Langsung ke konten utama

PT Equityworld Futures Semarang – Efek Reshuffle, Rupiah Tertekan di Tengah Penguatan Mata Uang Asia, Selasa (9/9)

2 November 1949: Penetapan Rupiah sebagai mata uang Indonesia |  2-november-1949-penetapan-rupiah-sebagai-mata-uang-indonesia

PT Equityworld Futures Semarang – Nilai tukar rupiah melemah di perdagangan hari ini. Efek reshuffle kabinet masih terasa di pasar keuangan hari kedua. 

Selasa (9/9), kurs rupiah di pasar spot melemah Rp 172 atau 1,05% menjadi Rp 16.482 per dolar Amerika Serikat (AS). Tadi pagi, kurs rupiah sempat menyentuh level tertinggi harian di Rp 16.511 per dolar AS.

Sejalan, kurs rupiah Jisdor hari ini melemah Rp 114 atau 0,70% jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan kemarin. Hari ini, kurs rupiah Jisdor melemah ke Rp 16.462 per dolar AS.

Fitch Ratings mengungkapkan bahwa defisit fiskal yang jauh lebih besar di atas batas 5% dari produk domestik bruto dalam jangka menengah, menyusul pergantian menteri keuangan, dapat menyebabkan tekanan peringkat negatif.

"Perombakan kabinet Indonesia, termasuk penggantian menteri keuangan menyusul kerusuhan baru-baru ini, akan melemahkan sentimen investor karena hal ini menimbulkan pertanyaan tentang prospek fiskal," kata George Xu, Direktur Pemeringkatan Sovereign Asia-Pasifik Fitch Ratings seperti dikutip Bloomberg.

 

Xu menambahkan bahwa saat ini belum jelas apakah perubahan menteri akan menyebabkan perubahan material dalam strategi fiskal pemerintah.

Defisit anggaran tahun 2026 diperkirakan mencapai 2,9% dari PDB Indonesia. Xu mengatakan bahwa data dasar Fitch mengasumsikan bahwa pemerintah akan memaksimalkan penggunaan sumber daya yang tersedia dalam kerangka fiskal yang ada untuk mendukung perekonomian.

Sementara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berjanji untuk mempertahankan batas defisit anggaran negara sebesar 3% dari PDB.

Efek reshuffle yang tertunda ini menyebabkan pergerakan rupiah berlawanan dengan mata uang Asia yang hampir seluruhnya menguat. Hanya rupiah dan peso Filipina yang melemah pada hari ini. Pelemahan peso pun hanya 0,49%.

Sementara yen Jepang menguat 0,72%. Dolar Taiwan menguat 0,4%. Ringgit Malaysia menanjak 0,32%. Dolar Singapura menguat 0,22%.

Baht Thailand menguat 0,20%. Rupee India menguat 0,17%. Yuan China menguat 0,12%. Won Korea menguat 0,09%. Sedangkan dolar Hong Kong menguat 0,06%.

Indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia hari ini melemah 0,18% menjadi 97,28. Indeks dolar melemah dalam tiga hari perdagangan terakhir.

Salah satu penekan indeks dolar adalah penguatan mata uang euro yang menyentuh level terkuat sejak 24 Juli 2025. Pasar bertaruh bahwa European Central Bank dan Federal Reserve akan menetapkan suku bunga pada jalur yang semakin berbeda.

The Fed diperkirakan segera menurunkan suku bunga sehingga selisih bunga kedua wilayah ini akan makin sempit.

PT Equityworld Futures Semarang 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Equityworld Futures Semarang : OPEC Beri Sinyal Kembali Pangkas Produksi Dorong Harga Minyak Naik

Equityworld Futures Semarang -  Harga minyak  mentah dunia naik hampir 3 persen, terangkat dari posisi terendahnya dalam lima bulan pada pekan ini. Kenaikan harga terjadi setelah Arab Saudi mengatakan OPEC hampir menyetujui untuk memperpanjang pengurangan produksi di luar Juni serta Wall Street yang tercatat menguat. Melansir laman  Reuters , Sabtu ( 8/6/2019 ), harga minyak mentah berjangka Brent naik USD 1,62, atau 2,6 persen menjadi USD 63,29 per barel. Harga minyak mentah West Texas Intermediate ( WTI ) AS berakhir USD 53,99 per barel, naik USD 1,40, atau 2,7 persen. kunjungi  PT. Equityworld Futures | Perusahaan Investasi Berjangka Harga minyak Brent membukukan penurunan mingguan ketiga, yang turun hampir 2 persen. Sementara harga WTI naik sekitar 1 persen pada pekan ini. Pada hari Rabu, kedua tolok ukur minyak dunia tersebut mencapai titik terendah sejak Januari. Menteri Energi Saudi Khalid al-Falih mengatakan dalam konferensi Pers di Rusia,...

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Diproyeksi Menguat pada Selasa (18/11/2025), Cek Rekomendasi Saham dari Analis

  PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,55% ke level 8.416,88 pada akhir perdagangan Senin (17/11/2025). Penguatan ini terutama ditopang lonjakan saham-saham berkapitalisasi besar serta blue chips perbankan yang kembali mencatat kenaikan signifikan. Penguatan IHSG diprediksi masih akan berlanjut pada perdagangan Selasa (18/11/2025). Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata menilai, penguatan IHSG pada Senin (17/11/2025) sebagian besar berasal dari saham-saham penggerak indeks. “Market cap besar yang naik itu BBCA naik 1,78%, DSSA 6,58%, TPIA 1,43%, BBRI 1,03%. Belum lagi BMRI naik 1,47% dan TLKM naik 1,69%. CUAN juga naik 2,33%. Kenaikan saham-saham big caps dan blue chips ini menjadi index mover utama,” ujar Liza kepada Kontan, Senin (17/11/2025). Dari eksternal, ia menyoroti bahwa meski pemerintah Amerika Serikat sudah keluar dari masa government shutdown, data ekonomi tidak akan langsung tersedia. ...

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Diramal Lanjut Menguat, Cermati Rekomendasi Saham untuk Jumat (24/10)

  PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat (24/10/2025). Sentimen global masih akan mendominasi pergerakan harga indeks. Pada perdagangan Kamis (23/10/2025) kemarin, IHSG ditutup melonjak 1,49% ke level 8.274 pada akhir perdagangan Kamis (23/10/2025). Indeks juga sempat mencapai level intraday tertinggi baru di level 8.292. Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang menilai, sumber penguatan IHSG kemarin datang dari kabar rencana Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk membentuk perusahaan pengelola aset baru hasil penggabungan entitas anak PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Jika berhasil, perusahaan ini diperkirakan memiliki dana kelolaan sekitar US$ 8 miliar.  Aksi korporasi ini ditaksir akan rampung pada semester I tahun 2026, namun belum ada keputusan final terkait hal ini....