Langsung ke konten utama

PT Equityworld Futures Semarang – Bangkit dari Kubur, Harga Saham BUMN Ini Naik Hingga ARA, Simak Penyebab & Prospeknya

IHSG Anjlok, Ekonom UGM Sebut Sinyal Krisis Kepercayaan Pasar - Universitas  Gadjah Mada 

PT Equityworld Futures Semarang – Harga salah satu saham badan usaha milik negara (BUMN) PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) seperti bangkit dari kubur. Harga saham GIAA melesat hingga mencapai level auto rejection atas (ARA). Apakah saham GIAA masih layak dikoleksi, berikut pandangan analis.

Harga saham GIAA pada perdagangan Rabu 8 Oktober 2025 diitutup di level 96, naik 15 poin dibandingkan sehari sebelumnya. Ini merupakan kenaikan tertinggi hingga saham GIAA terkena ARA.

Sejak awal tahun, harga saham GIAA terakumulasi meningkat 42 poin atau 77,78%. 

Kenaikan harga saham GIAA karena ada sentimen positif berupa rencana suntikan modal Danantara. Melalui, skema Penambahan Modal Tanpa Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) alias private placement, Danantara akan suntik modal GIAA.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang dirilis pada 6 Oktober 2025, penyertaan modal ini dilakukan untuk membantu proses restrukturisasi GIAA yang dilakukan Danantara melalui PT Danantara Asset Management. 

Nantinya, PT Danantara Asset Management akan melakukan penyetoran modal secara tunai kepada GIAA senilai US$ 1,44 miliar. Ini dilakukan melalui pengambilan bagian atas saham yang diterbitkan dalam private placement.

Lalu, utang dalam Perjanjian Pinjaman Pemegang Saham antara GIAA sebagai debitur, Danantara Asset Management sebagai kreditur, dan Citilink sebagai obligor tanggal 24 Juni 2023 senilai US$ 405 juta juga akan dikonversi menjadi saham dalam private placement.  

Dengan demikian, total dana yang bakal diperoleh GIAA mencapai US$ 1,48 miliar. Jika dengan menggunakan asumsi kurs di Rp 16.597 per dolar Amerika Serikat, maka itu setara dengan Rp 24,55 triliun.

Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza C. Suryanata menilai dengan private placement sekitar US$ 1,85 miliar berpotensi membaik ekuitas GIAA menjadi positif sekitar US$ 350 juta.

Dalam hitungan Kiwoom Sekuritas Indonesia, suntikan modal itu akan mengerek current ratio GIAA ke kisaran 1,5 kali dan memangkas liabilitas lewat konversi pinjaman sekitar US$ 405 juta. 
 

Namun Liza menekankan hitungan tersebut realisasi jika GIAA memperoleh restu dari Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 12 November 2025 agar manajemen GIAA bisa mengeksekusi disiplin biaya.

Selain itu, GIAA juga bisa meningkatkan utilitas armada dan memperkuat tata kelola GIAA. Meski begitu, Liza menilai peran Danantara harus lebih besar dari sekadar penyertaan modal. 

“Peran Danantara harus lebih dari sekadar modal, yakni mengunci KPI keras dan transparan, serta mengikatnya pada insentif manajemen dan tenggat enam sampai dengan 12 bulan,” tulisnya dalam riset yang dirilis, Rabu (8/10).  

PT Equityworld Futures Semarang 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Equityworld Futures Semarang : OPEC Beri Sinyal Kembali Pangkas Produksi Dorong Harga Minyak Naik

Equityworld Futures Semarang -  Harga minyak  mentah dunia naik hampir 3 persen, terangkat dari posisi terendahnya dalam lima bulan pada pekan ini. Kenaikan harga terjadi setelah Arab Saudi mengatakan OPEC hampir menyetujui untuk memperpanjang pengurangan produksi di luar Juni serta Wall Street yang tercatat menguat. Melansir laman  Reuters , Sabtu ( 8/6/2019 ), harga minyak mentah berjangka Brent naik USD 1,62, atau 2,6 persen menjadi USD 63,29 per barel. Harga minyak mentah West Texas Intermediate ( WTI ) AS berakhir USD 53,99 per barel, naik USD 1,40, atau 2,7 persen. kunjungi  PT. Equityworld Futures | Perusahaan Investasi Berjangka Harga minyak Brent membukukan penurunan mingguan ketiga, yang turun hampir 2 persen. Sementara harga WTI naik sekitar 1 persen pada pekan ini. Pada hari Rabu, kedua tolok ukur minyak dunia tersebut mencapai titik terendah sejak Januari. Menteri Energi Saudi Khalid al-Falih mengatakan dalam konferensi Pers di Rusia,...

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Diproyeksi Menguat pada Selasa (18/11/2025), Cek Rekomendasi Saham dari Analis

  PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,55% ke level 8.416,88 pada akhir perdagangan Senin (17/11/2025). Penguatan ini terutama ditopang lonjakan saham-saham berkapitalisasi besar serta blue chips perbankan yang kembali mencatat kenaikan signifikan. Penguatan IHSG diprediksi masih akan berlanjut pada perdagangan Selasa (18/11/2025). Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata menilai, penguatan IHSG pada Senin (17/11/2025) sebagian besar berasal dari saham-saham penggerak indeks. “Market cap besar yang naik itu BBCA naik 1,78%, DSSA 6,58%, TPIA 1,43%, BBRI 1,03%. Belum lagi BMRI naik 1,47% dan TLKM naik 1,69%. CUAN juga naik 2,33%. Kenaikan saham-saham big caps dan blue chips ini menjadi index mover utama,” ujar Liza kepada Kontan, Senin (17/11/2025). Dari eksternal, ia menyoroti bahwa meski pemerintah Amerika Serikat sudah keluar dari masa government shutdown, data ekonomi tidak akan langsung tersedia. ...

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Diramal Lanjut Menguat, Cermati Rekomendasi Saham untuk Jumat (24/10)

  PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat (24/10/2025). Sentimen global masih akan mendominasi pergerakan harga indeks. Pada perdagangan Kamis (23/10/2025) kemarin, IHSG ditutup melonjak 1,49% ke level 8.274 pada akhir perdagangan Kamis (23/10/2025). Indeks juga sempat mencapai level intraday tertinggi baru di level 8.292. Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang menilai, sumber penguatan IHSG kemarin datang dari kabar rencana Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk membentuk perusahaan pengelola aset baru hasil penggabungan entitas anak PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Jika berhasil, perusahaan ini diperkirakan memiliki dana kelolaan sekitar US$ 8 miliar.  Aksi korporasi ini ditaksir akan rampung pada semester I tahun 2026, namun belum ada keputusan final terkait hal ini....