Langsung ke konten utama

PT Equityworld Futures Semarang – Berkaca Dari Perang Dagang AS-China 2019 Lalu, Inilah Potensi Dampak Kebijakan Tarif AS

Kronologi Perang Dagang AS-China Selama Kepemimpinan Trump

PT Equityworld Futures Semarang – Lanskap perdagangan AS sedang berada di bawah sorotan karena para investor bersiap untuk potensi eskalasi tarif di bawah pemerintahan baru.

Analis Barclays mengatakan bahwa hampir seluruh komoditas yang melintasi perbatasan AS sudah terlihat, dan meningkatnya peranan Meksiko sebagai mitra dagang terbesar AS menimbulkan kekhawatiran mengenai dampak dari potensi bea impor.

Perang dagang AS-China tahun 2019 menjadi referensi untuk tantangan yang mungkin terjadi.

Analis mencatat penurunan volume kereta api domestik dan pengangkutan truk, serta penyusutan pasar pengiriman global, selama periode tersebut. Sementara tarif dapat mengganggu perdagangan dengan Kanada dan Meksiko, perdagangan di antara mitra-mitra Amerika Utara berkembang di bawah Perjanjian AS-Meksiko-Kanada sebelumnya.

Eskalasi tarif dengan Cina kemungkinan akan paling berdampak pada penyedia pengiriman global dan perusahaan perkeretaapian Barat, terutama yang bergantung pada ekspor biji-bijian. Tindakan yang lebih luas yang mempengaruhi Eropa atau Amerika Utara dapat mengganggu sektor transportasi darat seperti pengangkutan truk dan perkeretaapian.

Barang konsumsi tetap menjadi titik fokus. Elektronik, yang menyumbang sepertiga dari impor barang konsumsi AS, sebagian besar bersumber dari Cina dan Meksiko. Impor pakaian dan alas kaki telah bergeser secara signifikan dari Cina ke Asia Tenggara dalam beberapa tahun terakhir. Perusahaan seperti Ralph Lauren telah mengurangi ketergantungannya pada Cina, dengan sumbernya menurun ke angka satu digit pada akhir 2024.

Sektor industri juga menghadapi risiko. Sektor yang sangat bergantung pada impor dari Meksiko, Cina, dan Kanada meliputi komponen otomotif, peralatan HVAC, dan alat listrik. Perusahaan seperti Stanley Black & Decker dan Rockwell Automation mungkin menghadapi tekanan harga, sementara eksportir bersih seperti Honeywell dan 3M bisa lebih diuntungkan.

 Perusahaan logistik Eropa juga memiliki eksposur terhadap jalur perdagangan trans-Atlantik dan trans-Pasifik. Potensi gangguan, seperti mogoknya pelabuhan, bisa memperbesar tantangan bagi rantai pasokan global.

PT Equityworld Futures Semarang

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Equityworld Futures Semarang : OPEC Beri Sinyal Kembali Pangkas Produksi Dorong Harga Minyak Naik

Equityworld Futures Semarang -  Harga minyak  mentah dunia naik hampir 3 persen, terangkat dari posisi terendahnya dalam lima bulan pada pekan ini. Kenaikan harga terjadi setelah Arab Saudi mengatakan OPEC hampir menyetujui untuk memperpanjang pengurangan produksi di luar Juni serta Wall Street yang tercatat menguat. Melansir laman  Reuters , Sabtu ( 8/6/2019 ), harga minyak mentah berjangka Brent naik USD 1,62, atau 2,6 persen menjadi USD 63,29 per barel. Harga minyak mentah West Texas Intermediate ( WTI ) AS berakhir USD 53,99 per barel, naik USD 1,40, atau 2,7 persen. kunjungi  PT. Equityworld Futures | Perusahaan Investasi Berjangka Harga minyak Brent membukukan penurunan mingguan ketiga, yang turun hampir 2 persen. Sementara harga WTI naik sekitar 1 persen pada pekan ini. Pada hari Rabu, kedua tolok ukur minyak dunia tersebut mencapai titik terendah sejak Januari. Menteri Energi Saudi Khalid al-Falih mengatakan dalam konferensi Pers di Rusia,...

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Diproyeksi Menguat pada Selasa (18/11/2025), Cek Rekomendasi Saham dari Analis

  PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,55% ke level 8.416,88 pada akhir perdagangan Senin (17/11/2025). Penguatan ini terutama ditopang lonjakan saham-saham berkapitalisasi besar serta blue chips perbankan yang kembali mencatat kenaikan signifikan. Penguatan IHSG diprediksi masih akan berlanjut pada perdagangan Selasa (18/11/2025). Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata menilai, penguatan IHSG pada Senin (17/11/2025) sebagian besar berasal dari saham-saham penggerak indeks. “Market cap besar yang naik itu BBCA naik 1,78%, DSSA 6,58%, TPIA 1,43%, BBRI 1,03%. Belum lagi BMRI naik 1,47% dan TLKM naik 1,69%. CUAN juga naik 2,33%. Kenaikan saham-saham big caps dan blue chips ini menjadi index mover utama,” ujar Liza kepada Kontan, Senin (17/11/2025). Dari eksternal, ia menyoroti bahwa meski pemerintah Amerika Serikat sudah keluar dari masa government shutdown, data ekonomi tidak akan langsung tersedia. ...

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Diramal Lanjut Menguat, Cermati Rekomendasi Saham untuk Jumat (24/10)

  PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat (24/10/2025). Sentimen global masih akan mendominasi pergerakan harga indeks. Pada perdagangan Kamis (23/10/2025) kemarin, IHSG ditutup melonjak 1,49% ke level 8.274 pada akhir perdagangan Kamis (23/10/2025). Indeks juga sempat mencapai level intraday tertinggi baru di level 8.292. Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang menilai, sumber penguatan IHSG kemarin datang dari kabar rencana Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk membentuk perusahaan pengelola aset baru hasil penggabungan entitas anak PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Jika berhasil, perusahaan ini diperkirakan memiliki dana kelolaan sekitar US$ 8 miliar.  Aksi korporasi ini ditaksir akan rampung pada semester I tahun 2026, namun belum ada keputusan final terkait hal ini....