Langsung ke konten utama

PT Equityworld Futures Semarang – Dolar Menuju Pekan Terbaik Sejak Oktober, Cut Rate Luntur

 

PT Equityworld Futures Semarang – Dolar AS berada di jalur mencatat pekan terbaik sejak Oktober, setelah pelaku pasar mulai mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed. Di saat yang sama, risiko geopolitik—khususnya meningkatnya ketegangan AS–Iran—mendorong permintaan aset aman dan ikut menopang greenback.

Indeks Bloomberg Dollar Spot naik sekitar 0,9% sepanjang pekan ini, menjadi penguatan mingguan terbesar sejak Oktober. Dorongan datang dari kekhawatiran inflasi yang belum sepenuhnya reda dan data ekonomi AS yang belakangan terlihat cukup solid, sehingga prospek pemangkasan suku bunga tahun ini menjadi lebih “abu-abu”.

Sejumlah analis menilai pasar mulai menggeser skenario ke arah kemungkinan “engagement” AS–Iran yang lebih serius. Kenaikan harga minyak juga membuat euro dan yen lebih sulit dilihat sebagai safe haven murni, sehingga dolar mengisi ruang tersebut ketika sentimen global tidak nyaman.

Tekanan itu terlihat pada pergerakan mata uang utama: yen turun sekitar 1,8% minggu ini dan bergerak dekat 155,50 per dolar, sementara euro melemah sekitar 1% ke area $1,1750. Pasar opsi juga mengindikasikan perubahan nada, dengan posisi jangka pendek menjadi yang paling bullish untuk dolar sejak November.

Perubahan ekspektasi suku bunga semakin menguat setelah risalah rapat FOMC menunjukkan para pejabat The Fed ternyata cukup waspada untuk memangkas suku bunga terlalu cepat. Beberapa bahkan menilai suku bunga bisa saja perlu naik lagi jika inflasi tetap “keras kepala”.

Ke depan, fokus pasar bergeser dari tenaga kerja kembali ke inflasi, dengan sorotan ke rilis PCE serta data GDP kuartal IV. Jika data AS kembali lebih kuat dari perkiraan, pelaku pasar yang sebelumnya “pesimis dolar” bisa terpaksa menutup posisi, yang berpotensi menambah bahan bakar untuk reli greenback.

5 inti di bawahnya

Dolar menuju pekan terbaik sejak Oktober karena ekspektasi cut rate The Fed mulai berkurang.

Bloomberg Dollar Spot Index naik sekitar 0,9% pekan ini, ditopang data AS dan kekhawatiran inflasi.

Risiko geopolitik AS–Iran menambah daya tarik dolar sebagai safe haven.

Yen melemah mendekati 155,50 dan euro turun ke sekitar $1,1750.

Pasar menunggu PCE dan GDP sebagai penentu arah berikutnya untuk USD dan ekspektasi suku bunga.

PT Equityworld Futures Semarang 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Equityworld Futures Semarang : OPEC Beri Sinyal Kembali Pangkas Produksi Dorong Harga Minyak Naik

Equityworld Futures Semarang -  Harga minyak  mentah dunia naik hampir 3 persen, terangkat dari posisi terendahnya dalam lima bulan pada pekan ini. Kenaikan harga terjadi setelah Arab Saudi mengatakan OPEC hampir menyetujui untuk memperpanjang pengurangan produksi di luar Juni serta Wall Street yang tercatat menguat. Melansir laman  Reuters , Sabtu ( 8/6/2019 ), harga minyak mentah berjangka Brent naik USD 1,62, atau 2,6 persen menjadi USD 63,29 per barel. Harga minyak mentah West Texas Intermediate ( WTI ) AS berakhir USD 53,99 per barel, naik USD 1,40, atau 2,7 persen. kunjungi  PT. Equityworld Futures | Perusahaan Investasi Berjangka Harga minyak Brent membukukan penurunan mingguan ketiga, yang turun hampir 2 persen. Sementara harga WTI naik sekitar 1 persen pada pekan ini. Pada hari Rabu, kedua tolok ukur minyak dunia tersebut mencapai titik terendah sejak Januari. Menteri Energi Saudi Khalid al-Falih mengatakan dalam konferensi Pers di Rusia,...

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Diproyeksi Menguat pada Selasa (18/11/2025), Cek Rekomendasi Saham dari Analis

  PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,55% ke level 8.416,88 pada akhir perdagangan Senin (17/11/2025). Penguatan ini terutama ditopang lonjakan saham-saham berkapitalisasi besar serta blue chips perbankan yang kembali mencatat kenaikan signifikan. Penguatan IHSG diprediksi masih akan berlanjut pada perdagangan Selasa (18/11/2025). Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata menilai, penguatan IHSG pada Senin (17/11/2025) sebagian besar berasal dari saham-saham penggerak indeks. “Market cap besar yang naik itu BBCA naik 1,78%, DSSA 6,58%, TPIA 1,43%, BBRI 1,03%. Belum lagi BMRI naik 1,47% dan TLKM naik 1,69%. CUAN juga naik 2,33%. Kenaikan saham-saham big caps dan blue chips ini menjadi index mover utama,” ujar Liza kepada Kontan, Senin (17/11/2025). Dari eksternal, ia menyoroti bahwa meski pemerintah Amerika Serikat sudah keluar dari masa government shutdown, data ekonomi tidak akan langsung tersedia. ...

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Diramal Lanjut Menguat, Cermati Rekomendasi Saham untuk Jumat (24/10)

  PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat (24/10/2025). Sentimen global masih akan mendominasi pergerakan harga indeks. Pada perdagangan Kamis (23/10/2025) kemarin, IHSG ditutup melonjak 1,49% ke level 8.274 pada akhir perdagangan Kamis (23/10/2025). Indeks juga sempat mencapai level intraday tertinggi baru di level 8.292. Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang menilai, sumber penguatan IHSG kemarin datang dari kabar rencana Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk membentuk perusahaan pengelola aset baru hasil penggabungan entitas anak PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Jika berhasil, perusahaan ini diperkirakan memiliki dana kelolaan sekitar US$ 8 miliar.  Aksi korporasi ini ditaksir akan rampung pada semester I tahun 2026, namun belum ada keputusan final terkait hal ini....