Langsung ke konten utama

PT Equityworld Futures Semarang – Harga Minyak: Pasca Reli Terdorong Tensi Geopolitik, Minyak Terpeleset 2 Hal Ini

Harga Minyak Mentah Indonesia Turun - PORTONEWS

PT Equityworld Futures Semarang – Harga minyak mentah mengalami penurunan setelah sebelumnya mengalami kenaikan signifikan, yang dipicu oleh kekhawatiran atas ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya antara Israel dan Iran. Reli harga yang membawa Brent menembus $80 per barel untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan, kini mulai mereda seiring dengan hilangnya eskalasi lebih lanjut dari serangan rudal Iran ke Israel. Hal ini membuat para trader mengambil posisi hati-hati sambil menunggu perkembangan terbaru yang bisa memengaruhi pasokan energi global.
Fokus Beralih ke Permintaan dari China

Dengan meredanya ketegangan, perhatian pelaku pasar kini beralih ke permintaan minyak dari China. Harapan akan adanya kebijakan stimulan baru dari pemerintah China tidak terwujud, yang menambah tekanan pada harga minyak. Vishnu Varathan dari Mizuho Bank menegaskan bahwa pasar minyak belum mendapatkan dorongan cukup dari permintaan China, berbanding terbalik dengan pasar ekuitas mereka.
Profit Taking Setelah Reli

Pelemahan harga juga bisa dilihat sebagai langkah profit taking setelah reli yang kuat. Pada hari Selasa, kontrak Brent turun 1,4% menjadi $79,80 per barel, sementara U.S. crude futures (WTI) turun 1,5% menjadi $76,00 per barel. Kedua kontrak ini sebelumnya meningkat lebih dari 3% pada hari Senin, mencapai level tertinggi sejak akhir Agustus setelah lonjakan 8% dalam seminggu—kenaikan mingguan terbesar dalam lebih dari setahun.
Data Inventaris dan Stabilitas Pasokan Global

Pelaku pasar kini mengawasi data inventaris minyak AS terbaru dari American Petroleum Institute yang diperkirakan meningkat 1,9 juta barel. Di tingkat global, meskipun ada kekhawatiran tentang pasokan, kapasitas cadangan OPEC dan stabilitas pasokan minyak dunia menunjukkan pengenduran kekhawatiran tersebut. Dalam situasi yang kompleks ini, perkembangan geopolitik dan kebijakan ekonomi global akan terus menjadi faktor penting yang memengaruhi harga minyak di masa mendatang.

Akun Demo di PT Equityworld Futures Semarang

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Equityworld Futures Semarang : OPEC Beri Sinyal Kembali Pangkas Produksi Dorong Harga Minyak Naik

Equityworld Futures Semarang -  Harga minyak  mentah dunia naik hampir 3 persen, terangkat dari posisi terendahnya dalam lima bulan pada pekan ini. Kenaikan harga terjadi setelah Arab Saudi mengatakan OPEC hampir menyetujui untuk memperpanjang pengurangan produksi di luar Juni serta Wall Street yang tercatat menguat. Melansir laman  Reuters , Sabtu ( 8/6/2019 ), harga minyak mentah berjangka Brent naik USD 1,62, atau 2,6 persen menjadi USD 63,29 per barel. Harga minyak mentah West Texas Intermediate ( WTI ) AS berakhir USD 53,99 per barel, naik USD 1,40, atau 2,7 persen. kunjungi  PT. Equityworld Futures | Perusahaan Investasi Berjangka Harga minyak Brent membukukan penurunan mingguan ketiga, yang turun hampir 2 persen. Sementara harga WTI naik sekitar 1 persen pada pekan ini. Pada hari Rabu, kedua tolok ukur minyak dunia tersebut mencapai titik terendah sejak Januari. Menteri Energi Saudi Khalid al-Falih mengatakan dalam konferensi Pers di Rusia,...

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Diproyeksi Menguat pada Selasa (18/11/2025), Cek Rekomendasi Saham dari Analis

  PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,55% ke level 8.416,88 pada akhir perdagangan Senin (17/11/2025). Penguatan ini terutama ditopang lonjakan saham-saham berkapitalisasi besar serta blue chips perbankan yang kembali mencatat kenaikan signifikan. Penguatan IHSG diprediksi masih akan berlanjut pada perdagangan Selasa (18/11/2025). Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata menilai, penguatan IHSG pada Senin (17/11/2025) sebagian besar berasal dari saham-saham penggerak indeks. “Market cap besar yang naik itu BBCA naik 1,78%, DSSA 6,58%, TPIA 1,43%, BBRI 1,03%. Belum lagi BMRI naik 1,47% dan TLKM naik 1,69%. CUAN juga naik 2,33%. Kenaikan saham-saham big caps dan blue chips ini menjadi index mover utama,” ujar Liza kepada Kontan, Senin (17/11/2025). Dari eksternal, ia menyoroti bahwa meski pemerintah Amerika Serikat sudah keluar dari masa government shutdown, data ekonomi tidak akan langsung tersedia. ...

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Diramal Lanjut Menguat, Cermati Rekomendasi Saham untuk Jumat (24/10)

  PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat (24/10/2025). Sentimen global masih akan mendominasi pergerakan harga indeks. Pada perdagangan Kamis (23/10/2025) kemarin, IHSG ditutup melonjak 1,49% ke level 8.274 pada akhir perdagangan Kamis (23/10/2025). Indeks juga sempat mencapai level intraday tertinggi baru di level 8.292. Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang menilai, sumber penguatan IHSG kemarin datang dari kabar rencana Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk membentuk perusahaan pengelola aset baru hasil penggabungan entitas anak PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Jika berhasil, perusahaan ini diperkirakan memiliki dana kelolaan sekitar US$ 8 miliar.  Aksi korporasi ini ditaksir akan rampung pada semester I tahun 2026, namun belum ada keputusan final terkait hal ini....