar ekonomi global utama setelah paruh kedua tahun 2024 yang penuh tantangan.

Menurut analisis perusahaan, dua tema utama akan membentuk ekonomi maju: normalisasi inflasi dan pelonggaran kebijakan moneter, "yang keduanya akan memberikan dukungan pada pertumbuhan PDB," kata perusahaan tersebut.

Selain itu, pemulihan China diperkirakan akan meningkat seiring dengan mulai berlakunya stimulus fiskal, meskipun ketegangan perdagangan yang sedang berlangsung dengan AS dan sekutunya dapat membatasi potensi pertumbuhannya.

Namun, beberapa risiko tetap ada di depan mata, menurut Capital Economics. Perusahaan ini menyoroti "inflasi yang tinggi, terutama di Eropa," yang dapat menghambat pertumbuhan pendapatan riil dan mengurangi ruang lingkup pelonggaran kebijakan.

Selain itu, transisi politik di berbagai negara dikatakan menimbulkan ketidakpastian, dengan potensi risiko seputar stimulus yang didanai oleh utang dan reaksi pasar keuangan.

Perusahaan ini percaya bahwa munculnya kebijakan perdagangan isolasionis dan penolakan yang lebih kuat terhadap imigrasi juga menjadi perhatian, yang berpotensi menimbulkan efek stagflasi di pasar negara maju.

Sementara beberapa orang khawatir bahwa resesi akan terjadi pada tahun 2025, Capital Economics tetap optimis dengan hati-hati.

Mereka mencatat tanda-tanda peringatan seperti penurunan survei manufaktur, meningkatnya pengangguran, dan meningkatnya tunggakan pinjaman, tetapi menekankan bahwa indikator-indikator ini saja tidak menjamin terjadinya resesi.

"Tren-tren dalam kredit, ketenagakerjaan, penjualan ritel, dan konstruksi masih memberikan gambaran yang positif," kata Capital Economics.

Secara keseluruhan, mereka memprediksi bahwa "soft landing adalah hasil yang paling mungkin terjadi" pada tahun 2025, meskipun mereka memantau dengan seksama risiko-risiko yang berkembang.

PT Equityworld Futures Semarang

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Equityworld Futures Semarang : OPEC Beri Sinyal Kembali Pangkas Produksi Dorong Harga Minyak Naik

Equityworld Futures Semarang -  Harga minyak  mentah dunia naik hampir 3 persen, terangkat dari posisi terendahnya dalam lima bulan pada pekan ini. Kenaikan harga terjadi setelah Arab Saudi mengatakan OPEC hampir menyetujui untuk memperpanjang pengurangan produksi di luar Juni serta Wall Street yang tercatat menguat. Melansir laman  Reuters , Sabtu ( 8/6/2019 ), harga minyak mentah berjangka Brent naik USD 1,62, atau 2,6 persen menjadi USD 63,29 per barel. Harga minyak mentah West Texas Intermediate ( WTI ) AS berakhir USD 53,99 per barel, naik USD 1,40, atau 2,7 persen. kunjungi  PT. Equityworld Futures | Perusahaan Investasi Berjangka Harga minyak Brent membukukan penurunan mingguan ketiga, yang turun hampir 2 persen. Sementara harga WTI naik sekitar 1 persen pada pekan ini. Pada hari Rabu, kedua tolok ukur minyak dunia tersebut mencapai titik terendah sejak Januari. Menteri Energi Saudi Khalid al-Falih mengatakan dalam konferensi Pers di Rusia,...

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Diproyeksi Menguat pada Selasa (18/11/2025), Cek Rekomendasi Saham dari Analis

  PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,55% ke level 8.416,88 pada akhir perdagangan Senin (17/11/2025). Penguatan ini terutama ditopang lonjakan saham-saham berkapitalisasi besar serta blue chips perbankan yang kembali mencatat kenaikan signifikan. Penguatan IHSG diprediksi masih akan berlanjut pada perdagangan Selasa (18/11/2025). Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata menilai, penguatan IHSG pada Senin (17/11/2025) sebagian besar berasal dari saham-saham penggerak indeks. “Market cap besar yang naik itu BBCA naik 1,78%, DSSA 6,58%, TPIA 1,43%, BBRI 1,03%. Belum lagi BMRI naik 1,47% dan TLKM naik 1,69%. CUAN juga naik 2,33%. Kenaikan saham-saham big caps dan blue chips ini menjadi index mover utama,” ujar Liza kepada Kontan, Senin (17/11/2025). Dari eksternal, ia menyoroti bahwa meski pemerintah Amerika Serikat sudah keluar dari masa government shutdown, data ekonomi tidak akan langsung tersedia. ...

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Diramal Lanjut Menguat, Cermati Rekomendasi Saham untuk Jumat (24/10)

  PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat (24/10/2025). Sentimen global masih akan mendominasi pergerakan harga indeks. Pada perdagangan Kamis (23/10/2025) kemarin, IHSG ditutup melonjak 1,49% ke level 8.274 pada akhir perdagangan Kamis (23/10/2025). Indeks juga sempat mencapai level intraday tertinggi baru di level 8.292. Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang menilai, sumber penguatan IHSG kemarin datang dari kabar rencana Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk membentuk perusahaan pengelola aset baru hasil penggabungan entitas anak PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Jika berhasil, perusahaan ini diperkirakan memiliki dana kelolaan sekitar US$ 8 miliar.  Aksi korporasi ini ditaksir akan rampung pada semester I tahun 2026, namun belum ada keputusan final terkait hal ini....