Langsung ke konten utama

PT Equityworld Futures Semarang – Harga Aset Kripto Anjlok Tertekan Aksi Jual, Begini Kata OJK

Harga Aset Kripto Anjlok Tertekan Aksi Jual, Begini Kata OJK 

PT Equityworld Futures Semarang – Otoritas Jasa Keuangan memberikan imbauan terkait harga aset kripto yang terpantau ambles beberapa waktu terakhir. Tekanan ini terjadi di tengah sentimen global yang memburuk dan menyebabkan dominasi sentimen risk-off.

Hasan Fawzi, Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK menyampaikan bahwa pada dasarnya mayoritas aset kripto yang diperdagangkan di domestik itu adalah instrumen non-domestik.

Apa lagi aset kripto merupakan instrumen keuangan yang memiliki karakteristik sendiri, salah satunya adalah adanya sensitivitas atas volatilitas perubahan harga yang sangat cepat merespons fenomena global.

Sehingga, tekanan yang terjadi di global tentu berpengaruh secara langsung terhadap kripto yang diperdagangkan di exchanger domestik.  

Oleh sebab itu, Hasan mengimbau investor untuk makin meningkatkan literasi mengenai karakteristik instrumen ini.

"Nah, karenanya respons OJK kami mengimbau kepada seluruh investor atau konsumen aset kripto domestik untuk terus meningkatkan pemahaman akan karakteristik dari instrumen ini," ujar Hasan saat ditemui dalam agenda OECD di Bali, Senin (1/12/2025).

Lebih lanjut ia menegaskan bahwa OJK juga terus melakukan berbagai rangkaian kegiatan literasi keuangan digital ke berbagai kota dan daerah, dalam rangka mendorong tingkat pemahaman dan pemahaman yang lebih baik dalam konteks perdagangan kripto bagi para investor dan konsumen dalam negeri.

Asal tahu saja, harga aset kripto misalnya Bitcoin (BTC) sempat terjun bebas ke level di bawah US$ 90.000 bahkan hingga nyaris terlempar dari zona US$ 80.000 beberapa waktu terakhir. 

Padahal pada bulan Oktober 2025 kemarin, harga BTC sempat menyentuh all time high (ATH) sebesar US$ 125.000. Tak hanya BTC, tekanan juga terjadi pada aset kripto lain seperti Solana (SOL), Ethereum (ETH), hingga BNB. 

Penurunan tajam yang terjadi saat periode ini disebut karena meningkatnya ketidakpastian mengenai arah pemangkasan suku bunga Amerika Serikat atau Fed Rate menjelang Desember 2025 dan kebijakan SEC yang tidak menempatkan aset kripto sebagai fokus utama dalam prioritas pemeriksaan 2026.

Selain itu, Indeks sentimen Fear & Greed global anjlok drastis ke level 21 menunjukkan kondisi ketakutan yang ekstrem, dan hal ini mempengaruhi keputusan investor ritel maupun institusi di berbagai negara. 

PT Equityworld Futures Semarang 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Equityworld Futures Semarang : OPEC Beri Sinyal Kembali Pangkas Produksi Dorong Harga Minyak Naik

Equityworld Futures Semarang -  Harga minyak  mentah dunia naik hampir 3 persen, terangkat dari posisi terendahnya dalam lima bulan pada pekan ini. Kenaikan harga terjadi setelah Arab Saudi mengatakan OPEC hampir menyetujui untuk memperpanjang pengurangan produksi di luar Juni serta Wall Street yang tercatat menguat. Melansir laman  Reuters , Sabtu ( 8/6/2019 ), harga minyak mentah berjangka Brent naik USD 1,62, atau 2,6 persen menjadi USD 63,29 per barel. Harga minyak mentah West Texas Intermediate ( WTI ) AS berakhir USD 53,99 per barel, naik USD 1,40, atau 2,7 persen. kunjungi  PT. Equityworld Futures | Perusahaan Investasi Berjangka Harga minyak Brent membukukan penurunan mingguan ketiga, yang turun hampir 2 persen. Sementara harga WTI naik sekitar 1 persen pada pekan ini. Pada hari Rabu, kedua tolok ukur minyak dunia tersebut mencapai titik terendah sejak Januari. Menteri Energi Saudi Khalid al-Falih mengatakan dalam konferensi Pers di Rusia,...

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Diproyeksi Menguat pada Selasa (18/11/2025), Cek Rekomendasi Saham dari Analis

  PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,55% ke level 8.416,88 pada akhir perdagangan Senin (17/11/2025). Penguatan ini terutama ditopang lonjakan saham-saham berkapitalisasi besar serta blue chips perbankan yang kembali mencatat kenaikan signifikan. Penguatan IHSG diprediksi masih akan berlanjut pada perdagangan Selasa (18/11/2025). Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata menilai, penguatan IHSG pada Senin (17/11/2025) sebagian besar berasal dari saham-saham penggerak indeks. “Market cap besar yang naik itu BBCA naik 1,78%, DSSA 6,58%, TPIA 1,43%, BBRI 1,03%. Belum lagi BMRI naik 1,47% dan TLKM naik 1,69%. CUAN juga naik 2,33%. Kenaikan saham-saham big caps dan blue chips ini menjadi index mover utama,” ujar Liza kepada Kontan, Senin (17/11/2025). Dari eksternal, ia menyoroti bahwa meski pemerintah Amerika Serikat sudah keluar dari masa government shutdown, data ekonomi tidak akan langsung tersedia. ...

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Diramal Lanjut Menguat, Cermati Rekomendasi Saham untuk Jumat (24/10)

  PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat (24/10/2025). Sentimen global masih akan mendominasi pergerakan harga indeks. Pada perdagangan Kamis (23/10/2025) kemarin, IHSG ditutup melonjak 1,49% ke level 8.274 pada akhir perdagangan Kamis (23/10/2025). Indeks juga sempat mencapai level intraday tertinggi baru di level 8.292. Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang menilai, sumber penguatan IHSG kemarin datang dari kabar rencana Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk membentuk perusahaan pengelola aset baru hasil penggabungan entitas anak PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Jika berhasil, perusahaan ini diperkirakan memiliki dana kelolaan sekitar US$ 8 miliar.  Aksi korporasi ini ditaksir akan rampung pada semester I tahun 2026, namun belum ada keputusan final terkait hal ini....