Langsung ke konten utama

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Anjlok Lagi Tertekan Kinerja Saham Blue Chip

IHSG Dibuka Melemah 0.43% pada Sesi I Perdagangan Awal Minggu Ini -  Vibizmedia.com 

PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melemah pada perdagangan hari ini, Jumat (20/6/2025).

Pada akhir perdagangan sesi kedua IHSG memangkas pelemahan dan tercatat mengalami koreksi 0,88% atau turun 61 poin ke 6.907,14. Pada perdagangan intraday pagi ini indeks sempat melemah hingga 1,36% ke level 6.873,72.

Sebanyak 231 saham naik, 386 turun, dan 190 tidak bergerak. Kapitalisasi pasar pun merosot jadi Rp 12.127,93 triliun.

Nilai transaksi pada sesi awal hari ini tergolong sangat ramai atau mencapai Rp 22,69 triliun yang melibatkan 35,49 miliar saham dalam 1,19 juta kali transaksi.

Mayoritas sektor perdagangan terkoreksi, kecuali sektor teknologi, industri dan energi yang terapresiasi tipis. Sementara itu sektor properti, utilitas dan barang baku menjadi yang tertekan paling dalam hari ini.

Secara spesifik saham big caps dan perbankan masih menjadi pemberat utama kinerja IHSG, sedangkan sejumlah saham konglomerat tercatat mengalami penguatan.

Saham AMMN, TLKM, BBCA dan GOTO tercatat menjadi pemberat utama kinerja IHSG.

Sementara saham DSSA milik Grup Sinarmas, MLPT milik Grup Lippo dan BYAN milik Low Tuck Kwong menjadi emiten utama dengan kontribusi terbesar menahan koreksi lebih dalam IHSG.

Sebagai informasi, pada perdagangan kemarin, Kamis (19/6/2025), IHSG ditutup anjlok 1,96% atau turun 139 poin pada akhir perdagangan sesi kedua menjadi 6.968,64.

Hal itu seiring dengan investor asing yang tercatat kembali melakukan penjualan bersih sebesar jumbo Rp1,25 triliun di seluruh pasar dan sebesar Rp1,30 triliun di pasar reguler.

Mengingat hari ini adalah hari terakhir perdagangan pasar keuangan Tanah Air, diperkirakan IHSG & rupiah masih berpeluang untuk aksi taking profit ditengah ketidakpastian global yang masih tinggi akibat dinamika negosiasi tarif resiprokal AS serta ketegangan geopolitik di Timur Tengah, hal ini memperlambat pertumbuhan ekonomi global ke depannya.

Perdagangan hari ini menjadi hari terakhir pasar keuangan Tanah Air yang diperkirakan akan rentan terhadap aksi koreksi. Perang Timur Tengah yang semakin meluas bahkan Trump kini mempertimbangkan untuk menyerang Iran, hal ini dapat mendukung peningkatan permintaan safe have sehingga aset beresiko seperti saham pun akan mulai ditinggalkan sehingga memicu kembalinya koreksi pasar saham.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali mengirimkan sinyal-sinyal terkait kemungkinan partisipasi Washington untuk ikut menyerang Iran. Hal ini terjadi di saat sekutu AS paling strategis di Timur Tengah, Israel, melancarkan serangan ke Negeri Para Mullah.

Berbicara kepada wartawan di luar Gedung Putih, Kamis (18/6/2025), Trump masih menolak mengatakan apakah ia telah membuat keputusan apa pun tentang apakah akan bergabung dengan kampanye Israel. Ia bahkan meninggalkan para wartawan dengan membuat pernyataan yang menimbulkan sejumlah kebingungan.

"Saya mungkin melakukannya. Saya mungkin tidak melakukannya. Maksud saya, tidak seorang pun tahu apa yang akan saya lakukan," katanya dikutip Reuters.

Sebagaimana diketahui, eskalasi antara Iran dan Israel terus membara. Konflik ini dimulai saat Israel menyerang Iran Jumat lalu, dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan motifnya adalah untuk melumpuhkan program nuklir Iran, yang diyakini dikembangkan untuk membuat senjata pemusnah massal.

Namun klaim ini ditolak Iran, yang menyebutkan program tersebut dikembangkan untuk tujuan sipil. Tehran juga telah melontarkan sejumlah serangan balasan yang mengenai beberapa titik di Tel Aviv dan Haifa.

Sejauh ini, sejumlah pihak berupaya untuk menekan satu sama lain untuk berhenti melancarkan serangan. Trump, yang merupakan sekutu Israel menyebutkan bahwa konflik ini akan berakhir bila pembicaraan nuklir antara Tehran dan Washington dapat mencapai konsensus.

PT Equityworld Futures Semarang 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Equityworld Futures Semarang : OPEC Beri Sinyal Kembali Pangkas Produksi Dorong Harga Minyak Naik

Equityworld Futures Semarang -  Harga minyak  mentah dunia naik hampir 3 persen, terangkat dari posisi terendahnya dalam lima bulan pada pekan ini. Kenaikan harga terjadi setelah Arab Saudi mengatakan OPEC hampir menyetujui untuk memperpanjang pengurangan produksi di luar Juni serta Wall Street yang tercatat menguat. Melansir laman  Reuters , Sabtu ( 8/6/2019 ), harga minyak mentah berjangka Brent naik USD 1,62, atau 2,6 persen menjadi USD 63,29 per barel. Harga minyak mentah West Texas Intermediate ( WTI ) AS berakhir USD 53,99 per barel, naik USD 1,40, atau 2,7 persen. kunjungi  PT. Equityworld Futures | Perusahaan Investasi Berjangka Harga minyak Brent membukukan penurunan mingguan ketiga, yang turun hampir 2 persen. Sementara harga WTI naik sekitar 1 persen pada pekan ini. Pada hari Rabu, kedua tolok ukur minyak dunia tersebut mencapai titik terendah sejak Januari. Menteri Energi Saudi Khalid al-Falih mengatakan dalam konferensi Pers di Rusia,...

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Diproyeksi Menguat pada Selasa (18/11/2025), Cek Rekomendasi Saham dari Analis

  PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,55% ke level 8.416,88 pada akhir perdagangan Senin (17/11/2025). Penguatan ini terutama ditopang lonjakan saham-saham berkapitalisasi besar serta blue chips perbankan yang kembali mencatat kenaikan signifikan. Penguatan IHSG diprediksi masih akan berlanjut pada perdagangan Selasa (18/11/2025). Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata menilai, penguatan IHSG pada Senin (17/11/2025) sebagian besar berasal dari saham-saham penggerak indeks. “Market cap besar yang naik itu BBCA naik 1,78%, DSSA 6,58%, TPIA 1,43%, BBRI 1,03%. Belum lagi BMRI naik 1,47% dan TLKM naik 1,69%. CUAN juga naik 2,33%. Kenaikan saham-saham big caps dan blue chips ini menjadi index mover utama,” ujar Liza kepada Kontan, Senin (17/11/2025). Dari eksternal, ia menyoroti bahwa meski pemerintah Amerika Serikat sudah keluar dari masa government shutdown, data ekonomi tidak akan langsung tersedia. ...

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Diramal Lanjut Menguat, Cermati Rekomendasi Saham untuk Jumat (24/10)

  PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat (24/10/2025). Sentimen global masih akan mendominasi pergerakan harga indeks. Pada perdagangan Kamis (23/10/2025) kemarin, IHSG ditutup melonjak 1,49% ke level 8.274 pada akhir perdagangan Kamis (23/10/2025). Indeks juga sempat mencapai level intraday tertinggi baru di level 8.292. Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang menilai, sumber penguatan IHSG kemarin datang dari kabar rencana Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk membentuk perusahaan pengelola aset baru hasil penggabungan entitas anak PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Jika berhasil, perusahaan ini diperkirakan memiliki dana kelolaan sekitar US$ 8 miliar.  Aksi korporasi ini ditaksir akan rampung pada semester I tahun 2026, namun belum ada keputusan final terkait hal ini....