Langsung ke konten utama

PT Equityworld Futures Semarang – Target Harga Lebih Tinggi untuk Saham Juragan Nikel

Indonesia Punya Potensi jadi Pemain Penting dalam Komoditas Nikel Global 

PT Equityworld Futures Semarang – PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel mencetak laba pada kuartal II-2025 yang melampaui perkiraan analis. Alhasil, target harga saham NCKL dipatok lebih tinggi.

“Perolehan laba NCKL berada di atas perkiraan kami dan konsensus, karena kontribusi JV (joint venture) yang lebih tinggi dari ekspektasi,” tulis analis Samuel Sekuritas Indonesia, Juan Harahap dan Brandon Boedhiman dalam risetnya, yang dikutip pada Rabu (20/8/2025).

Pada kuartal II-2025, juragan nikel tersebut membukukan laba bersih Rp 2,2 triliun atau turun 2,2% qoq, namun tumbuh 2,9% yoy. Dengan begitu, laba bersih NCKL selama semester I-2025 mencapai Rp 4,1 triliun atau setara dengan 61,8% dan 56,3% dari estimasi Samuel Sekuritas dan konsensus yang belum direvisi.

Sementara itu, Harita Nickel (NCKL) melaporkan bahwa fase pertama proyek KPS RKEF telah selesai pada kuartal I-2025. Adapun progres konstruksi untuk fase kedua telah mencapai 69%. Proyek itu dijadwalkan mulai berproduksi pada kuartal IV-2025, dengan total kapasitas 60 ribu ton per tahun.

Kemudian, progres konstruksi untuk fase ketiga mencapai 30%. Commercial operation date (COD) dijadwalkan pada kuartal I-2026.

“Total investasi proyek tersebut sebesar US$ 1,9 miliar,” sebut Juan.

Di sisi hulu, tambang GTS milik NCKL diperkirakan mulai beroperasi pada semester II-2025. Selain itu, dengan investasi US$ 70 juta, NCKL juga membangun pabrik quicklime berkapasitas 600 ribu ton per tahun. Pabrik ini direncanakan mulai produksi pada kuartal IV-2025.

“Kami meyakini fasilitas itu akan semakin menekan biaya operasi HPAL, karena produksinya bakal digunakan untuk mendukung fasilitas yang sudah ada,” jelas dia.

Sebagai informasi, semua proyek NCKL tersebut telah aman dari sisi pendanaan. Seluruhnya dibiayai oleh ekuitas pada periode harga nikel yang lebih tinggi. Hal ini mengurangi risiko eksekusi, sekaligus memberi keunggulan kompetitif, terutama karena sebagian besar harga logam saat ini cenderung melemah. 

Target Harga Lebih Tinggi 

Samuel Sekuritas melakukan penyesuaian dengan merevisi naik laba NCKL pada 2025 dan 2026 sebesar 15,2% dan 34,4%. Kemudian disesuaikan dengan kenaikan yang lebih moderat sebesar 7,8% pada 2027.

“Itu seiring dengan dimasukkannya kontribusi JV yang lebih tinggi dari peningkatan kepemilikan di PT Obi Nickel Cobalt (ONC) menjadi 40%, serta penurunan estimasi biaya tunai setelah perbaikan pada semester I-2025,” ungkap Juan.

Sebab itu, Samuel Sekuritas mempertahankan rekomendasi buy saham Harita Nickel (NCKL) dengan target harga lebih tinggi Rp 1.300.

Target harga saham NCKL berbasis sum of the parts (SOTP) tersebut mencerminkan estimasi valuasi P/E 2026 sebesar 8,3 kali. “Kami tetap positif terhadap prospek jangka panjang NCKL di tengah harga nikel yang melemah, karena kami melihat katalis positif tetap ada,” jelas dia.

Dengan demikian, saham NCKL tetap menjadi pilihan utama karena memiliki valuasi paling menarik di sektornya. Ini terutama berkat biaya tunai terendah di industri. Risikonya jika harga nikel lebih lemah dari perkiraan akibat penurunan permintaan dari China dan perubahan regulasi.

 

PT Equityworld Futures Semarang 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Equityworld Futures Semarang : OPEC Beri Sinyal Kembali Pangkas Produksi Dorong Harga Minyak Naik

Equityworld Futures Semarang -  Harga minyak  mentah dunia naik hampir 3 persen, terangkat dari posisi terendahnya dalam lima bulan pada pekan ini. Kenaikan harga terjadi setelah Arab Saudi mengatakan OPEC hampir menyetujui untuk memperpanjang pengurangan produksi di luar Juni serta Wall Street yang tercatat menguat. Melansir laman  Reuters , Sabtu ( 8/6/2019 ), harga minyak mentah berjangka Brent naik USD 1,62, atau 2,6 persen menjadi USD 63,29 per barel. Harga minyak mentah West Texas Intermediate ( WTI ) AS berakhir USD 53,99 per barel, naik USD 1,40, atau 2,7 persen. kunjungi  PT. Equityworld Futures | Perusahaan Investasi Berjangka Harga minyak Brent membukukan penurunan mingguan ketiga, yang turun hampir 2 persen. Sementara harga WTI naik sekitar 1 persen pada pekan ini. Pada hari Rabu, kedua tolok ukur minyak dunia tersebut mencapai titik terendah sejak Januari. Menteri Energi Saudi Khalid al-Falih mengatakan dalam konferensi Pers di Rusia,...

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Diproyeksi Menguat pada Selasa (18/11/2025), Cek Rekomendasi Saham dari Analis

  PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,55% ke level 8.416,88 pada akhir perdagangan Senin (17/11/2025). Penguatan ini terutama ditopang lonjakan saham-saham berkapitalisasi besar serta blue chips perbankan yang kembali mencatat kenaikan signifikan. Penguatan IHSG diprediksi masih akan berlanjut pada perdagangan Selasa (18/11/2025). Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata menilai, penguatan IHSG pada Senin (17/11/2025) sebagian besar berasal dari saham-saham penggerak indeks. “Market cap besar yang naik itu BBCA naik 1,78%, DSSA 6,58%, TPIA 1,43%, BBRI 1,03%. Belum lagi BMRI naik 1,47% dan TLKM naik 1,69%. CUAN juga naik 2,33%. Kenaikan saham-saham big caps dan blue chips ini menjadi index mover utama,” ujar Liza kepada Kontan, Senin (17/11/2025). Dari eksternal, ia menyoroti bahwa meski pemerintah Amerika Serikat sudah keluar dari masa government shutdown, data ekonomi tidak akan langsung tersedia. ...

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Diramal Lanjut Menguat, Cermati Rekomendasi Saham untuk Jumat (24/10)

  PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat (24/10/2025). Sentimen global masih akan mendominasi pergerakan harga indeks. Pada perdagangan Kamis (23/10/2025) kemarin, IHSG ditutup melonjak 1,49% ke level 8.274 pada akhir perdagangan Kamis (23/10/2025). Indeks juga sempat mencapai level intraday tertinggi baru di level 8.292. Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang menilai, sumber penguatan IHSG kemarin datang dari kabar rencana Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk membentuk perusahaan pengelola aset baru hasil penggabungan entitas anak PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Jika berhasil, perusahaan ini diperkirakan memiliki dana kelolaan sekitar US$ 8 miliar.  Aksi korporasi ini ditaksir akan rampung pada semester I tahun 2026, namun belum ada keputusan final terkait hal ini....