Langsung ke konten utama

PT Equityworld Futures Semarang – Yen Dekati Terlemah Tahun Ini, Strategis Nilai Ambang Intervensi Jepang Naik

 

PT Equityworld Futures Semarang – Yen rentan melemah lebih jauh karena bergerak dekat level terlemahnya terhadap dolar AS tahun ini, sementara para strategis menilai Jepang kini memiliki ambang yang lebih tinggi untuk melakukan intervensi demi membela mata uangnya.

Yen sempat melemah ke sekitar 159,24 per dolar pada Kamis, mendekati level yang sempat memicu “rate check” pada Januari. Terakhir, yen diperdagangkan di kisaran 158,80 per dolar.

Namun latar belakang pasar dinilai sudah berubah. Kenaikan harga minyak yang terkait konflik Iran, ditambah data ekonomi AS yang masih solid, menguatkan dolar secara fundamental. Kondisi ini membuat otoritas Jepang lebih sulit membenarkan intervensi, karena pergerakan USD/JPY kini terlihat sebagai bagian dari penguatan dolar secara luas—bukan semata spekulasi terhadap yen.

“Ambang intervensi sekarang lebih tinggi,” kata Rodrigo Catril, currency strategist di National Australia Bank. Ia menilai intervensi kecil kemungkinan terjadi kecuali pergerakan USD/JPY menjadi tidak teratur. Menurutnya, area 158–159 sebelumnya adalah “garis di pasir”, namun kini garis barunya mungkin bergeser lebih dekat ke 162.

Sinyal ini juga tercermin di pasar opsi. Indikator one-week risk reversals—barometer posisi dan sentimen—berbalik mendukung dolar untuk pertama kalinya dalam lima bulan pada Kamis, menandakan pasar mulai memasang proteksi terhadap skenario USD/JPY yang lebih tinggi.

Ketergantungan Jepang yang besar pada impor energi dari Timur Tengah membuat lonjakan harga minyak memperburuk neraca perdagangan dan memicu inflasi, sehingga secara alami menekan yen. Di saat yang sama, dolar mendapat dukungan dari arus safe haven, memperkuat tekanan terhadap yen.

Ini berbeda dengan kondisi Januari, ketika pelemahan yen dinilai lebih dipengaruhi positioning dan momentum spekulatif. Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama memang menegaskan pemerintah bisa bertindak untuk meredam pergerakan valas yang berlebihan, termasuk melalui intervensi. Namun pejabat Jepang berulang kali menekankan fokus mereka adalah volatilitas yang “berlebihan”, bukan membela level tertentu.

JPMorgan juga menilai otoritas AS kini punya insentif lebih kecil untuk melakukan “rate check” dibanding Januari. Dalam catatan Rabu, strategis JPMorgan termasuk Junya Tanase mengatakan karena kenaikan USD/JPY dipicu penguatan dolar yang luas, intervensi akan sulit dibenarkan bahkan jika pasangan ini masuk ke area 160-an. Mereka mempertahankan proyeksi USD/JPY jangka menengah hingga panjang di 164.

Yen sempat mendapat dukungan setelah kemenangan besar Perdana Menteri Sanae Takaichi pada pemilu majelis rendah bulan lalu. Namun mata uang itu kembali melemah setelah laporan media menyebut Takaichi berhati-hati terhadap kenaikan suku bunga lebih lanjut, serta setelah ia menunjuk dua anggota yang cenderung dovish ke dewan kebijakan Bank of Japan.

PT Equityworld Futures Semarang 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Equityworld Futures Semarang : OPEC Beri Sinyal Kembali Pangkas Produksi Dorong Harga Minyak Naik

Equityworld Futures Semarang -  Harga minyak  mentah dunia naik hampir 3 persen, terangkat dari posisi terendahnya dalam lima bulan pada pekan ini. Kenaikan harga terjadi setelah Arab Saudi mengatakan OPEC hampir menyetujui untuk memperpanjang pengurangan produksi di luar Juni serta Wall Street yang tercatat menguat. Melansir laman  Reuters , Sabtu ( 8/6/2019 ), harga minyak mentah berjangka Brent naik USD 1,62, atau 2,6 persen menjadi USD 63,29 per barel. Harga minyak mentah West Texas Intermediate ( WTI ) AS berakhir USD 53,99 per barel, naik USD 1,40, atau 2,7 persen. kunjungi  PT. Equityworld Futures | Perusahaan Investasi Berjangka Harga minyak Brent membukukan penurunan mingguan ketiga, yang turun hampir 2 persen. Sementara harga WTI naik sekitar 1 persen pada pekan ini. Pada hari Rabu, kedua tolok ukur minyak dunia tersebut mencapai titik terendah sejak Januari. Menteri Energi Saudi Khalid al-Falih mengatakan dalam konferensi Pers di Rusia,...

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Diproyeksi Menguat pada Selasa (18/11/2025), Cek Rekomendasi Saham dari Analis

  PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,55% ke level 8.416,88 pada akhir perdagangan Senin (17/11/2025). Penguatan ini terutama ditopang lonjakan saham-saham berkapitalisasi besar serta blue chips perbankan yang kembali mencatat kenaikan signifikan. Penguatan IHSG diprediksi masih akan berlanjut pada perdagangan Selasa (18/11/2025). Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata menilai, penguatan IHSG pada Senin (17/11/2025) sebagian besar berasal dari saham-saham penggerak indeks. “Market cap besar yang naik itu BBCA naik 1,78%, DSSA 6,58%, TPIA 1,43%, BBRI 1,03%. Belum lagi BMRI naik 1,47% dan TLKM naik 1,69%. CUAN juga naik 2,33%. Kenaikan saham-saham big caps dan blue chips ini menjadi index mover utama,” ujar Liza kepada Kontan, Senin (17/11/2025). Dari eksternal, ia menyoroti bahwa meski pemerintah Amerika Serikat sudah keluar dari masa government shutdown, data ekonomi tidak akan langsung tersedia. ...

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Diramal Lanjut Menguat, Cermati Rekomendasi Saham untuk Jumat (24/10)

  PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat (24/10/2025). Sentimen global masih akan mendominasi pergerakan harga indeks. Pada perdagangan Kamis (23/10/2025) kemarin, IHSG ditutup melonjak 1,49% ke level 8.274 pada akhir perdagangan Kamis (23/10/2025). Indeks juga sempat mencapai level intraday tertinggi baru di level 8.292. Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang menilai, sumber penguatan IHSG kemarin datang dari kabar rencana Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk membentuk perusahaan pengelola aset baru hasil penggabungan entitas anak PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Jika berhasil, perusahaan ini diperkirakan memiliki dana kelolaan sekitar US$ 8 miliar.  Aksi korporasi ini ditaksir akan rampung pada semester I tahun 2026, namun belum ada keputusan final terkait hal ini....