Langsung ke konten utama

PT Equityworld Futures Semarang – Ketidakpastian Tarif Bikin Rupiah Gamang, Dolar Naik ke Rp16.820

IHSG Hari Ini (14/3/2025) Diprediksi Melemah, Simak Analisisnya - Ajaib

PT Equityworld Futures Semarang – Nilai tukar rupiah terdepresiasi terhadap dolar Amerika Serikat (AS) meskipun greenback tampak juga mengalami penurunan.
Merujuk Refinitiv, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada Rabu (16/4/2025) ditutup pada posisi Rp16.820/US$, rupiah atau melemah 0,06%. Posisi ini senada dengan penutupan perdagangan kemarin (15/4/2025) yang ditutup pada level Rp16.810/US$ atau melemah 0,24%.

Di sisi lain, indeks dolar AS (DXY) pada pukul 14:59 WIB turun 0,81% di angka 99,4. Angka ini lebih rendah jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan kemarin yang berada di angka 100,22.

 

Secara teori, saat indeks dolar melemah seharusnya mata uang rupiah menguat. Indeks dolar yang turun menandai adanya penjualan dolar AS secara besar-besaran.

Investor atau trader akan mengalihkan investasi yang dulunya dalam denominasi dolar ke instrumen lain.

Biasanya, instrumen di Emerging Markets seperti Indonesia menjadi pilihan karena menarik. Rupiah menjadi alternatif bagi investor yang menjual dolar dan berinvestasi ke tempat lain.

Sayangnya, teori ini tidak berjalan sekarang. Rupiah justru ambruk parah di tengah melemahnya dolar AS. Kondisi ini mencerminkan jika dana investor tidak digunakan untuk membeli rupiah.

Ada sejumlah alasan mengapa teori indeks dolar AS dan rupiah tidak berlaku saat ini. Di antaranya adalah gejolak eksternal yang besar serta kondisi dalam negeri yang kurang mendukung. Dari eksternal, tekanan datang dari kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump sementara dari internal berupa pelemahan indikator ekonomi hingga jebloknya pendapatan negara.

Kebijakan tarif perdagangan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump memberlakukan tarif bea impor dengan tarif dasar 10% pada semua impor ke AS dan bea masuk yang lebih tinggi pada puluhan negara lain.

Ketidakpastian global dan ketidakjelasan dampak perang dagang membuat investor asing kabur dari pasar keuangan Indonesia dan ini membuat mata uang rupiah tertekan.

PT Equityworld Futures Semarang

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Equityworld Futures Semarang : OPEC Beri Sinyal Kembali Pangkas Produksi Dorong Harga Minyak Naik

Equityworld Futures Semarang -  Harga minyak  mentah dunia naik hampir 3 persen, terangkat dari posisi terendahnya dalam lima bulan pada pekan ini. Kenaikan harga terjadi setelah Arab Saudi mengatakan OPEC hampir menyetujui untuk memperpanjang pengurangan produksi di luar Juni serta Wall Street yang tercatat menguat. Melansir laman  Reuters , Sabtu ( 8/6/2019 ), harga minyak mentah berjangka Brent naik USD 1,62, atau 2,6 persen menjadi USD 63,29 per barel. Harga minyak mentah West Texas Intermediate ( WTI ) AS berakhir USD 53,99 per barel, naik USD 1,40, atau 2,7 persen. kunjungi  PT. Equityworld Futures | Perusahaan Investasi Berjangka Harga minyak Brent membukukan penurunan mingguan ketiga, yang turun hampir 2 persen. Sementara harga WTI naik sekitar 1 persen pada pekan ini. Pada hari Rabu, kedua tolok ukur minyak dunia tersebut mencapai titik terendah sejak Januari. Menteri Energi Saudi Khalid al-Falih mengatakan dalam konferensi Pers di Rusia,...

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Diproyeksi Menguat pada Selasa (18/11/2025), Cek Rekomendasi Saham dari Analis

  PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,55% ke level 8.416,88 pada akhir perdagangan Senin (17/11/2025). Penguatan ini terutama ditopang lonjakan saham-saham berkapitalisasi besar serta blue chips perbankan yang kembali mencatat kenaikan signifikan. Penguatan IHSG diprediksi masih akan berlanjut pada perdagangan Selasa (18/11/2025). Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata menilai, penguatan IHSG pada Senin (17/11/2025) sebagian besar berasal dari saham-saham penggerak indeks. “Market cap besar yang naik itu BBCA naik 1,78%, DSSA 6,58%, TPIA 1,43%, BBRI 1,03%. Belum lagi BMRI naik 1,47% dan TLKM naik 1,69%. CUAN juga naik 2,33%. Kenaikan saham-saham big caps dan blue chips ini menjadi index mover utama,” ujar Liza kepada Kontan, Senin (17/11/2025). Dari eksternal, ia menyoroti bahwa meski pemerintah Amerika Serikat sudah keluar dari masa government shutdown, data ekonomi tidak akan langsung tersedia. ...

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Diramal Lanjut Menguat, Cermati Rekomendasi Saham untuk Jumat (24/10)

  PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat (24/10/2025). Sentimen global masih akan mendominasi pergerakan harga indeks. Pada perdagangan Kamis (23/10/2025) kemarin, IHSG ditutup melonjak 1,49% ke level 8.274 pada akhir perdagangan Kamis (23/10/2025). Indeks juga sempat mencapai level intraday tertinggi baru di level 8.292. Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang menilai, sumber penguatan IHSG kemarin datang dari kabar rencana Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk membentuk perusahaan pengelola aset baru hasil penggabungan entitas anak PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Jika berhasil, perusahaan ini diperkirakan memiliki dana kelolaan sekitar US$ 8 miliar.  Aksi korporasi ini ditaksir akan rampung pada semester I tahun 2026, namun belum ada keputusan final terkait hal ini....