Langsung ke konten utama

PT Equityworld Futures Semarang – Minyak Melemah Ditengah Fokus Pembicaraan Damai Ukraina

Minyak Dunia Tertekan Dolar dan Bayang-Bayang Banjir Pasokan OPEC+ | PT.  First State Futures 

PT Equityworld Futures Semarang – Harga minyak melemah pada hari Kamis (11/12) karena investor kembali memusatkan perhatian pada pembicaraan damai Rusia–Ukraina dan memantau potensi dampak dari aksi Amerika Serikat yang menyita sebuah kapal tanker minyak yang dikenai sanksi di lepas pantai Venezuela.

Kontrak berjangka Brent turun 81 sen, atau 1,3%, menjadi $61,40 per barel pada pukul 09.04 GMT, sementara minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) turun 78 sen, juga 1,3%, ke $57,68 per barel.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan pada hari Kamis bahwa kunjungan utusan AS Steve Witkoff ke Moskow bulan ini telah menyelesaikan kesalahpahaman antara kedua negara. Ia menambahkan bahwa Moskow telah menyerahkan proposal Rusia mengenai jaminan keamanan kolektif kepada Washington.

Pada hari sebelumnya, kedua benchmark tersebut ditutup menguat setelah AS mengatakan telah menyita sebuah kapal tanker minyak di lepas pantai Venezuela, karena meningkatnya ketegangan antara kedua negara memicu kekhawatiran gangguan pasokan.

“Sejauh ini, penyitaan tersebut belum berdampak langsung ke pasar, namun eskalasi lebih lanjut akan memicu volatilitas harga minyak mentah yang tajam,” kata Emril Jamil, analis senior minyak di LSEG.

“Pasar masih berada dalam kondisi menggantung, dengan fokus pada perkembangan kesepakatan damai Rusia–Ukraina.”

Pada hari Rabu, Presiden AS Donald Trump mengatakan, “Kami baru saja menyita sebuah kapal tanker di lepas pantai Venezuela, kapal yang besar, sangat besar, bahkan yang terbesar, sebenarnya, dan hal-hal lain juga sedang terjadi.”

Pejabat pemerintahan Trump tidak menyebut nama kapal tersebut. Grup manajemen risiko maritim asal Inggris, Vanguard, mengatakan kapal tanker tersebut, Skipper, diyakini telah disita di lepas pantai Venezuela.

Para trader dan sumber industri mengatakan pembeli Asia menuntut diskon besar untuk minyak mentah Venezuela, tertekan oleh membanjirnya pasokan minyak yang dikenai sanksi dari Rusia dan Iran serta meningkatnya risiko pemuatan di negara Amerika Selatan tersebut, seiring AS meningkatkan kehadiran militernya di Karibia.

Investor lebih berfokus pada perkembangan pembicaraan damai Rusia–Ukraina. Para pemimpin Inggris, Prancis, dan Jerman menggelar panggilan telepon dengan Trump untuk membahas upaya terbaru Washington dalam proses perdamaian guna mengakhiri perang di Ukraina, yang mereka sebut sebagai “momen krusial” dalam proses tersebut.

Drone Ukraina menghantam sebuah rig minyak milik Rusia di Laut Kaspia untuk pertama kalinya, menghentikan kegiatan ekstraksi minyak dan gas di fasilitas tersebut, kata seorang sumber di Dinas Keamanan Ukraina (SBU) kepada Reuters pada hari Kamis.

Sementara itu, International Energy Agency (IEA) menaikkan proyeksi pertumbuhan permintaan minyak global tahun 2026 sekaligus memangkas proyeksi pertumbuhan pasokan dalam laporan bulanan pasar minyak terbarunya pada hari Kamis, yang berarti surplus pasokan tahun depan akan sedikit menyempit.

Dalam berita lain, Federal Reserve yang sangat terbelah memutuskan memangkas suku bunga acuannya. Suku bunga yang lebih rendah dapat menurunkan biaya pinjaman konsumen dan mendorong pertumbuhan ekonomi serta permintaan minyak.

PT Equityworld Futures Semarang 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Equityworld Futures Semarang : OPEC Beri Sinyal Kembali Pangkas Produksi Dorong Harga Minyak Naik

Equityworld Futures Semarang -  Harga minyak  mentah dunia naik hampir 3 persen, terangkat dari posisi terendahnya dalam lima bulan pada pekan ini. Kenaikan harga terjadi setelah Arab Saudi mengatakan OPEC hampir menyetujui untuk memperpanjang pengurangan produksi di luar Juni serta Wall Street yang tercatat menguat. Melansir laman  Reuters , Sabtu ( 8/6/2019 ), harga minyak mentah berjangka Brent naik USD 1,62, atau 2,6 persen menjadi USD 63,29 per barel. Harga minyak mentah West Texas Intermediate ( WTI ) AS berakhir USD 53,99 per barel, naik USD 1,40, atau 2,7 persen. kunjungi  PT. Equityworld Futures | Perusahaan Investasi Berjangka Harga minyak Brent membukukan penurunan mingguan ketiga, yang turun hampir 2 persen. Sementara harga WTI naik sekitar 1 persen pada pekan ini. Pada hari Rabu, kedua tolok ukur minyak dunia tersebut mencapai titik terendah sejak Januari. Menteri Energi Saudi Khalid al-Falih mengatakan dalam konferensi Pers di Rusia,...

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Diproyeksi Menguat pada Selasa (18/11/2025), Cek Rekomendasi Saham dari Analis

  PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,55% ke level 8.416,88 pada akhir perdagangan Senin (17/11/2025). Penguatan ini terutama ditopang lonjakan saham-saham berkapitalisasi besar serta blue chips perbankan yang kembali mencatat kenaikan signifikan. Penguatan IHSG diprediksi masih akan berlanjut pada perdagangan Selasa (18/11/2025). Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata menilai, penguatan IHSG pada Senin (17/11/2025) sebagian besar berasal dari saham-saham penggerak indeks. “Market cap besar yang naik itu BBCA naik 1,78%, DSSA 6,58%, TPIA 1,43%, BBRI 1,03%. Belum lagi BMRI naik 1,47% dan TLKM naik 1,69%. CUAN juga naik 2,33%. Kenaikan saham-saham big caps dan blue chips ini menjadi index mover utama,” ujar Liza kepada Kontan, Senin (17/11/2025). Dari eksternal, ia menyoroti bahwa meski pemerintah Amerika Serikat sudah keluar dari masa government shutdown, data ekonomi tidak akan langsung tersedia. ...

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Diramal Lanjut Menguat, Cermati Rekomendasi Saham untuk Jumat (24/10)

  PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat (24/10/2025). Sentimen global masih akan mendominasi pergerakan harga indeks. Pada perdagangan Kamis (23/10/2025) kemarin, IHSG ditutup melonjak 1,49% ke level 8.274 pada akhir perdagangan Kamis (23/10/2025). Indeks juga sempat mencapai level intraday tertinggi baru di level 8.292. Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang menilai, sumber penguatan IHSG kemarin datang dari kabar rencana Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk membentuk perusahaan pengelola aset baru hasil penggabungan entitas anak PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Jika berhasil, perusahaan ini diperkirakan memiliki dana kelolaan sekitar US$ 8 miliar.  Aksi korporasi ini ditaksir akan rampung pada semester I tahun 2026, namun belum ada keputusan final terkait hal ini....