Langsung ke konten utama

PT Equityworld Futures Semarang – Pasar waspadai tekanan IHSG dan rupiah jika ketegangan demo berlanjut

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, 5 Juni 2023 

PT Equityworld Futures Semarang – Ekonom KB Valbury Sekuritas Fikri C. Permana menilai pasar keuangan masih diliputi kewaspadaan, dengan potensi tekanan berlanjut pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah jika ketegangan aksi demonstrasi di Jakarta masih berlanjut.

“Hari ini karena memang ada tekanan demo, market juga berhati-hati. Apalagi ada kekhawatiran demo masih akan berlangsung di hari ini, juga sebelumnya di hari Senin (25/8). Mungkin ini bikin IHSG-nya agak sedikit 'loyo' di hari ini,” kata Fikri saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Jumat.

Fikri memperkirakan IHSG akan berada di kisaran 7.800-7.820 pada penutupan Jumat (29/8). Sementara rupiah diharapkan tidak melemah lebih dalam dari kisaran Rp16.520 per dolar Amerika Serikat (AS).

Meski fundamental nilai tukar sebetulnya tidak terlalu tertekan oleh pelemahan indeks dolar AS, sentimen domestik dari aksi unjuk rasa membuat investor lebih berhati-hati untuk menempatkan dananya.

Sejak pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, rupiah melemah dari Rp16.271 pada penutupan perdagangan Rabu (20/8) menjadi Rp16.339 pada Jumat (29/8) pagi.

Fikri mencatat pelemahan ini terutama dipicu penurunan BI-Rate sebesar 25 basis poin (bps) yang menekan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN), sehingga mendorong keluarnya dana asing dari pasar obligasi.

Sementara itu, IHSG hampir mendekati level 8.000 pada 20 Agustus lalu, didorong optimisme penurunan suku bunga acuan dan pertumbuhan ekonomi.

Namun, sentimen demo membuat laju indeks terkoreksi, sedangkan rupiah justru melemah sejak tanggal tersebut akibat arus keluar dari pasar obligasi, sehingga tekanannya lebih dominan.

Faktor fundamental turut menambah tekanan, seperti defisit transaksi berjalan yang melebar dan defisit neraca pembayaran yang menandakan aliran keluar dana dari Indonesia. Kombinasi kondisi ini membuat pasar bergerak lebih berhati-hati.

Adapun pada penutupan perdagangan sesi I, Jumat (29/8), di Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG tercatat anjlok 180,80 poin atau 2,27 persen ke posisi 7.771,28.

Sementara itu, rupiah pada pembukaan perdagangan Jumat di Jakarta melemah sebesar 1 poin atau 0,01 persen menjadi Rp16.354 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.353 per dolar AS.

PT Equityworld Futures Semarang

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Equityworld Futures Semarang : OPEC Beri Sinyal Kembali Pangkas Produksi Dorong Harga Minyak Naik

Equityworld Futures Semarang -  Harga minyak  mentah dunia naik hampir 3 persen, terangkat dari posisi terendahnya dalam lima bulan pada pekan ini. Kenaikan harga terjadi setelah Arab Saudi mengatakan OPEC hampir menyetujui untuk memperpanjang pengurangan produksi di luar Juni serta Wall Street yang tercatat menguat. Melansir laman  Reuters , Sabtu ( 8/6/2019 ), harga minyak mentah berjangka Brent naik USD 1,62, atau 2,6 persen menjadi USD 63,29 per barel. Harga minyak mentah West Texas Intermediate ( WTI ) AS berakhir USD 53,99 per barel, naik USD 1,40, atau 2,7 persen. kunjungi  PT. Equityworld Futures | Perusahaan Investasi Berjangka Harga minyak Brent membukukan penurunan mingguan ketiga, yang turun hampir 2 persen. Sementara harga WTI naik sekitar 1 persen pada pekan ini. Pada hari Rabu, kedua tolok ukur minyak dunia tersebut mencapai titik terendah sejak Januari. Menteri Energi Saudi Khalid al-Falih mengatakan dalam konferensi Pers di Rusia,...

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Diproyeksi Menguat pada Selasa (18/11/2025), Cek Rekomendasi Saham dari Analis

  PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,55% ke level 8.416,88 pada akhir perdagangan Senin (17/11/2025). Penguatan ini terutama ditopang lonjakan saham-saham berkapitalisasi besar serta blue chips perbankan yang kembali mencatat kenaikan signifikan. Penguatan IHSG diprediksi masih akan berlanjut pada perdagangan Selasa (18/11/2025). Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata menilai, penguatan IHSG pada Senin (17/11/2025) sebagian besar berasal dari saham-saham penggerak indeks. “Market cap besar yang naik itu BBCA naik 1,78%, DSSA 6,58%, TPIA 1,43%, BBRI 1,03%. Belum lagi BMRI naik 1,47% dan TLKM naik 1,69%. CUAN juga naik 2,33%. Kenaikan saham-saham big caps dan blue chips ini menjadi index mover utama,” ujar Liza kepada Kontan, Senin (17/11/2025). Dari eksternal, ia menyoroti bahwa meski pemerintah Amerika Serikat sudah keluar dari masa government shutdown, data ekonomi tidak akan langsung tersedia. ...

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Diramal Lanjut Menguat, Cermati Rekomendasi Saham untuk Jumat (24/10)

  PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat (24/10/2025). Sentimen global masih akan mendominasi pergerakan harga indeks. Pada perdagangan Kamis (23/10/2025) kemarin, IHSG ditutup melonjak 1,49% ke level 8.274 pada akhir perdagangan Kamis (23/10/2025). Indeks juga sempat mencapai level intraday tertinggi baru di level 8.292. Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang menilai, sumber penguatan IHSG kemarin datang dari kabar rencana Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk membentuk perusahaan pengelola aset baru hasil penggabungan entitas anak PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Jika berhasil, perusahaan ini diperkirakan memiliki dana kelolaan sekitar US$ 8 miliar.  Aksi korporasi ini ditaksir akan rampung pada semester I tahun 2026, namun belum ada keputusan final terkait hal ini....