Langsung ke konten utama

PT Equityworld Futures Semarang – Geopolitik Reda, Tapi Emas Stabil

 

PT Equityworld Futures Semarang – Harga emas bergerak stabil pada Kamis (22/1) setelah sempat turun lebih dari 1% di awal sesi. Kekhawatiran pasar soal independensi Federal Reserve (The Fed) menahan tekanan jual, meski risiko geopolitik mulai mereda setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman tarif terhadap Uni Eropa terkait Greenland.

Emas spot berada di sekitar $4.836,09/oz pada 07.40 GMT, sehari setelah mencetak rekor di $4.887,82/oz. Kontrak berjangka emas AS untuk Februari juga nyaris datar di $4.838,60/oz. Intinya, setelah reaksi awal terhadap komentar Trump, pasar memilih “wait and see” sambil tetap menjaga posisi aman.

Menurut analis, pernyataan Trump memang menurunkan tensi, tapi “bekas” ketidakpastian belum hilang. Di Davos, Trump menahan diri dari penggunaan tarif untuk menekan Denmark soal Greenland, menolak opsi kekuatan militer, dan memberi sinyal ada peluang kesepakatan yang bisa mencegah keretakan transatlantik terburuk dalam beberapa dekade.

Namun fokus pasar cepat bergeser ke isu The Fed. Trump mengisyaratkan dirinya hampir memilih ketua baru The Fed, dan menyebut ia cenderung ingin penasihat ekonomi Gedung Putih, Kevin Hassett, tetap di posisinya. Di sisi lain, para hakim Mahkamah Agung AS dalam sidang soal upaya Trump memecat Gubernur The Fed Lisa Cook terlihat condong pada pandangan bahwa independensi bank sentral harus dijaga—dan itu membuat investor kembali “memeluk” aset lindung nilai.

Pelaku pasar kini menunggu data penting: PCE (Personal Consumption Expenditures) dan klaim pengangguran mingguan yang rilis Kamis, untuk membaca arah suku bunga berikutnya. The Fed sendiri diperkirakan masih akan menahan suku bunga pada pertemuan Januari, meski Trump mendorong pemangkasan.

Dari sisi proyeksi, Goldman Sachs menaikkan target harga emas Desember 2026 menjadi $5.400/oz dari $4.900/oz, dengan alasan pembelian bank sentral yang dinilai tetap kuat. Sementara itu, perak naik 1,1% ke $94,26/oz, platinum turun 0,4% ke $2.472,33/oz, dan palladium naik 0,6% ke $1.850,31/oz.

PT Equityworld Futures Semarang 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Equityworld Futures Semarang : OPEC Beri Sinyal Kembali Pangkas Produksi Dorong Harga Minyak Naik

Equityworld Futures Semarang -  Harga minyak  mentah dunia naik hampir 3 persen, terangkat dari posisi terendahnya dalam lima bulan pada pekan ini. Kenaikan harga terjadi setelah Arab Saudi mengatakan OPEC hampir menyetujui untuk memperpanjang pengurangan produksi di luar Juni serta Wall Street yang tercatat menguat. Melansir laman  Reuters , Sabtu ( 8/6/2019 ), harga minyak mentah berjangka Brent naik USD 1,62, atau 2,6 persen menjadi USD 63,29 per barel. Harga minyak mentah West Texas Intermediate ( WTI ) AS berakhir USD 53,99 per barel, naik USD 1,40, atau 2,7 persen. kunjungi  PT. Equityworld Futures | Perusahaan Investasi Berjangka Harga minyak Brent membukukan penurunan mingguan ketiga, yang turun hampir 2 persen. Sementara harga WTI naik sekitar 1 persen pada pekan ini. Pada hari Rabu, kedua tolok ukur minyak dunia tersebut mencapai titik terendah sejak Januari. Menteri Energi Saudi Khalid al-Falih mengatakan dalam konferensi Pers di Rusia,...

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Diproyeksi Menguat pada Selasa (18/11/2025), Cek Rekomendasi Saham dari Analis

  PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,55% ke level 8.416,88 pada akhir perdagangan Senin (17/11/2025). Penguatan ini terutama ditopang lonjakan saham-saham berkapitalisasi besar serta blue chips perbankan yang kembali mencatat kenaikan signifikan. Penguatan IHSG diprediksi masih akan berlanjut pada perdagangan Selasa (18/11/2025). Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata menilai, penguatan IHSG pada Senin (17/11/2025) sebagian besar berasal dari saham-saham penggerak indeks. “Market cap besar yang naik itu BBCA naik 1,78%, DSSA 6,58%, TPIA 1,43%, BBRI 1,03%. Belum lagi BMRI naik 1,47% dan TLKM naik 1,69%. CUAN juga naik 2,33%. Kenaikan saham-saham big caps dan blue chips ini menjadi index mover utama,” ujar Liza kepada Kontan, Senin (17/11/2025). Dari eksternal, ia menyoroti bahwa meski pemerintah Amerika Serikat sudah keluar dari masa government shutdown, data ekonomi tidak akan langsung tersedia. ...

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Diramal Lanjut Menguat, Cermati Rekomendasi Saham untuk Jumat (24/10)

  PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat (24/10/2025). Sentimen global masih akan mendominasi pergerakan harga indeks. Pada perdagangan Kamis (23/10/2025) kemarin, IHSG ditutup melonjak 1,49% ke level 8.274 pada akhir perdagangan Kamis (23/10/2025). Indeks juga sempat mencapai level intraday tertinggi baru di level 8.292. Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang menilai, sumber penguatan IHSG kemarin datang dari kabar rencana Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk membentuk perusahaan pengelola aset baru hasil penggabungan entitas anak PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Jika berhasil, perusahaan ini diperkirakan memiliki dana kelolaan sekitar US$ 8 miliar.  Aksi korporasi ini ditaksir akan rampung pada semester I tahun 2026, namun belum ada keputusan final terkait hal ini....