Langsung ke konten utama

PT Equityworld Futures Semarang – Data Konsumen Melemah, NFP Jadi Penentu Arah Pasar

 

PT Equityworld Futures Semarang – Tim Strategi Global TD Securities memperkirakan Nonfarm Payrolls (NFP) AS Januari hanya bertambah 45 ribu, lebih rendah dari konsensus 70 ribu, dengan tingkat pengangguran tetap 4,4%. Mereka menilai risiko justru condong lebih hawkish bila pengangguran turun ke 4,3%, karena pasar akan memberi bobot lebih besar ke “kekencangan” tenaga kerja ketimbang angka payroll headline.

Menjelang rilis data, pasar obligasi sudah bergerak lebih dulu: imbal hasil US Treasury 10Y berada di kisaran 4,13% pada 11 Feb 2026, mencerminkan turunnya yield setelah rangkaian data AS melemah. Sementara itu, Dollar Index (DXY) juga turun ke sekitar 96,56 (turun ~0,25%) pada Rabu, memperkuat nada “dovish pricing” menjelang NFP.

TD juga menyoroti bahwa pelemahan konsumsi memperbesar sensitivitas pasar terhadap data ketenagakerjaan. Retail sales AS Desember yang stagnan dan kontraksi pada control group membuat mereka memangkas proyeksi PDB kuartal IV menjadi 2,6% (q/q saar). Narasi “konsumen mulai melemah” ini yang jadi bensin utama turunnya yield dan dolar dalam beberapa sesi terakhir.

Dampaknya ke aset safe-haven terlihat jelas: emas menguat saat dolar dan yield melemah menjelang data jobs. Reuters mencatat emas naik ke area $5.074/oz dengan dukungan yield yang turun dan dolar yang melemah.

Intinya: jika NFP mendekati proyeksi TD (45K) dan pengangguran bertahan 4,4% atau naik, pasar bisa makin agresif mem-price pemangkasan suku bunga—biasanya menekan dolar/yield dan menopang emas. Tapi bila pengangguran turun ke 4,3%, itu berpotensi memicu respons hawkish (dolar/yield memantul) meski payroll headline tidak besar—karena pasar akan membaca tenaga kerja “lebih ketat dari dugaan.

PT Equityworld Futures Semarang 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Equityworld Futures Semarang : OPEC Beri Sinyal Kembali Pangkas Produksi Dorong Harga Minyak Naik

Equityworld Futures Semarang -  Harga minyak  mentah dunia naik hampir 3 persen, terangkat dari posisi terendahnya dalam lima bulan pada pekan ini. Kenaikan harga terjadi setelah Arab Saudi mengatakan OPEC hampir menyetujui untuk memperpanjang pengurangan produksi di luar Juni serta Wall Street yang tercatat menguat. Melansir laman  Reuters , Sabtu ( 8/6/2019 ), harga minyak mentah berjangka Brent naik USD 1,62, atau 2,6 persen menjadi USD 63,29 per barel. Harga minyak mentah West Texas Intermediate ( WTI ) AS berakhir USD 53,99 per barel, naik USD 1,40, atau 2,7 persen. kunjungi  PT. Equityworld Futures | Perusahaan Investasi Berjangka Harga minyak Brent membukukan penurunan mingguan ketiga, yang turun hampir 2 persen. Sementara harga WTI naik sekitar 1 persen pada pekan ini. Pada hari Rabu, kedua tolok ukur minyak dunia tersebut mencapai titik terendah sejak Januari. Menteri Energi Saudi Khalid al-Falih mengatakan dalam konferensi Pers di Rusia,...

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Diproyeksi Menguat pada Selasa (18/11/2025), Cek Rekomendasi Saham dari Analis

  PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,55% ke level 8.416,88 pada akhir perdagangan Senin (17/11/2025). Penguatan ini terutama ditopang lonjakan saham-saham berkapitalisasi besar serta blue chips perbankan yang kembali mencatat kenaikan signifikan. Penguatan IHSG diprediksi masih akan berlanjut pada perdagangan Selasa (18/11/2025). Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata menilai, penguatan IHSG pada Senin (17/11/2025) sebagian besar berasal dari saham-saham penggerak indeks. “Market cap besar yang naik itu BBCA naik 1,78%, DSSA 6,58%, TPIA 1,43%, BBRI 1,03%. Belum lagi BMRI naik 1,47% dan TLKM naik 1,69%. CUAN juga naik 2,33%. Kenaikan saham-saham big caps dan blue chips ini menjadi index mover utama,” ujar Liza kepada Kontan, Senin (17/11/2025). Dari eksternal, ia menyoroti bahwa meski pemerintah Amerika Serikat sudah keluar dari masa government shutdown, data ekonomi tidak akan langsung tersedia. ...

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Diramal Lanjut Menguat, Cermati Rekomendasi Saham untuk Jumat (24/10)

  PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat (24/10/2025). Sentimen global masih akan mendominasi pergerakan harga indeks. Pada perdagangan Kamis (23/10/2025) kemarin, IHSG ditutup melonjak 1,49% ke level 8.274 pada akhir perdagangan Kamis (23/10/2025). Indeks juga sempat mencapai level intraday tertinggi baru di level 8.292. Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang menilai, sumber penguatan IHSG kemarin datang dari kabar rencana Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk membentuk perusahaan pengelola aset baru hasil penggabungan entitas anak PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Jika berhasil, perusahaan ini diperkirakan memiliki dana kelolaan sekitar US$ 8 miliar.  Aksi korporasi ini ditaksir akan rampung pada semester I tahun 2026, namun belum ada keputusan final terkait hal ini....