Langsung ke konten utama

PT Equityworld Futures Semarang – Minyak Naik Signifikan Saat Pasar Menunggu Respons AS atas Proposal Iran

 

PT Equityworld Futures Semarang – Harga minyak naik ke level tertinggi tiga pekan di atas US$110 per barel di London, seiring pelaku pasar menunggu sikap Amerika Serikat terhadap proposal dari Teheran untuk mengakhiri perang dan membuka kembali Selat Hormuz. Brent sempat diperdagangkan di atas US$111, membawa kenaikan pekan ini mendekati 6%, sementara WTI berada di atas US$100.

Fokus pasar tetap pada risiko pasokan karena penutupan Selat Hormuz telah menekan arus minyak mentah, gas alam, dan produk minyak, sehingga mendorong harga energi lebih tinggi dan memicu kekhawatiran inflasi. Meski gencatan senjata disebut relatif bertahan sejak awal April, blokade yang melibatkan Iran dan AS membuat lalu lintas harian di selat tersebut turun mendekati nol.

Presiden AS Donald Trump menggelar pertemuan untuk membahas proposal Iran, namun menegaskan adanya “red lines” dalam kesepakatan apa pun, termasuk mencegah Teheran memperoleh senjata nuklir. Wall Street Journal melaporkan tim keamanan nasional AS bersikap skeptis terhadap proposal itu, meski negosiasi disebut tetap berjalan, dengan kemungkinan respons dan kontra-usulan muncul dalam beberapa hari ke depan.

Menurut Rabobank, pasar mulai menilai kecil kemungkinan ada solusi cepat untuk mengakhiri blokade, sehingga premi risiko kembali menempel pada harga minyak. Dalam kerangka transmisi fundamental, gangguan jalur pasokan yang berkepanjangan memperketat ketersediaan energi dan memperbesar tekanan inflasi, yang pada gilirannya bisa memengaruhi ekspektasi kebijakan dan sentimen risiko lintas aset.

Dari sisi Iran, media lokal menyebut Menlu Abbas Araghchi akan menyampaikan kepada Pakistan—yang memediasi pembicaraan damai—bahwa konflik bisa berakhir jika AS mencabut blokade lautnya, menyepakati kerangka hukum baru untuk lalu lintas di selat, dan memberikan jaminan tidak ada aksi militer lanjutan. Pasar kini memantau arah respons Washington dan perkembangan operasional di Selat Hormuz sebagai penentu utama volatilitas harga energi dalam waktu dekat.

PT Equityworld Futures Semarang 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Equityworld Futures Semarang : OPEC Beri Sinyal Kembali Pangkas Produksi Dorong Harga Minyak Naik

Equityworld Futures Semarang -  Harga minyak  mentah dunia naik hampir 3 persen, terangkat dari posisi terendahnya dalam lima bulan pada pekan ini. Kenaikan harga terjadi setelah Arab Saudi mengatakan OPEC hampir menyetujui untuk memperpanjang pengurangan produksi di luar Juni serta Wall Street yang tercatat menguat. Melansir laman  Reuters , Sabtu ( 8/6/2019 ), harga minyak mentah berjangka Brent naik USD 1,62, atau 2,6 persen menjadi USD 63,29 per barel. Harga minyak mentah West Texas Intermediate ( WTI ) AS berakhir USD 53,99 per barel, naik USD 1,40, atau 2,7 persen. kunjungi  PT. Equityworld Futures | Perusahaan Investasi Berjangka Harga minyak Brent membukukan penurunan mingguan ketiga, yang turun hampir 2 persen. Sementara harga WTI naik sekitar 1 persen pada pekan ini. Pada hari Rabu, kedua tolok ukur minyak dunia tersebut mencapai titik terendah sejak Januari. Menteri Energi Saudi Khalid al-Falih mengatakan dalam konferensi Pers di Rusia,...

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Diproyeksi Menguat pada Selasa (18/11/2025), Cek Rekomendasi Saham dari Analis

  PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,55% ke level 8.416,88 pada akhir perdagangan Senin (17/11/2025). Penguatan ini terutama ditopang lonjakan saham-saham berkapitalisasi besar serta blue chips perbankan yang kembali mencatat kenaikan signifikan. Penguatan IHSG diprediksi masih akan berlanjut pada perdagangan Selasa (18/11/2025). Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata menilai, penguatan IHSG pada Senin (17/11/2025) sebagian besar berasal dari saham-saham penggerak indeks. “Market cap besar yang naik itu BBCA naik 1,78%, DSSA 6,58%, TPIA 1,43%, BBRI 1,03%. Belum lagi BMRI naik 1,47% dan TLKM naik 1,69%. CUAN juga naik 2,33%. Kenaikan saham-saham big caps dan blue chips ini menjadi index mover utama,” ujar Liza kepada Kontan, Senin (17/11/2025). Dari eksternal, ia menyoroti bahwa meski pemerintah Amerika Serikat sudah keluar dari masa government shutdown, data ekonomi tidak akan langsung tersedia. ...

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Diramal Lanjut Menguat, Cermati Rekomendasi Saham untuk Jumat (24/10)

  PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat (24/10/2025). Sentimen global masih akan mendominasi pergerakan harga indeks. Pada perdagangan Kamis (23/10/2025) kemarin, IHSG ditutup melonjak 1,49% ke level 8.274 pada akhir perdagangan Kamis (23/10/2025). Indeks juga sempat mencapai level intraday tertinggi baru di level 8.292. Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang menilai, sumber penguatan IHSG kemarin datang dari kabar rencana Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk membentuk perusahaan pengelola aset baru hasil penggabungan entitas anak PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Jika berhasil, perusahaan ini diperkirakan memiliki dana kelolaan sekitar US$ 8 miliar.  Aksi korporasi ini ditaksir akan rampung pada semester I tahun 2026, namun belum ada keputusan final terkait hal ini....