Langsung ke konten utama

PT Equityworld Futures Semarang – Minyak Naik di Tengah Ketidakpastian Supply Venezuela

 

PT Equityworld Futures Semarang – Harga minyak naik pada hari Jumat (12/12), bangkit setelah penurunan tajam di sesi sebelumnya, didukung oleh sebuah laporan bahwa Amerika Serikat bersiap untuk mencegat lebih banyak kapal tanker yang membawa minyak Venezuela, sehingga meningkatkan kekhawatiran gangguan pasokan.

Pada pukul 04.40 waktu AS (09.40 GMT), kontrak berjangka minyak Brent pengiriman Februari naik 0,2% menjadi $61,40 per barel, dan kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 0,2% menjadi $57,69 per barel.

Kedua kontrak tersebut turun 1,5% pada hari Kamis, menyentuh level terendah dalam lebih dari tujuh minggu akibat prospek perdamaian Ukraina dan meningkatnya persediaan bensin serta distilat di AS. Secara mingguan, minyak diperkirakan akan mencatat penurunan lebih dari 3%.

AS dikabarkan berencana melakukan lebih banyak penyitaan di lepas pantai Venezuela

Harga menguat setelah laporan Reuters, yang mengutip sejumlah sumber, menyatakan bahwa AS sedang bersiap melakukan intersepsi tambahan setelah penyitaan kapal tanker Skipper di lepas pantai Venezuela awal pekan ini.

Langkah potensial ini menandai eskalasi signifikan dalam penegakan sanksi Washington dan telah mendorong para pemilik kapal untuk meninjau ulang pelayaran yang melibatkan minyak mentah Venezuela, menurut laporan tersebut.

AS telah menyusun daftar target yang berisi beberapa kapal tanker lain yang dikenai sanksi untuk kemungkinan disita, tambah laporan itu.

Prospek gangguan lebih lanjut terhadap arus minyak yang terkena sanksi menambah premi risiko di pasar, membantu Brent dan WTI memulihkan sebagian penurunannya.

Kenaikan tertahan oleh prospek perdamaian Ukraina

Namun, kenaikan harga tetap terbatas karena perhatian pasar kembali tertuju pada upaya diplomatik yang sedang berlangsung antara Rusia dan Ukraina.

Para pemimpin Inggris, Prancis, dan Jerman melakukan panggilan telepon pada hari Rabu dengan Presiden AS Donald Trump untuk membahas upaya perdamaian terbaru Washington guna mengakhiri perang di Ukraina, yang mereka sebut sebagai “momen kritis” dalam proses tersebut.

Setiap kemajuan menuju kesepakatan yang dinegosiasikan pada akhirnya dapat mengubah kebijakan sanksi terhadap ekspor energi Rusia dan menggeser ekspektasi terkait pasokan global.

Awal pekan ini, harga minyak melemah ketika muncul tanda-tanda awal pergerakan dalam pembicaraan tersebut, yang menegaskan bahwa pasar sangat responsif terhadap sinyal-sinyal de-eskalasi.

Ketidakpastian seputar diplomasi geopolitik di Eropa membuat arah pergerakan minyak mentah tetap terbatas.

PT Equityworld Futures Semarang 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Equityworld Futures Semarang : OPEC Beri Sinyal Kembali Pangkas Produksi Dorong Harga Minyak Naik

Equityworld Futures Semarang -  Harga minyak  mentah dunia naik hampir 3 persen, terangkat dari posisi terendahnya dalam lima bulan pada pekan ini. Kenaikan harga terjadi setelah Arab Saudi mengatakan OPEC hampir menyetujui untuk memperpanjang pengurangan produksi di luar Juni serta Wall Street yang tercatat menguat. Melansir laman  Reuters , Sabtu ( 8/6/2019 ), harga minyak mentah berjangka Brent naik USD 1,62, atau 2,6 persen menjadi USD 63,29 per barel. Harga minyak mentah West Texas Intermediate ( WTI ) AS berakhir USD 53,99 per barel, naik USD 1,40, atau 2,7 persen. kunjungi  PT. Equityworld Futures | Perusahaan Investasi Berjangka Harga minyak Brent membukukan penurunan mingguan ketiga, yang turun hampir 2 persen. Sementara harga WTI naik sekitar 1 persen pada pekan ini. Pada hari Rabu, kedua tolok ukur minyak dunia tersebut mencapai titik terendah sejak Januari. Menteri Energi Saudi Khalid al-Falih mengatakan dalam konferensi Pers di Rusia,...

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Diproyeksi Menguat pada Selasa (18/11/2025), Cek Rekomendasi Saham dari Analis

  PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,55% ke level 8.416,88 pada akhir perdagangan Senin (17/11/2025). Penguatan ini terutama ditopang lonjakan saham-saham berkapitalisasi besar serta blue chips perbankan yang kembali mencatat kenaikan signifikan. Penguatan IHSG diprediksi masih akan berlanjut pada perdagangan Selasa (18/11/2025). Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata menilai, penguatan IHSG pada Senin (17/11/2025) sebagian besar berasal dari saham-saham penggerak indeks. “Market cap besar yang naik itu BBCA naik 1,78%, DSSA 6,58%, TPIA 1,43%, BBRI 1,03%. Belum lagi BMRI naik 1,47% dan TLKM naik 1,69%. CUAN juga naik 2,33%. Kenaikan saham-saham big caps dan blue chips ini menjadi index mover utama,” ujar Liza kepada Kontan, Senin (17/11/2025). Dari eksternal, ia menyoroti bahwa meski pemerintah Amerika Serikat sudah keluar dari masa government shutdown, data ekonomi tidak akan langsung tersedia. ...

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Diramal Lanjut Menguat, Cermati Rekomendasi Saham untuk Jumat (24/10)

  PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat (24/10/2025). Sentimen global masih akan mendominasi pergerakan harga indeks. Pada perdagangan Kamis (23/10/2025) kemarin, IHSG ditutup melonjak 1,49% ke level 8.274 pada akhir perdagangan Kamis (23/10/2025). Indeks juga sempat mencapai level intraday tertinggi baru di level 8.292. Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang menilai, sumber penguatan IHSG kemarin datang dari kabar rencana Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk membentuk perusahaan pengelola aset baru hasil penggabungan entitas anak PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Jika berhasil, perusahaan ini diperkirakan memiliki dana kelolaan sekitar US$ 8 miliar.  Aksi korporasi ini ditaksir akan rampung pada semester I tahun 2026, namun belum ada keputusan final terkait hal ini....