Langsung ke konten utama

PT Equityworld Futures Semarang – ANALIS MARKET (21/10/2024) : IHSG Berpotensi Bergerak Menguat

Pemulihan Tiongkok Bawa Angin Segar ke IHSG Tahun ini - Jawa Pos

PT Equityworld Futures Semarang – Riset harian NH Korindo Sekuritas menyebutkan, Sektor Teknologi mendorong indeks saham utama Wall Street ke level penutupan yang lebih tinggi, sementara harga Minyak mentah membukukan penurunan mingguan terbesar dalam sebulan pada perdagangan hari Jumat (18/10/24) seiring para investor mengabaikan laporan pendapatan yang beragam dan hanya fokus pada kinerja Netflix yang solid; serta langkah-langkah kebijakan Beijing untuk meningkatkan permintaan China.

Di sudut komoditas, Emas berhasil melewati angka USD 2,700 untuk pertama kalinya.

Para investment manager menilai emas selaku aset safe-haven alami kenaikan yang kuat karena banyaknya ketidakpastian.

Saham momentum megacap yang berdekatan dengan Teknologi pun mendorong Nasdaq naik 0.63%, sementara kenaikan S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average pada hari Jumat lebih moderat masing-masing 0.4% dan 0.09% namun keduanya meraih rekor penutupan tertinggi.

Ketiga indeks tersebut membukukan kenaikan minggu keenam berturut-turut, kenaikan mingguan terpanjang sejak akhir 2023.

MARKET SENTIMENT :

– Serangkaian LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN berkisar dari optimis hingga suram, dengan platform streaming Netflix menunjukkan penambahan pelanggan yang kuat, sementara perusahaan produk konsumen Procter & Gamble melaporkan penurunan penjualan yang mengejutkan seiring melambatnya demand atas produk-produknya.

– INDIKATOR EKONOMI : Building Permits (Sept) dan Housing Starts (Sept) keduanya anjlok lebih besar dari perkiraan dan juga dibanding dari bulan Aug. Namun berkat data pada hari Kamis lalu menunjukkan Penjualan Ritel AS meningkat 0.4% pada bulan September, lebih dari yang diantisipasi, sementara Initial Jobless Claims turun secara tak terduga ; angka-angka tersebut masih mempertahankan harapan akan “soft landing” bagi ekonomi AS.

– PILPRES AS : Dari saham small caps hingga Bitcoin hingga Dollar , beberapa investor mencari aset yang dapat berkembang pesat di bawah pemerintahan kedua Donald Trump. Polling elektalibitas menyebutkan mantan presiden tersebut telah memimpin atas Wakil Presiden Kamala Harris, meskipun Harris memimpin tipis dalam jajak pendapat Reuters/Ipsos minggu ini. Perdagangan Trump ditengarai akan berfokus pada kekuatan tarif, deregulasi, dan defisit yang lebih besar. Peso Meksiko, misalnya, turun 4% dari level tertingginya di bulan September karena para investor khawatir tentang tarif. Saham Trump Media & Technology Group naik lebih dari 140% sejak 23 September. Beberapa analis melihat efek Trump dalam kenaikan imbal hasil obligasi dan US Dollar baru-baru ini. Kesulitannya adalah memisahkan politik dari ekonomi.

FIXED INCOME & CURRENCY :

– YIELD US TREASURY turun karena pasar berkonsolidasi menyusul kenaikan besar selama bulan lalu ; pelaku pasar terbiasa dengan sikap The Fed yang kurang dovish dalam menghadapi data ekonomi yang lebih kuat dari perkiraan. Imbal hasil obligasi acuan AS tenor 10 tahun turun 2.1 basis poin menjadi 4.075%, dari 4.096% pada Kamis sore. Imbal hasil obligasi AS tenor 2 tahun, yang biasanya bergerak sesuai dengan ekspektasi suku bunga, turun 3.7 basis poin menjadi 3.95%, dari 3.987% pada Kamis sore.

– US DOLLAR merosot setelah 5 sesi berturut-turut menguat karena selera risiko membaik menyusul pengumuman stimulus China . Namun, greenback tampaknya akan mencatat kenaikan mingguan ketiga berturut-turut. DOLLAR INDEX (DXY) , yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekeranjang mata uang termasuk Yen dan Euro, turun 0.28% menjadi 103.49, dengan Euro naik 0.3% pada USD 1.0864. Terhadap Yen Jepang, Dollar melemah 0.45% menjadi 149.53.

DEMO EWF : PT Equityworld Futures Semarang

MARKET ASIA & EROPA : Data pada hari Jumat menunjukkan ekonomi CHINA tumbuh pada laju paling lambat sejak awal 2023 pada kuartal ketiga. CHINA GDP 3Q tumbuh 4.6% yoy , di atas perkiraan 4.5% dalam jajak pendapat Reuters tetapi di bawah laju 4.7% pada kuartal kedua. Output industri dan penjualan eceran meningkat dan melampaui ekspektasi, tetapi sektor properti tetap terperosok dalam penurunan. Pagi ini akan dinantikan kembali keputusan suku bunga dari PEOPLE’S BANK OF CHINA (PBOC) , di mana konsensus perkirakan mereka akan menurunkan Loan Prime Rate 5Y (Oct) ke level 3.65%, dari 3.85% sebelumnya, serta suku bunga acuan short-term ke level 3.15%, dari 3.35%.

– CHINA STIMULUS : Bank sentral China meluncurkan dua skema pendanaan pada hari Jumat yang awalnya akan menyuntikkan sebanyak 800 miliar Yuan (USD 112.38 miliar) ke pasar saham melalui instrumen kebijakan moneter yang baru dibuat. PBOC menjabarkan rincian operasional skema swap dan pinjaman ulang yang pertama kali diumumkan pada akhir September, yang bertujuan untuk mendukung perkembangan stabil pasar modal.

– Saham EROPA ditutup lebih tinggi, dibantu oleh kebangkitan saham Teknologi pada akhir minggu yang bergejolak , selain dari laporan keuangan yang bervariasi juga dari pemotongan suku bunga EUROPEAN CENTRAL BANK (ECB) . INGGRIS publikasikan angka Retail Sales yang kuat secara tahunan dan bulanan. STOXX 600 mencatat kenaikan mingguan keduanya. Indeks saham MSCI di seluruh dunia menguat 5.04 poin, atau 0.59%, menjadi 857.11. Indeks STOXX 600 naik 0.21%, sementara indeks FTSEurofirst 300 Eropa terapresiasi 4.81 poin, atau 0.23%. Saham emerging market melonjak 1.73%. Siang nanti sekitar jam 13.00 WIB GERMAN PPI (Sept) yang mana diperkirakan masih akan berkutat dengan kemungkinan deflasi lagi.

KOMODITAS : Harga MINYAK berjangka bulan depan turun dan berada di jalur penurunan mingguan terbesar sejak awal September karena meningkatnya kekhawatiran tentang demand dari China , serta para trader mengurai prospek beragam mengenai KONFLIK TIMUR TENGAH. Minyak mentah US WTI turun 2.05% ke harga USD 69.22 / barel, sementara BRENT merosot menjadi USD 73.06 / barel, turun 1.87%. Di sudut komoditas lain, harga EMAS menembus angka USD 2,700 untuk pertama kalinya seiring logam mulia menjadi safe-haven ini terus diuntungkan oleh ketidakpastian global. Harga spot Emas naik 1.01% ke level USD 2,719.75 / ons.

INDONESIA : Presiden terpilih PRABOWO SUBIANTO dan Wapres GIBRAN RAKABUMING RAKA resmi memasuki Istana Negara setelah acara pelantikan pada hari Minggu (20/10/24) di Gedung Nusantara, kompleks parlemen, Jakarta, pukul 10.00 WIB. Malam harinya, presiden Indonesia ke-8 ini juga langsung  mengumumkan susunan kabinetnya yang diberi nama Kabinet Merah Putih Beliau umumkan setidaknya 48 menteri dan lima pejabat setingkat menteri dalam kabinetnya, selain juga terdapat 56 wakil menteri untuk bertugas periode 2024-2029. Sejumlah menteri dalam pemerintahan Joko Widodo kembali menjabat dalam kabinet Prabowo, termasuk Sri Mulyani, Bahlil Lahadalia, Tito Karnavian, dan Budi Arie Setiadi. Dalam pidato perdananya di hadapan anggota parlemen, Prabowo membahas beragam hal, mulai dari korupsi, kemiskinan, swasembada pangan, swasembada energi, hilirisasi komoditas, hingga Palestina.

IHSG : menutup hari terakhir perdagangan bursa efek di era pemerintahan mantan presiden Joko Widodo, IHSG menguat 25pts / +0.32% ke level 7760.06 pada Jumat lalu, dibarengi oleh capital inflow asing sebesar IDR 319.35 milyar. Walau penguatan ini semakin menguatkan posisi IHSG di atas Support penting, namun candle Doji yang tercipta sedikit menyuarakan potensi pullback sejenak, mungkin ke level 7680 atau 7620-7590.

Menyikapi kondisi tersebut, analis NH Korindo Sekuritas juga perlu ingatkan, jika IHSG malah memilih untuk lanjutkan arah ke utara melampaui 7800 maka bisa dipastikan TARGET menuju ke titik All-Time-High 7900 atau bahkan TARGET AKHIR TAHUN (yang telah direvisi) level 8000 akan lebih cepat dicapai.

"IHSG berpotensi bergerak menguat," sebut analis NH Korindo Sekuritas dalam riset Senin (21/10).

PT Equityworld Futures Semarang


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Equityworld Futures Semarang : OPEC Beri Sinyal Kembali Pangkas Produksi Dorong Harga Minyak Naik

Equityworld Futures Semarang -  Harga minyak  mentah dunia naik hampir 3 persen, terangkat dari posisi terendahnya dalam lima bulan pada pekan ini. Kenaikan harga terjadi setelah Arab Saudi mengatakan OPEC hampir menyetujui untuk memperpanjang pengurangan produksi di luar Juni serta Wall Street yang tercatat menguat. Melansir laman  Reuters , Sabtu ( 8/6/2019 ), harga minyak mentah berjangka Brent naik USD 1,62, atau 2,6 persen menjadi USD 63,29 per barel. Harga minyak mentah West Texas Intermediate ( WTI ) AS berakhir USD 53,99 per barel, naik USD 1,40, atau 2,7 persen. kunjungi  PT. Equityworld Futures | Perusahaan Investasi Berjangka Harga minyak Brent membukukan penurunan mingguan ketiga, yang turun hampir 2 persen. Sementara harga WTI naik sekitar 1 persen pada pekan ini. Pada hari Rabu, kedua tolok ukur minyak dunia tersebut mencapai titik terendah sejak Januari. Menteri Energi Saudi Khalid al-Falih mengatakan dalam konferensi Pers di Rusia,...

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Diproyeksi Menguat pada Selasa (18/11/2025), Cek Rekomendasi Saham dari Analis

  PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,55% ke level 8.416,88 pada akhir perdagangan Senin (17/11/2025). Penguatan ini terutama ditopang lonjakan saham-saham berkapitalisasi besar serta blue chips perbankan yang kembali mencatat kenaikan signifikan. Penguatan IHSG diprediksi masih akan berlanjut pada perdagangan Selasa (18/11/2025). Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata menilai, penguatan IHSG pada Senin (17/11/2025) sebagian besar berasal dari saham-saham penggerak indeks. “Market cap besar yang naik itu BBCA naik 1,78%, DSSA 6,58%, TPIA 1,43%, BBRI 1,03%. Belum lagi BMRI naik 1,47% dan TLKM naik 1,69%. CUAN juga naik 2,33%. Kenaikan saham-saham big caps dan blue chips ini menjadi index mover utama,” ujar Liza kepada Kontan, Senin (17/11/2025). Dari eksternal, ia menyoroti bahwa meski pemerintah Amerika Serikat sudah keluar dari masa government shutdown, data ekonomi tidak akan langsung tersedia. ...

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Diramal Lanjut Menguat, Cermati Rekomendasi Saham untuk Jumat (24/10)

  PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat (24/10/2025). Sentimen global masih akan mendominasi pergerakan harga indeks. Pada perdagangan Kamis (23/10/2025) kemarin, IHSG ditutup melonjak 1,49% ke level 8.274 pada akhir perdagangan Kamis (23/10/2025). Indeks juga sempat mencapai level intraday tertinggi baru di level 8.292. Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang menilai, sumber penguatan IHSG kemarin datang dari kabar rencana Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk membentuk perusahaan pengelola aset baru hasil penggabungan entitas anak PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Jika berhasil, perusahaan ini diperkirakan memiliki dana kelolaan sekitar US$ 8 miliar.  Aksi korporasi ini ditaksir akan rampung pada semester I tahun 2026, namun belum ada keputusan final terkait hal ini....