Langsung ke konten utama

PT Equityworld Futures Semarang – 5 Saham Emiten Ini Bergerak Gak Wajar, Bursa Pantau Ketat

8 Saham Emiten Minyak dan Gas dengan PER dan PBV Terendah

PT Equityworld Futures Semarang – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengawasi dengan ketat lima emiten dengan indikasi pola transaksi yang tidak wajar atau di luar kebiasaan (Unusual Market Activity).
Mengutip keterbukaan informasi BEI, lima emiten tersebut di antaranya, PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS), PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB), PT Newport Marine Services Tbk (BOAT), PT Global Sukses Digital Tbk (DOSS), dan PT Segar Kumala Indonesia Tbk (BUAH).

"Pengumuman Unusual Market Activity (UMA) tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal," tulis manajemen BEI, Senin (25/11).

Informasi terakhir mengenai Perusahaan Tercatat adalah informasi tanggal 4 November 2024 yang dipublikasikan melalui website PT Bursa Efek Indonesia ("Bursa") perihal laporan bulanan registrasi pemegang efek.

Selanjutnya, informasi terakhir mengenai Perusahaan Tercatat adalah informasi tanggal 21 November 2024 yang dipublikasikan melalui website PT Bursa Efek Indonesia perihal penunjukan/perubahan Kantor Akuntan Publik dan/atau Akuntan Publik.

Sebagai informasi, sebelumnya Bursa telah mengumumkan penghentian sementara Perdagangan terhadap saham PSAB di pasar reguler dan tunai pada tanggal 6 Maret 2024 dalam rangka cooling down, dan Unusual Market Activity (UMA) pada tanggal 31 Januari 2024 atas perdagangan saham PSAB.

Kemudian, informasi terakhir mengenai Perusahaan Tercatat adalah informasi tanggal 19 November 2024 yang dipublikasikan melalui website PT Bursa Efek Indonesia perihal laporan kepemilikan atau setiap perubahan kepemilikan saham perusahaan terbuka.

Lalu, informasi terakhir mengenai Perusahaan Tercatat adalah informasi tanggal 18 November 2024 yang dipublikasikan melalui website PT Bursa Efek Indonesia (Bursa) perihal penunjukan/perubahan Kantor Akuntan Publik dan/atau Akuntan Publik.

Terakhir, iformasi terakhir mengenai Perusahaan Tercatat adalah informasi tanggal 14 November 2024 yang dipublikasikan melalui website PT Bursa Efek Indonesia (Bursa) perihal penjelasan atas volatilitas transaksi.

Oleh karena itu para investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban emiten atas permintaan konfirmasi Bursa, mencermati kinerja emitan dan keterbukaan informasinya, mengkaji kembali rencana corporate action emiten apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.

PT Equityworld Futures Semarang

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Equityworld Futures Semarang : OPEC Beri Sinyal Kembali Pangkas Produksi Dorong Harga Minyak Naik

Equityworld Futures Semarang -  Harga minyak  mentah dunia naik hampir 3 persen, terangkat dari posisi terendahnya dalam lima bulan pada pekan ini. Kenaikan harga terjadi setelah Arab Saudi mengatakan OPEC hampir menyetujui untuk memperpanjang pengurangan produksi di luar Juni serta Wall Street yang tercatat menguat. Melansir laman  Reuters , Sabtu ( 8/6/2019 ), harga minyak mentah berjangka Brent naik USD 1,62, atau 2,6 persen menjadi USD 63,29 per barel. Harga minyak mentah West Texas Intermediate ( WTI ) AS berakhir USD 53,99 per barel, naik USD 1,40, atau 2,7 persen. kunjungi  PT. Equityworld Futures | Perusahaan Investasi Berjangka Harga minyak Brent membukukan penurunan mingguan ketiga, yang turun hampir 2 persen. Sementara harga WTI naik sekitar 1 persen pada pekan ini. Pada hari Rabu, kedua tolok ukur minyak dunia tersebut mencapai titik terendah sejak Januari. Menteri Energi Saudi Khalid al-Falih mengatakan dalam konferensi Pers di Rusia,...

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Diproyeksi Menguat pada Selasa (18/11/2025), Cek Rekomendasi Saham dari Analis

  PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,55% ke level 8.416,88 pada akhir perdagangan Senin (17/11/2025). Penguatan ini terutama ditopang lonjakan saham-saham berkapitalisasi besar serta blue chips perbankan yang kembali mencatat kenaikan signifikan. Penguatan IHSG diprediksi masih akan berlanjut pada perdagangan Selasa (18/11/2025). Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata menilai, penguatan IHSG pada Senin (17/11/2025) sebagian besar berasal dari saham-saham penggerak indeks. “Market cap besar yang naik itu BBCA naik 1,78%, DSSA 6,58%, TPIA 1,43%, BBRI 1,03%. Belum lagi BMRI naik 1,47% dan TLKM naik 1,69%. CUAN juga naik 2,33%. Kenaikan saham-saham big caps dan blue chips ini menjadi index mover utama,” ujar Liza kepada Kontan, Senin (17/11/2025). Dari eksternal, ia menyoroti bahwa meski pemerintah Amerika Serikat sudah keluar dari masa government shutdown, data ekonomi tidak akan langsung tersedia. ...

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Diramal Lanjut Menguat, Cermati Rekomendasi Saham untuk Jumat (24/10)

  PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat (24/10/2025). Sentimen global masih akan mendominasi pergerakan harga indeks. Pada perdagangan Kamis (23/10/2025) kemarin, IHSG ditutup melonjak 1,49% ke level 8.274 pada akhir perdagangan Kamis (23/10/2025). Indeks juga sempat mencapai level intraday tertinggi baru di level 8.292. Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang menilai, sumber penguatan IHSG kemarin datang dari kabar rencana Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk membentuk perusahaan pengelola aset baru hasil penggabungan entitas anak PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Jika berhasil, perusahaan ini diperkirakan memiliki dana kelolaan sekitar US$ 8 miliar.  Aksi korporasi ini ditaksir akan rampung pada semester I tahun 2026, namun belum ada keputusan final terkait hal ini....