Langsung ke konten utama

PT Equityworld Futures Semarang – Yield Obligasi Turun, Sucorinvest: Dana Kelolaan Tetap Berpeluang Tumbuh

Bond Market Commentary : Juli 2025 - Mandiri Investasi 

PT Equityworld Futures Semarang – Imbal hasil atau yield obligasi terus menunjukkan tren penurunan sepanjang tahun ini. Pergerakan tersebut ikut memengaruhi kinerja dana kelolaan Manajer Investasi (MI).

PT Sucorinvest Asset Management (AM) menilai penurunan yield obligasi memberikan dua dampak bagi dana kelolaan.

Di satu sisi, penurunan yield mendorong kenaikan harga obligasi, sehingga kinerja reksadana pendapatan tetap ikut terangkat. 

“Rally obligasi menciptakan capital gain bagi portofolio yang telah dimiliki. Kinerja positif ini biasanya menarik arus masuk baru (inflow) dari investor yang mengejar imbal hasil di tengah tren suku bunga turun,” ujar Investment Specialist Sucorinvest Asset Management, Felisya Wijaya, kepada Kontan, Selasa (2/12/2025).

Namun, Felisya menambahkan bahwa yield yang semakin rendah membuat peluang re-investment menjadi kurang menarik karena obligasi baru menawarkan kupon lebih kecil.

Kendati begitu, ia menilai imbal hasil obligasi masih lebih menarik dibandingkan deposito, sehingga basis investor reksadana pendapatan tetap tetap terjaga.

“Secara keseluruhan, penurunan yield tetap memberi sentimen positif bagi pertumbuhan dana kelolaan,” jelasnya. 

Prospek Dana Kelolaan Tetap Solid

Lebih lanjut, Felisya melihat prospek dana kelolaan MI masih cukup kuat ke depan. Investor Indonesia cenderung memiliki profil risiko konservatif hingga moderat, sehingga minat terhadap reksadana pasar uang dan reksadana pendapatan tetap dinilai masih besar.

Meski suku bunga mulai menurun, kedua jenis produk ini masih dipandang sebagai peningkatan (step-up) dari deposito dengan tingkat risiko relatif terukur.

Stabilitas makro, ekspektasi pelonggaran moneter global, serta inflasi yang terkendali turut menjadi modal positif bagi minat investasi di aset berbasis obligasi. 

Dengan kondisi tersebut, pertumbuhan dana kelolaan diperkirakan tetap berlanjut, meski tidak seagresif ketika yield masih tinggi.

Hingga akhir Oktober 2025, Sucorinvest AM mencatat dana kelolaan sebesar Rp 39,7 triliun.

PT Equityworld Futures Semarang

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Equityworld Futures Semarang : OPEC Beri Sinyal Kembali Pangkas Produksi Dorong Harga Minyak Naik

Equityworld Futures Semarang -  Harga minyak  mentah dunia naik hampir 3 persen, terangkat dari posisi terendahnya dalam lima bulan pada pekan ini. Kenaikan harga terjadi setelah Arab Saudi mengatakan OPEC hampir menyetujui untuk memperpanjang pengurangan produksi di luar Juni serta Wall Street yang tercatat menguat. Melansir laman  Reuters , Sabtu ( 8/6/2019 ), harga minyak mentah berjangka Brent naik USD 1,62, atau 2,6 persen menjadi USD 63,29 per barel. Harga minyak mentah West Texas Intermediate ( WTI ) AS berakhir USD 53,99 per barel, naik USD 1,40, atau 2,7 persen. kunjungi  PT. Equityworld Futures | Perusahaan Investasi Berjangka Harga minyak Brent membukukan penurunan mingguan ketiga, yang turun hampir 2 persen. Sementara harga WTI naik sekitar 1 persen pada pekan ini. Pada hari Rabu, kedua tolok ukur minyak dunia tersebut mencapai titik terendah sejak Januari. Menteri Energi Saudi Khalid al-Falih mengatakan dalam konferensi Pers di Rusia,...

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Diproyeksi Menguat pada Selasa (18/11/2025), Cek Rekomendasi Saham dari Analis

  PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,55% ke level 8.416,88 pada akhir perdagangan Senin (17/11/2025). Penguatan ini terutama ditopang lonjakan saham-saham berkapitalisasi besar serta blue chips perbankan yang kembali mencatat kenaikan signifikan. Penguatan IHSG diprediksi masih akan berlanjut pada perdagangan Selasa (18/11/2025). Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata menilai, penguatan IHSG pada Senin (17/11/2025) sebagian besar berasal dari saham-saham penggerak indeks. “Market cap besar yang naik itu BBCA naik 1,78%, DSSA 6,58%, TPIA 1,43%, BBRI 1,03%. Belum lagi BMRI naik 1,47% dan TLKM naik 1,69%. CUAN juga naik 2,33%. Kenaikan saham-saham big caps dan blue chips ini menjadi index mover utama,” ujar Liza kepada Kontan, Senin (17/11/2025). Dari eksternal, ia menyoroti bahwa meski pemerintah Amerika Serikat sudah keluar dari masa government shutdown, data ekonomi tidak akan langsung tersedia. ...

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Diramal Lanjut Menguat, Cermati Rekomendasi Saham untuk Jumat (24/10)

  PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat (24/10/2025). Sentimen global masih akan mendominasi pergerakan harga indeks. Pada perdagangan Kamis (23/10/2025) kemarin, IHSG ditutup melonjak 1,49% ke level 8.274 pada akhir perdagangan Kamis (23/10/2025). Indeks juga sempat mencapai level intraday tertinggi baru di level 8.292. Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang menilai, sumber penguatan IHSG kemarin datang dari kabar rencana Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk membentuk perusahaan pengelola aset baru hasil penggabungan entitas anak PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Jika berhasil, perusahaan ini diperkirakan memiliki dana kelolaan sekitar US$ 8 miliar.  Aksi korporasi ini ditaksir akan rampung pada semester I tahun 2026, namun belum ada keputusan final terkait hal ini....