Langsung ke konten utama

PT Equityworld Futures Semarang – Hormuz “Mandek”, Serangan Berlanjut, Dunia Siapkan Langkah Darurat Energi

 

PT Equityworld Futures Semarang – Konflik AS–Israel melawan Iran memasuki fase yang semakin melebar dan berdampak langsung ke ekonomi global, terutama lewat jalur energi dan pelayaran. Hingga Rabu (11/3), serangan udara dan aksi balasan masih terus terjadi, sementara Iran dilaporkan memperketat kontrol domestik untuk meredam potensi gelombang penolakan di dalam negeri. Situasi ini menjaga pasar tetap dalam mode “headline-driven” karena satu perkembangan kecil saja bisa mengubah arah risiko secara cepat.

Pusat perhatian terbesar saat ini adalah Selat Hormuz, jalur vital yang biasanya menyalurkan porsi besar ekspor minyak global. Reuters melaporkan Angkatan Laut AS menolak permintaan berulang dari industri pelayaran untuk pengawalan (escort) di Hormuz karena dinilai terlalu berisiko untuk saat ini. Kondisi tersebut membuat lalu lintas kapal komersial di Hormuz kian lumpuh, dan memperkuat ketakutan pasar bahwa masalah utama bukan cuma “produksi turun”, tetapi barel tidak bisa bergerak.

Di sisi medan perang, eskalasi juga terlihat pada serangan terhadap fasilitas energi. Reuters melaporkan serangan Israel yang menargetkan depot minyak dan kilang di sekitar Teheran memicu gumpalan asap hitam tebal yang menimbulkan kekhawatiran dampak kesehatan dan lingkungan. Iran mengecam serangan tersebut sebagai eskalasi berbahaya, sementara pihak Israel menyatakan fasilitas itu terkait dukungan perang sehingga dianggap target militer sah.

Dampak ke sektor energi kawasan Teluk mulai terlihat nyata. Konsultan IIR yang dikutip Reuters menyebut sekitar 1,9 juta barel per hari kapasitas kilang di kawasan Teluk terdampak shutdown/penurunan operasi akibat perang, dengan storage yang menipis dan hambatan ekspor ikut menekan rantai pasok produk olahan (diesel/jet fuel). Jika kondisi ini berlanjut, tekanan inflasi energi bisa merembet lebih luas karena bukan hanya minyak mentah yang terganggu, tetapi juga suplai BBM jadi makin ketat.

Menghadapi risiko krisis energi, jalur kebijakan darurat juga mulai menguat. Reuters melaporkan International Energy Agency (IEA) berencana merekomendasikan rilis lebih dari 100 juta barel dari cadangan strategis dalam bulan pertama untuk menstabilkan pasar jika gangguan pasokan makin parah. Ini sinyal bahwa otoritas energi global sedang masuk mode “damage control” untuk menahan shock inflasi akibat perang.

PT Equityworld Futures Semarang 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Equityworld Futures Semarang : OPEC Beri Sinyal Kembali Pangkas Produksi Dorong Harga Minyak Naik

Equityworld Futures Semarang -  Harga minyak  mentah dunia naik hampir 3 persen, terangkat dari posisi terendahnya dalam lima bulan pada pekan ini. Kenaikan harga terjadi setelah Arab Saudi mengatakan OPEC hampir menyetujui untuk memperpanjang pengurangan produksi di luar Juni serta Wall Street yang tercatat menguat. Melansir laman  Reuters , Sabtu ( 8/6/2019 ), harga minyak mentah berjangka Brent naik USD 1,62, atau 2,6 persen menjadi USD 63,29 per barel. Harga minyak mentah West Texas Intermediate ( WTI ) AS berakhir USD 53,99 per barel, naik USD 1,40, atau 2,7 persen. kunjungi  PT. Equityworld Futures | Perusahaan Investasi Berjangka Harga minyak Brent membukukan penurunan mingguan ketiga, yang turun hampir 2 persen. Sementara harga WTI naik sekitar 1 persen pada pekan ini. Pada hari Rabu, kedua tolok ukur minyak dunia tersebut mencapai titik terendah sejak Januari. Menteri Energi Saudi Khalid al-Falih mengatakan dalam konferensi Pers di Rusia,...

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Diproyeksi Menguat pada Selasa (18/11/2025), Cek Rekomendasi Saham dari Analis

  PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,55% ke level 8.416,88 pada akhir perdagangan Senin (17/11/2025). Penguatan ini terutama ditopang lonjakan saham-saham berkapitalisasi besar serta blue chips perbankan yang kembali mencatat kenaikan signifikan. Penguatan IHSG diprediksi masih akan berlanjut pada perdagangan Selasa (18/11/2025). Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata menilai, penguatan IHSG pada Senin (17/11/2025) sebagian besar berasal dari saham-saham penggerak indeks. “Market cap besar yang naik itu BBCA naik 1,78%, DSSA 6,58%, TPIA 1,43%, BBRI 1,03%. Belum lagi BMRI naik 1,47% dan TLKM naik 1,69%. CUAN juga naik 2,33%. Kenaikan saham-saham big caps dan blue chips ini menjadi index mover utama,” ujar Liza kepada Kontan, Senin (17/11/2025). Dari eksternal, ia menyoroti bahwa meski pemerintah Amerika Serikat sudah keluar dari masa government shutdown, data ekonomi tidak akan langsung tersedia. ...

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Diramal Lanjut Menguat, Cermati Rekomendasi Saham untuk Jumat (24/10)

  PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat (24/10/2025). Sentimen global masih akan mendominasi pergerakan harga indeks. Pada perdagangan Kamis (23/10/2025) kemarin, IHSG ditutup melonjak 1,49% ke level 8.274 pada akhir perdagangan Kamis (23/10/2025). Indeks juga sempat mencapai level intraday tertinggi baru di level 8.292. Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang menilai, sumber penguatan IHSG kemarin datang dari kabar rencana Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk membentuk perusahaan pengelola aset baru hasil penggabungan entitas anak PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Jika berhasil, perusahaan ini diperkirakan memiliki dana kelolaan sekitar US$ 8 miliar.  Aksi korporasi ini ditaksir akan rampung pada semester I tahun 2026, namun belum ada keputusan final terkait hal ini....