Langsung ke konten utama

PT Equityworld Futures Semarang – BEI Tetapkan Harga Teoretis Rights Issue Pantai Indah Kapuk Dua (PANI) Rp 13.850

BEI Tetapkan Harga Teoretis Rights Issue Pantai Indah Kapuk Dua (PANI) Rp 13.850 

PT Equityworld Futures Semarang – Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menetapkan harga teoretis rights issue PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI).

Dalam pengumuman tanggal 8 Desember 2025, BEI menyebutkan bahwa rasio HMETD PANI adalah 50.831:3.646 untuk saham.

Artinya, setiap pemegang 50.831 saham lama PANI mempunyai 3.646 HMETD untuk membeli 3.646 saham baru dengan harga pelaksanaan Rp 12.975 per saham.

Harga saham PANI pada saat akhir Cum di Pasar Reguler tanggal 8 Desember 2025 tercatat pada harga Rp 13.900 per saham. 

Menurut hitungan BEI, harga teoretis yang terbentuk dengan penghitungan Indeks Harga Saham BEI serta Indeks Harga Saham Individual PANI adalah di Rp 13.838. Namun harga itu disesuaikan dengan fraksi harga yang berlaku untuk level saham PANI. 

Sehingga, harga teoretis saham PANI yang dicantumkan di JATS untuk Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi pada tanggal 9 Desember 2025 disesuaikan dengan fraksi harga menjadi Rp13.850 per saham.

Dalam prospektus terbaru tanggal 1 Desember 2025, PANI menawarkan 1,21 miliar saham atau sebanyak-banyaknya sebesar 6,69% dari modal ditempatkan dan disetor setelah penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD III) dengan nilai nominal Rp 100. Harga pelaksanaan sebesar Rp 12.975 per saham.

Seluruh dana yang diperoleh Perseroan dari PMHMETD III ini, setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi, akan digunakan untuk dua hal utama. 

Pertama, sebesar Rp 15,12 triliun akan digunakan untuk melakukan penambahan penyertaan saham pada salah satu entitas anak Perseroan, yaitu PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK), melalui pembelian saham yang dimiliki oleh Agung Sedayu (AS) dan PT Tunas Mekar Jaya (TMJ). 

Opsi A, Jika masyarakat tidak melaksanakan rights, jumlah dana yang dapat dihimpun mencapai Rp 13,8 triliun dan akan digunakan untuk membeli saham CBDK sebanyak 37,77% alias 2,14 miliar saham.  

 

Opsi B, jika masyarakat melaksanakan setidaknya 68,4% hak yang dimiliki masyarakat, maka jumlah dana yang dapat dihimpun mencapai Rp 15,1 triliun dan akan digunakan untuk membeli saham CBDK sebanyak 41,37% alias 2,34 miliar saham.  

Sisanya, akan digunakan oleh PANI untuk penyertaan modal pada tiga entitas anak usaha melalui pengambilan bagian atas saham baru yang akan diterbitkan oleh masing-masing entitas anak untuk belanja modal, termasuk namun tidak terbatas pada pengembangan infrastruktur. 

PT Equityworld Futures Semarang 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Equityworld Futures Semarang : OPEC Beri Sinyal Kembali Pangkas Produksi Dorong Harga Minyak Naik

Equityworld Futures Semarang -  Harga minyak  mentah dunia naik hampir 3 persen, terangkat dari posisi terendahnya dalam lima bulan pada pekan ini. Kenaikan harga terjadi setelah Arab Saudi mengatakan OPEC hampir menyetujui untuk memperpanjang pengurangan produksi di luar Juni serta Wall Street yang tercatat menguat. Melansir laman  Reuters , Sabtu ( 8/6/2019 ), harga minyak mentah berjangka Brent naik USD 1,62, atau 2,6 persen menjadi USD 63,29 per barel. Harga minyak mentah West Texas Intermediate ( WTI ) AS berakhir USD 53,99 per barel, naik USD 1,40, atau 2,7 persen. kunjungi  PT. Equityworld Futures | Perusahaan Investasi Berjangka Harga minyak Brent membukukan penurunan mingguan ketiga, yang turun hampir 2 persen. Sementara harga WTI naik sekitar 1 persen pada pekan ini. Pada hari Rabu, kedua tolok ukur minyak dunia tersebut mencapai titik terendah sejak Januari. Menteri Energi Saudi Khalid al-Falih mengatakan dalam konferensi Pers di Rusia,...

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Diproyeksi Menguat pada Selasa (18/11/2025), Cek Rekomendasi Saham dari Analis

  PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,55% ke level 8.416,88 pada akhir perdagangan Senin (17/11/2025). Penguatan ini terutama ditopang lonjakan saham-saham berkapitalisasi besar serta blue chips perbankan yang kembali mencatat kenaikan signifikan. Penguatan IHSG diprediksi masih akan berlanjut pada perdagangan Selasa (18/11/2025). Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata menilai, penguatan IHSG pada Senin (17/11/2025) sebagian besar berasal dari saham-saham penggerak indeks. “Market cap besar yang naik itu BBCA naik 1,78%, DSSA 6,58%, TPIA 1,43%, BBRI 1,03%. Belum lagi BMRI naik 1,47% dan TLKM naik 1,69%. CUAN juga naik 2,33%. Kenaikan saham-saham big caps dan blue chips ini menjadi index mover utama,” ujar Liza kepada Kontan, Senin (17/11/2025). Dari eksternal, ia menyoroti bahwa meski pemerintah Amerika Serikat sudah keluar dari masa government shutdown, data ekonomi tidak akan langsung tersedia. ...

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Diramal Lanjut Menguat, Cermati Rekomendasi Saham untuk Jumat (24/10)

  PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat (24/10/2025). Sentimen global masih akan mendominasi pergerakan harga indeks. Pada perdagangan Kamis (23/10/2025) kemarin, IHSG ditutup melonjak 1,49% ke level 8.274 pada akhir perdagangan Kamis (23/10/2025). Indeks juga sempat mencapai level intraday tertinggi baru di level 8.292. Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang menilai, sumber penguatan IHSG kemarin datang dari kabar rencana Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk membentuk perusahaan pengelola aset baru hasil penggabungan entitas anak PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Jika berhasil, perusahaan ini diperkirakan memiliki dana kelolaan sekitar US$ 8 miliar.  Aksi korporasi ini ditaksir akan rampung pada semester I tahun 2026, namun belum ada keputusan final terkait hal ini....